
Sedari awal, aku telah mengetahui fakta yang telah jelas tersebut.
Tidak ada gunanya menyelamatkan seseorang yang dibuli jika dilakukan secara setengah-setengah.
Justru jikalau kamu tidak ada di dekatnya, orang yang kamu selamatkan tersebut hanya akan disiksa lebih parah oleh para pembuli itu.
Untuk selamat dari pembulian, perlu kesadaran diri dari sang terbuli untuk bangkit dan melawan sendiri ketertindasannya.
Bisa kusaksikan kembali bagaimana Abel Lundoln dihajar habis-habisan di belakang gedung akademi oleh Mulyadi Murhahan dan kawan-kawannya.
Mulyadi Murhahan, pemilik nomor urut A1.
Dia adalah yang terbaik di kelasnya berdasarkan ujian kemampuan sebelumnya.
Walau bagaimanapun, dia dengan bakatnya itu tetap tidak bisa menandingi Abel untuk masuk ke kelas unggulan di AHNI.
Mulyadi dan Abel sama-sama berasal dari pulau barat laut Nias.
Di sana tampaknya Mulyadi adalah anak seorang bangsawan penting, sedangkan baginya Abel yang bukan bangsawan bukanlah siapa-siapa.
Di sekolah hunter, Mulyadi juga bisa masuk ke kelas unggulan dengan mudahnya, sedangkan Abel yang berasal dari status rendahan tidak sanggup memasukinya.
Adalah hal yang wajar di beberapa tempat di Indonesista yang masih mengekang bakat-bakat para peserta didiknya hanya karena berdasarkan status sosialnya.
Setidaknya hanya pulau pusat Celebes dan pulau barat daya Java saja yang tak melakukan hal tersebut.
Jika suatu pulau dikuasai oleh beberapa bangsawan, maka akan mudah terjadi kongkalikong sehingga akan terdapat beberapa nepotisme di dalamnya.
Beda halnya jika seperti di Pulau Celebes dan Java yang hanya dikuasai oleh satu atau dua keluarga besar saja.
Tidak perlu ada yang namanya kongkalikong sejak semuanya dapat dikuasai sendirian.
Namun itu justru pula penyebab aturan menjadi lebih mudah untuk ditegakkan.
Tampaknya, Mulyadi tidak dapat menerima mengapa dirinya harus tersingkir dari kelas unggulan lantaran keberadaan Abel.
Jika seandainya saja Abel tidak ada, maka dirinya sebagai pemilik peringkat tepat di bawahnya pastilah yang akan menikmati prestige di kelas unggulan tersebut.
Itulah sebabnya dia merundung Abel.
Keberadaan Abel telah memupuskan Mulyadi dari angan-angannya.
Sedari awal dia tahu bahwa itu tidak lagi berguna untuk menindas Abel sejak ketika kelas telah diputuskan, kamu tidak akan lagi bisa berpindah kelas sampai kamu lulus dari akademi ini.
Dia tahu semuanya, tetapi memutuskan untuk tetap melakukannya karena dia hanya tidak tahan dan ingin melampiaskan segala kekesalannya kepada Abel.
Itu karena Abel kelihatan lemah sehingga dia tidak berpikir dua kali untuk menindasnya.
Mereka tidak tahu saja bahwa tubuh lemah itu hanyalah tanda awal kebangkitan kekuatan Abel sebagai werewolf.
Dia diterima di akademi ini di kelas unggulan pula karena potensi mana pool Abel yang sangat besar, bahkan jaraknya dari yang terbesar kedua yakni Julian Gerfinda masihlah seperti langit dan bumi.
Padahal sejatinya, nilai Abel yang sebenarnya akan nanti muncul pada kehebatan fisiknya setelah dia terbangkitkan.
Sayangnya untuk membangkitkan kekuatannya itu, Abel harus menjadi pribadi yang buruk.
Amarah, keangkuhan, penghinaan, dan berbagai emosi buruk lainnya, itulah yang menjadi bahan bakar untuk kebangkitan kekuatan Abel.
