
Ada tiga jenis dungeon di dunia ini.
Pertama, dungeon biasa. Ini seperti dungeon pada umumnya yang akan segera menghilang begitu boss monster di dalam dungeonnya dikalahkan.
Namun ada pula kasus istimewa di mana terkadang bahkan setelah boss monster di dalam dungeon dikalahkan, dungeon tersebut belum menghilang. Ini dinamakan sebagai dungeon spesial.
Dengan bermula di Italia, akhirnya diketahui bahwa dungeon spesial ini ternyata juga bisa dihilangkan dengan mengalahkan true boss-nya yang bersembunyi di salah satu ruang rahasia di dalam dungeon tersebut.
Akan tetapi, ada satu jenis lagi dungeon.
Itu adalah dungeon terkutuk.
Dungeon ini sama seperti dungeon biasa yang ketika boss monsternya berhasil dikalahkan maka akan segera menghilang.
Sayangnya begitu menghilang, dungeon ini akan menyebarkan mana yang diistilahkan sebagai mana mati yang bisa mengevolusi makhluk dari dunia luar menjadi monster. Ini terutama berasal dari dungeon bertipe undead atau non-pure energy.
Untungnya, itu hanya berlaku bagi hewan dan kecil kemungkinannya untuk tumbuhan.
Untuk suatu alasan, mana mati tidak mampu mengorupsi tubuh manusia yang masih hidup.
Ketika menghirup mana mati berlebih, itu hanya akan bagaikan kamu menghirup gas elpiji yang bisa membuatmu keracunan yang tetap bisa saja berujung kepada meninggal, tapi setidaknya kamu tidak akan berubah menjadi monster karenanya.
Kamu bisa segera dievakuasi untuk diberikan pertolongan pertama sesegera mungkin ketika kamu keracunan mana mati.
Akan tetapi, mana mati mampu bereaksi terhadap mayat termasuk mayat manusia yang mampu mengubah mereka menjadi undead.
Pernah ada suatu penelitian yang mempublikasikan bahwa manusia yang mati karena dibunuh lebih rentan terbangkitkan sebagai undead oleh mana mati ketimbang yang mati secara wajar.
Dan di sinilah aku saat ini, salah satu lokasi di dekat akademi di mana konsentrasi mana mati cukup pekat karena merupakan salah satu bekas lokasi dungeon terkutuk.
Tidak aneh jika kamu akan segera bertemu monster di tempat ini.
“Tuan Muda Arno, tampaknya di dalam goa itulah lokasi di mana Otto diculik oleh Senior Pian.”
Apa yang lebih membuatku frustasi adalah aku tidak sanggup menyingkirkan Jeremy Rudd untuk ikut bersamaku.
“Dasar bodoh!”
“Kau masih memanggil si bajingan itu sebagai senior setelah apa yang dilakukannya pada kawanmu?!”
“Lagipula kau tidak perlu memperlakukannya dengan hormat lagi sejak keluarganya sudah jatuh oleh keserakahan mereka sendiri!”
Kalau begini, akan sulit bagiku menggunakan kekuatan Anto secara optimal.
Bagaimanapun aku harus merahasiakan keberadaan Anto pada Jeremy Rudd, atau jikalau tidak, identitasku yang sebenarnya bukan Arno yang asli bisa ketahuan.
[Master, sudah kukonfirmasi bahwa benar senior Anda yang bajingan itu ada di goa itu bersama teman sekelas Anda yang bernama Otto. Tetapi selain dia, tampaknya ada sekitar dua puluh orang lain lagi. Dua di antaranya berlevel C, sisanya kroco, Master.]
__ADS_1
Walaupun aku sudah terpromosikan menjadi seorang magic swordsman, aku masihlah berlevel E.
Jika itu hunter berlevel D, mungkin dengan bersusah payah, aku masih punya peluang untuk menang dengan kekuatanku sendiri.
Namun, beda ceritanya jika hunter itu berank dua tingkat di atasku. Peluang menangku hampir tidak ada. Keputusan konyol jika aku tetap melawannya secara langsung. Terlebih mereka main keroyokan.
‘Aku mengerti.’
Satu-satunya solusi yang bisa terpikirkan di kepalaku adalah pertarungan gerilya.
Andai saja si Jeremy bodoh ini tidak ada, aku pasti sudah bisa memanfaatkan Anto sebagai umpan sembari aku menghajar belakang kepala senior bajingan itu lantas mengambil kembali Otto dari tangannya.
Sayangnya, rencana itu tidak mungkin lagi dengan keberadaan Jeremy Rudd di sini.
“Tuan Muda Arno, tampaknya mereka ada banyak.”
Tak kusangka bahwa Jeremy Rudd ahli dalam pengintaian.
“Aku sudah tahu!”
“Biar aku saja yang mengalihkan perhatian mereka sembari Tuan Muda Arno mengambil jalan belakang untuk menyelamatkan Otto selama perhatian mereka teralihkan olehku.”
Tak kusangka pula bahwa si bajingan bodoh itu cukup nekat.
Aku pun menatapnya dengan seksama untuk mengonfirmasi tekadnya.
“Ah, maafkan aku, Tuan Muda Arno. Aku telah berkata yang tidak-tidak. Bagaimana bisa aku menyuruh orang terhormat seperti Anda menyerang lewat belakang seperti pengecut.”
