Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter

Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter
Chapter 60 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 2


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya yang memintaku memanggilnya dengan Kak Kina kemudian memperkenalkan anggota guild-nya padaku.


Ada dua puluh orang termasuk Kak Kina dari guild Lephirum yang akan ikut serta dalam ekspedisi dungeon level E kali ini.


Jumlah itu cukup banyak mengingat ini hanyalah dungeon level E, bahkan sampai hadir Kak Kina yang sudah mencapai ranah hunter level A.


Itu karena dungeon yang akan kami kunjungi saat ini termasuk ke dalam kategori spesial.


Seperti yang telah kujelaskan sebelumnya, ada tiga tipe dungeon yakni dungeon biasa, dungeon spesial, dan dungeon terkutuk.


Dungeon spesial tidak akan bisa lenyap kecuali jika true boss yang tersembunyi di ruang rahasianya dikalahkan.


Telah mulai muncul keanehan di wilayah dunia luar yang posisinya dekat dengan dungeon yang diduga disebabkan oleh dungeon tersebut.


Muncul jamur spesies baru yang tumbuh di dunia luar di sekitar daerah dungeon.


Jamur yang pada awalnya merupakan salah satu tipe monster di dalam dungeon yang diduga bisa lolos ke dunia luar karena terbawa bersama aliran mana dungeon.


Syukurlah, jamur yang tumbuh di dunia luar itu sendiri tidaklah menjadi hidup lantas menjadi monster seperti halnya di dalam dungeon.


Bukanlah jamur tersebut yang menimbulkan masalah secara langsung, tetapi keberadaan gas yang dihasilkannya telah mengevolusi bakteri pneumonia menjadi varian baru yang menimbulkan penyakit semacam pneumonia baru yang lebih mematikan.


Telah berjatuhan banyak korban dari warga sekitar di sekitar dungeon yang tidak memiliki ketahanan mana karenanya.


Jika dungeon tidak segera ditutup, ini dikhawatirkan akan menimbulkan perubahan lingkungan luar yang tidak kalah berbahayanya dengan dungeon terkutuk yang bisa menyebabkan kematian ribuan bahkan puluhan ribu penduduk di sekitarnya.


Namun kemudian muncul masalah,


“Apa maksud kamu saya tidak boleh ikut ke dalam, Kina?!”


Profesor Fritz yang bersiap-siap akan ikut serta bersamaku ke dalam dungeon tiba-tiba memperoleh pemberitahuan larangan secara sepihak.


“Maaf, Fritz, ini juga bukan atas kehendakku. Ini adalah kebijakan pemerintah daerah yang tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya, jadi aku juga hanya dapat mengikutinya saja. Tapi tenang saja, aku pasti akan menjaga mahasiswa Arnoria Rosechild di dalam dengan baik bersamaku. Aku bersumpah atas nyawaku sendiri.”


“Tapi bagaimana bisa seorang dosen meninggalkan mahasiswanya magang sendirian di tempat asing yang berbahaya, Kina?!”


“Tapi aku juga tidak dapat berbuat banyak. Atau apakah keberangkatan mahasiswa Arnoria Rosechild mau dibatalkan saja?”


“Tidak apa-apa kok, Profesor Fritz. Aku pasti akan menjaga diriku dengan baik.”


Aku segera menyela di tengah pembicaraan mereka dan mencegat Profesor Fritz berdebat lebih jauh lagi dengan Kak Kina begitu terlihat tanda-tanda dari Kak Kina akan membatalkan keputusannya untuk mengikutsertakanku.


Bagaimanapun aku tidak bisa kehilangan satu-satunya petunjukku yang berharga yang dapat mengarahkanku pada organisasi rahasia tersebut.


Jika dugaanku benar, organisasi rahasia itu telah menyusup di antara kami.


Bisa saja mereka atau salah seorang dari mereka memiliki keahlian semacam stealth atau semisal bersembunyi di balik bayangan, atau bisa saja itu adalah salah seorang atau beberapa yang sudah menyusup di antara kami dengan menyamar di antara kedua puluh anggota hunter dari guild Lephirum tersebut.


“Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu di luar sembari mengamati dinamika aliran mana dungeon bersama peneliti lain di luar sekaligus menjaga keamanan dari daerah luar terhadap kemungkinan munculnya penyusup. Siswa Arnoria…”


Profesor Fritz kemudian melangkah mendekat ke arahku.

__ADS_1


“Jika terjadi sesuatu yang mencurigakan, tolong kendalikan emosimu, siswa Arnoria. Jika diperlukan, jangan pernah ragu sama sekali untuk menggunakan return stone yang ada padamu.”


Profesor Fritz berbisik kepadaku.


“Aku mengerti, Profesor. Akan kulakukan seperti apa yang Profesor sarankan.”


Dan aku mengiyakan permintaannya itu yakni untuk mengutamakan keselamatan diriku sendiri.


***


Dungeon Spesial di Pulau Batam.


Itu adalah suatu dungeon bertipe langka di mana sama sekali tidak ada monster bertipe hewan di dalamnya, namun sebagai gantinya, dungeon itu sendiri berbentuk hutan yang keseluruhan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di atasnya adalah monster itu sendiri.


Monster tipe tumbuh-tumbuhan tidak secerdas monster tipe hewan kecuali yang telah hidup di atas seribu tahun.