Penindasan yang bisa mendorong mental Abel berada pada kondisi terburuknya tentu bisa menjadi cara yang terefektif untuk membangkitkan kekuatan itu.
__ADS_1
Sayangnya, itu hanya berlaku jika sifat Abel tidak lembut.
Nyatanya, dia adalah tipikal orang yang tampak akan lebih memilih mati tersakiti daripada harus balik menyakiti lawannya.
Ya, dia juga adalah tipikal orang-orang idiot seperti Arno, bahkan lebih buruk karena jika itu Arno, dia akan tetap memilih untuk melawan, hanya saja dia akan berbelas kasih untuk mengobati luka-luka lawannya setelahnya.
Aku tidak bisa mengabaikannya.
Setidaknya, aku ingin mengatakan apa yang perlu aku katakan padanya.
Usai pembulian itu, aku pun kembali mendekati Abel dalam kondisi babak belurnya.
“Enak dipukuli?”
“Jika kau terus-terusan diam, mereka hanya akan terus menganiayamu bahkan sampai kamu sekarat.”
“Apa kau segitu takutnya sama mereka karena keluarganya?”
“Kamu takut jika kamu melawan, mereka akan macam-macam dengan keluargamu yang ada di rumah?”
“Hei, asal kau tahu, hukum di Indonesista di zaman sekarang tidak segitu lemahnya!”
“Para bangsawan juga tak dapat berbuat macam-macam pada rakyat jelata yang tidak bersalah.”
“Malahan pemerintah sekarang sedang menggencarkan program penyetaraan untuk menghapuskan istilah bangsawan dan rakyat jelata di negeri ini.”
“Justru yang ada, kamu bisa mati karena terus-terusan dipukuli begini.”
“Dan jikalau kamu mati, siapa yang akan paling bersedih jika itu bukan keluargamu, hah?!”
Abel lama terdiam setelah mendengarkan celotehanku itu padanya.
Lagipula, aku tak berniat turut campur lebih dalam lagi pada urusan orang lain yang jelas tidak ada untungnya bagiku.
Mereka adalah mantan bangsawan yang sebenarnya juga turut berjuang dalam revolusi melawan kaum imperialis dalam membentuk Negara Republik Kesatuan Indonesista ini sehingga juga layak mendapat prestige sama seperti keluarga-keluarga bangsawan lain yang masih berjaya sampai sekarang karena tak lari dari tanggung jawab mereka ketika terjadi revolusi.
Lantas mengapa justru keluarga Lundoln dikucilkan setelah turut berjasa pula dalam revolusi?
Setelah aku selidiki, itu rupanya karena pengaruh keluarga Annexia.
Ya, keluarga milik Lisanna.
Satu penjelasannya, sebagai keluarga kuno, mereka kemungkinan tahu asal-usul keluarga Lundoln.
Bagi vampire hunter, keberadaan vampir dan werewolf sama saja, sama-sama musuh yang harus dibasmi.
Namun keluarga Lundoln adalah half werewolf half human.
Hak asasi manusia juga berlaku untuk keluarga Lundoln, di samping mereka juga telah sangat membantu pada perjuangan revolusi di Indonesista.
Itulah sebabnya keluarga Annexia akhirnya memutuskan untuk membiarkan keluarga Lundoln hidup, namun sebagai gantinya, hak-hak kejayaan mereka setelah kemenangan revolusi disita dan dengan segala cara keluarga Annexia merancang skema agar keturunan keluarga Lundoln menjadi lemah dan tidak lagi menyadari keberadaan darah werewolf mereka.
Dalam artian, terlalu beresiko jika aku terlalu dekat dengan Abel.
Aku pun berpaling dan hendak meninggalkan Abel di tempat itu.
Bukannya dia tidak bisa jalan menuju ke ruang kesehatan sendiri, meski harus berjalan tertatih-tatih sekalipun.
Aku sedari awal tidak pernah punya tanggung jawab untuk merawat orang bodoh itu.
__ADS_1
Aku hanya akan berakhir menjadi perawatnya saja jika siklus ini terus saja terulang tanpa dia memiliki tekad yang kuat untuk merubahnya.