Ah, tampaknya dia telah salah mengartikan tatapan mataku.
Tapi kalau dipikir-pikir, jika itu Arno yang asli, dia memang pasti takkan pernah menyetujui rencana Jeremy Rudd itu dan akan lebih memilih menyerang secara langsung dengan mengandalkan murni kekuatannya.
Namun aku bukanlah Arno yang asli, jadi aku tak perlu melakukan hal tersebut.
Lagipula saat ini aku sedang tidak diawasi publik dan hanya ada Jeremy Rudd di sampingku yang dengan mudah dapat kumanipulasi.
“Tidak. Situasi kita mendesak saat ini. Tampaknya, itu rencana terbaik, Jeremy. Tapi sanggupkah kau melakukannya?”
“Aku sanggup, Tuan… Mungkin.”
Tidak bisa dipungkiri kalau Jeremy Rudd akan ragu sebab jelas terlihat perbedaan kekuatan yang teramat besar di antara dirinya dan para hunter tersebut.
Dia tidak hanya kalah dalam jumlah, tetapi juga kalah dalam kekuatan.
Itu sama saja dengan melemparkan seekor kelinci di hadapan para kawanan serigala.
Yah, secara harfiah, Jeremy Rudd memang mirip dengan seekor kelinci, terutama gigi gingsulnya dan matanya yang besar itu. Telinganya juga terkadang bergoyang ketika dia marah atau merasa malu. Benar-benar mirip seperti karakter kelinci yang aku tonton di anime-anime.
__ADS_1
Aku menepuk pundaknya untuk menguatkan tekadnya lantas aku pun berkata padanya,
“TIdak usah terlalu cemas. Aku akan segera menyelesaikannya dengan cepat, lalu segera membawamu kabur bersama.”
“Terima kasih, Tuan Muda Arno.”
“Kalau begitu, kuserahkan posisi umpan padamu.”
Demikianlah, Jeremy Rudd maju duluan sembari aku mengambil jalan memutar.
Tidak butuh waktu lama dia memancing keluar para hunter anak buah Sarpian Mucahantas itu setelah Jeremy Rudd melemparkan beberapa bahan peledak di depan goa.
Aku harus bergerak dengan cepat sebelum Sarpian Mucahantas menyadari bahwa itu bukanlah serangan monster, melainkan kami.
Dia kapanpun bisa gelap mata lantas tidak akan segan-segan membunuh Otto yang lemah tak berdaya di dalam genggaman tangannya.
Tapi si Jeremy Rudd itu, tidak kuduga dia hebat juga.
Dia rupanya tidak hanya ahli dalam sihir pengintaian dan jebakan saja.
Aku memang sudah tahu hal itu sebelumnya, tapi melihatnya secara langsung, tidak salah kalau dia dijuluki sebagai pendekar pedang ilusi terbaik di angkatan kami.
Dia menjebak para hunter yang beberapa di antara mereka satu tingkat lebih tinggi darinya ke dalam sihir ilusinya, membatasi jarak pandang lawannya, lantas mengeksekusinya dengan rapi yang berfokus untuk mengulur waktu.
Dia benar-benar sadar akan kemampuannya yang tidak akan mungkin menang melawan para hunter berank lebih tinggi dari dirinya, terlebih dalam jumlah yang banyak.
Itu sebabnya dia lebih fokus untuk mengulur waktu sembari tetap menyamarkan serangannya sebagai serangan monster.
Sayangnya, sulit untuk menipu hunter yang rank-nya lebih tinggi atau setara denganmu sehingga kuestimasi bahwa ini tidak akan bertahan lebih dari semenit.
Itulah sebabnya aku bergerak cepat.
Aku menggunakan skill bayangan milik Anto sehingga secepat kilat aku telah berada di belakang Sarpian Mucahantas.
Lalu seperti apa yang kukatakan sebelumnya barusan, aku segera memukul belakang kepalanya keras-keras lantas menarik Otto yang masih pingsan bersamaku ke dalam bayangan sebelum disadari oleh kedua hunter berlevel C yang sedang mengawal Sarpian Mucahantas tersebut.
Aku berhasil merebut Otto dari tangan mereka bahkan sebelum mereka sempat menyadari apa yang telah terjadi.
Sayangnya aku tidak boleh menunjukkan skill itu terang-terangan sehingga begitu kembali keluar dari goa, aku hanya mengandalkan kecepatan lariku sembari menggendong Otto di kedua lenganku.
Aku lantas berlari secepat yang kubisa untuk turut menyeret Jeremy Rudd bersamaku.
Kurang dari semenit rencana itu berlangsung, kami bertiga berhasil kabur dari genggaman Sarpian Mucahantas.
Atau setidaknya itu yang kupikirkan.
Bagaimanapun, aku tidak mungkin mengalahkan agilitas sorang hunter yang telah mencapai ranah C.
__ADS_1
Punggungku seketika tertangkap oleh salah seorang di antara mereka.
Akan tetapi kemudian, tanpa diduga-duga oleh para bajingan itu, aku berhasil menghempaskan jauh-jauh Otto dan Jeremy Rudd dari tempat itu melalui semilir angin aura platinumku sehingga setidaknya mereka berdua berhasil kabur.