Itulah sebabnya mereka menyerang dengan lebih mengandalkan naluri mereka.


Mereka akan cenderung menyerang seseorang dengan aliran mana terbesar.


Semakin tinggi peringkat seorang hunter, maka seharusnya semakin besar jumlah mana yang dapat tersimpan di dalam tubuh mereka.


Itulah sebabnya dalam menyelesaikan dungeon kali ini, mereka membutuhkan siswa pelatihan sepertiku yang masih memiliki jumlah mana yang kecil dengan kedok sebagai porter, tetapi nyatanya itu untuk menemukan pintu rahasia di mana true boss kemungkinan bersembunyi.


Di saat perhatian monster teralihkan kepada para hunter, aku ditugaskan menemukan pintu rahasia tersebut di antara segala sudut dan celah ruangan dungeon.


Pintu rahasia dungeon juga memiliki sifat yang sangat unik.


Bisa dikatakan hampir sama sekali tidak ada resiko bagiku untuk mengikuti ekspedisi di dalam dungeon spesial ini.


Kemungkinan pula, alasan mengapa Profesor Fritz sampai dilarang ikut masuk ke dalam dungeon adalah karena mana Profesor Fritz yang sangat besar.


Itu seketika akan mampu mengganggu formasi yang telah dibuat oleh guild Lephirum dalam ekspedisi dungeon ini jika perhatian para monster justru tertuju pada Profesor Fritz, bukannya pada umpan yang telah disiapkan.


Masih ada sekitar 4 jam waktu sebelum kami direncanakan akan berangkat ke dalam ekspedisi dungeon.


Para peneliti memilih waktu keberangkatan kami secara hati-hati dengan memprediksi aliran mana yang terpapar keluar dari dalam dungeon.


Dengan mengetahui perubahan energi mana itu, para peneliti bisa memprediksikan waktu di dalam dungeon itu sendiri dengan akurat.


Kebanyakan monster, termasuk monster tipe tumbuh-tumbuhan, akan aktif di malam hari.


Itulah sebabnya tim memutuskan untuk memberangkatkan kami di sekitar waktu fajar.


Di antara banyaknya monster di dalam dungeon, monster tipe tumbuh-tumbuhan yang memenuhi keseluruhan hutan dungeon memang memiliki ciri khas kesulitannya sendiri.


Tidak ada waktu buat istirahat dan lengah.


Mereka bisa menyerang dari dalam tanah dengan akar mereka ketika kamu tertidur di dalam tenda.


Begitu kamu membaringkan tubuhmu yang lelah di suatu batang pohon, tahu-tahu dirimu juga sudah tertelan ke dalamnya karena pohon yang kamu sandari itu ternyata mulut monster.

__ADS_1


Kamu harus selalu waspada selama 24 jam sehari perihal semua di sekelilingmu adalah monster.


Oleh karena itu, berangkat pada pagi hari di mana hampir semua monster masih kurang aktif adalah keputusan yang paling tepat.


***


Namun menunggu selama empat jam itu benar-benar adalah kegiatan yang membosankan.


Di saat itulah, salah seorang di antara anggota guild Lephirum yang tampak termuda di antara mereka mengunjungiku.


“Hai, Dik Arno. Benar, bukan?”


“Ah, salam kenal, Kak. Perkenalkan namaku Arno dari AHNI.”


Wanita itu tersenyum ramah menyambut salamku.


“Salam kenal juga, Dik Arno. Nama Kakak, Jenny. Kakak masih hunter rank D, tapi Kakak seorang battle mage.”


“Ah, salam kenal, Kak Jenny.”


Wanita muda itu terkesan ramah padaku, namun entah mengapa aku merasa sedikit familiar dengan wajahnya.


“Apa kamu lapar, Dik? Mau apel?”


“Ah, tidak. Aku baik-baik saja, Kak.”


“Apa boleh buat. Kalau begitu, aku makan sendiri ya.”


-Krash.


Sang wanita muda pun mulai menikmati apel yang dibawanya sendiri.


“Ngomong-ngomong, ini memang membosankan ya, Dik Arno. Padahal tadinya aku membaca dua seri novel yang aku baru beli. Nyatanya sudah selesai semuanya kubaca.”


“Wah, Kakak suka novel ya. Di luar dugaan.”


Kak Jenny kemudian memiringkan kepalanya seakan aku mengatakan sesuatu yang tidak dimengertinya.


“Apa jangan-jangan penampilanku terlalu liar sehingga aku sama sekali tak tampak sebagai wanita tipe cerdas yang suka membaca di penglihatan Dik Arno?”


“Ah, tidak. Bukan begitu kok, Kak.”


“Hehehehe.”


Kak Jenny tertawa lantas secara tiba-tiba saja mulai menjelaskan hobinya sendiri tanpa aku berniat menanyakannya sama sekali.


“Aku juga sebenarnya tidak terlalu gemar membaca. Hanya saja aku suka novel bergenre sejarah alternatif seperti kisah Sunda Empire yang baru-baru saja aku baca itu.”


“Kakak tertarik dengan sejarah Sunda Empire?”


Terhadap pertanyaanku itu, entah mengapa timbul diam yang begitu lama yang tak kuprediksikan sama sekali pada Kak Jenny.

__ADS_1


__ADS_2