Itulah sebabnya sebaiknya aku tinggalkan dia sebelum afeksiku padanya terjalin lebih dalam.
Namun, Abel yang telah lama diam, tiba-tiba bersuara.
“Apa yang kamu ketahui tentang keadaanku?!”
“Keluarga kami sangat miskin dan kami bahkan kami harus selalu mengkhawatirkan apa yang bisa kami makan untuk bertahan hidup!”
“Lalu ketika aku tahu aku punya bakat mana pool yang sangat besar melebihi milik orang lain yang membuatku bisa mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di tempat ini, mendapatkan makanan dan pendidikan gratis, betapa kedua orang tuaku senang akannya, apakah kamu tahu?!”
“Betapa senangnya diriku melihat akhirnya muncul secercah harapan di mata kedua orang tuaku ketika melihat anaknya mampu berkuliah di tempat berprestige seperti AHNI, apa kamu tahu?!”
“Kamu sama sekali tidak tahu apa-apa tentang diriku dan hanya berceloteh seenaknya saja!”
“Bagaimana jika seandainya aku melawan, akademi akan menyalahkanku lantas mengeluarkanku, bagaimana kiranya perasaan kecewa kedua orang tuaku?!”
“Aku hanya ingin hidup tenang di akademi ini, belajar, lulus, lantas menjadi hunter yang berpenghasilan untuk menafkahi kedua orang tuaku, namun mengapa orang-orang seperti mereka selalu saja menggangguku?!”
“Lagipula kau suruh aku melawan, tetapi bagaimana caranya aku yang bertubuh lemah ini melawan keroyokan anak-anak berbadan kekar itu semua?!”
“Aku lemah dan tidak punya apa-apa, itu sebabnya aku memilih diam, jadi tolong jangan katakan hal seperti itu lagi padaku.”
“Lagian, kamu yang selalu dilindungi oleh kehangatan keluarga, mana bisa mengerti penderitaanku ini.”
Bersamaan dengan ledakan amarah Abel, notifikasi Sistem pun tiba-tiba muncul.
Poin kepopuleran Anda meningkat sebanyak 120 poin berkat afeksi Abel Lundoln, 19 tahun, pada Anda.
Nilai mungkin meningkat jika Anda membantu mengatasi permasalahan Abel Lundoln secara langsung.
Kepopuleran 1017 --> 1237
Poin kepopuleranku meningkat drastis di awal-awal saja setelah menjadi Arno.
Namun ketika mencapai poin 1017, nilai itu telah lama tidak meningkat lagi.
Dan secara tiba-tiba saja, itu meningkat drastis sebanyak 120 poin?
Ditambah itu akan meningkat lebih banyak lagi jika aku membantu mengatasi permasalahan Abel secara langsung?
Kini, mana mungkin aku tidak tergoda untuk membantu Abel.
“Kamu lemah? Jangan bercanda, Abel Lundoln! Kamu hanya tidak tahu saja bagaimana cara membangkitkan kekuatanmu itu.”
“Apa yang…”
“Bagaimana kalau kuajarkan cara membangkitkan kekuatan terpendammu?”
“Maksudnya?”
“Jika apa yang kamu khawatirkan adalah keselamatan keluargamu, selama kamu menunjukkan hasil yang baik dalam pelatihan kekuatanmu, keluaga Rosechild bisa melindungi keluargamu.”
“Kami bahkan bisa membawa kalian semua tinggal di Kota Sunda Palapa ini saja demi melindungi kalian.”
“Kedua orang tuaku juga pasti takkan menolak sejak mereka adalah orang-orang yang menghargai kekuatan lebih daripada siapapun.”
“Nah, bagaimana, Abel? Apa kamu tertarik untuk merubah nasibmu yang menyedihkan itu dengan bantuanku?”
__ADS_1
Aku mengulurkan tangan kepada Abel lalu Abel pun menerimanya.
Dengan iming-iming poin kepopuleran, sekali lagi aku terperangkap oleh jebakan Sistem untuk membantu Abel menjadi lebih kuat.