
“Dik Arno, apa kamu sudah kenyang hanya makan segitu? Nih, tambah lagi biar tambah kenyang?”
“Ah, tidak, Kak. Aku sudah kenyang. Hahahahaha.”
“Apa jangan-jangan dagingnya kegosongan? Kalau gitu, nih makan punya Om saja. Kematangan daging yang Om panggang sempurna.”
Ah, tidak apa-apa kok, Kak.”
“Mau teh, Dik Arno?”
“Boleh, Kak.”
Melupakan tentang penampilan mereka yang rata-rata garang kecuali Kak Jenny dan Kak Levina, di luar dugaan seluruh anggota guild Lephirum adalah orang yang ramah-ramah.
Yah, terkecuali sang wakil guild master mereka, Zerick Lampharge, yang senantiasa memberikanku tatapan membunuh seolah bisa membunuh semua orang di sini kapan saja.
Namun dengan mengecualikan Zerick Lampharge dalam list, aku senang berada di tengah-tengah mereka.
Mereka benar-benar memperlakukanku dengan hangat bagai putra mereka sendiri yang baru memulai petualangannya.
Sehabis terlepas dari para ulat, kini yang tersisa di hadapan kami adalah mengalahkan sang boss monster.
Sayangnya, aku sudah tahu bahwa sedari awal bukanlah itu tujuan dari guild Lephirum datang ke tempat ini, melainkan pencarian keberadaan true boss demi menutup keberadaan dungeon ini untuk selamanya perihal keberadaannya telah menyebabkan gangguan di dunia nyata yang tak bisa ditolerir lagi.
Dungeon ini secara tak langsung telah menciptakan sebuah wabah yang telah membunuh begitu banyak nyawa orang.
Wajar sebagai guild native pulau ini, guild Lephirum menginginkan penutupan dungeon sesegera mungkin untuk selamanya.
Bisa kulihat bagaimana Kak Levina tanpa mengatakan apa-apa terus berupaya mencari keberadaan ruang rahasia tempat true boss berada.
Bahkan Kak Jenny yang sedari tadi tidak henti-hentinya menggangguku seketika diam dan berfokus untuk menyupport Kak Levina.
Tetapi mengapa bahkan dengan kekuatan pendeteksian hebat Kak Levina, ruang rahasia itu belum juga ditemukan?
Aku berupaya membantunya melalui gabungan kekuatan pendeteksianku dan Anto, tetapi keseluruhan akar monster-monster pohon yang tertancap di tanah mengeluarkan energi aneh di sekitar tanah yang menyebabkan Anto menjadi sulit bergerak dalam bayangan di tanah.
“Ah.”
__ADS_1
Aku tiba-tiba tersadar oleh suatu fakta yang sudah sangat jelas.
Selama ini Kak Levina hanya mencari ke sekitar.
Ada satu tempat yang jelas-jelas terlupakannya, yakni di dalam tanah.
Besar kemungkinan kalau ruang rahasia true boss tersebut tersembunyi di sekitar tempat di dalam tanah.
Tapi bagaimana aku mengungkapkan pendapatku ini kepada yang lain sejak mereka merahasiakan tujuan utama mereka memasuki dungeon ini?
Aku tak mungkin tiba-tiba saja bilang bahwa aku sebenarnya mengetahui rahasia mereka yang mereka coba sembunyikan karena jaringan informasi AHNI jauh lebih hebat daripada yang mereka kira.
Kemungkinan besar ketika keberadaan ruang rahasia true boss itu terungkap, anggota organisasi rahasia, The VI, akan muncul.
Aku belum punya bukti untuk itu, tetapi aku punya perasaan yang kuat tentangnya.
Instingku mengatakan bahwa apapun yang diincar oleh organisasi kejahatan itu, pastilah berhubungan dengan keberadaan ruang rahasia true boss tersebut.
Dan orang yang paling mencurigakan dari semuanya sebagai anggota The VI yang menyusup tidak lain adalah Zerick Lampharge, wakil guild master mereka.
Sekali lagi aku tidak punya bukti untuk itu, tetapi instingku mengatakan dengan kuat bahwa jika ada seorang pembunuh di antara kami yang mencoba menutupi jati diri mereka yang sebenarnya, itu adalah Zerick Lampharge.
“Kak Kina, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tak yakin apa harus mengatakannya atau bagaimana.”
“Apa itu, Dik Arno?”
“Tanah di tempat ini aneh. Akar-akar pohonnya mengeluarkan interferensi mana yang sangat kuat sehingga sulit untuk ditelisik ke dalamnya. Sebenarnya aku juga punya skill pendeteksian standar untuk melihat jikalau ada musuh yang akan menyerang dari jarak dekat, tetapi skill-ku rupanya sedari tadi tak dapat digunakan karena terhalang oleh energi aneh itu seolah ada ruangan rahasia di dalam tanah yang coba disembunyikan oleh monster-monster pohon tersebut.”
Kak Kina tiba-tiba terlihat menyadari sesuatu kemudian melirik secara bergantian terhadap Zerick Lampharge dan Kak Levina.
Sesaat kemudian, terlihat jelas bahwa Kak Levina segera mengganti gear-nya dan mulai mengalirkan energi pendeteksiannya ke dalam tanah.
“Ketemu!”
Sekitar sepuluh menit berada dalam diam ketika mulai mengalirkan aliran energinya itu ke dalam tanah, Kak Levina pun tiba-tiba berujar.
Kak Kina dan Zerick Lampharge kemudian saling mengangguk.
__ADS_1
Terlihat bahwa seluruh anggota guild yang lain mengerti akan isyarat tersebut, namun terlihat jelas bahwa mereka sangat tidak enak terhadapku yang merupakan orang luar anggota guild yang mereka kira sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang tujuan mereka yang sebenarnya.
Mau tidak mau, karena keegoisan para manusia yang menduduki jabatan atas, penutupan dungeon spesial telah menjadi polemik sendiri bagi negeri ini.
Itu telah dijadikan ranah politik yang menentukan kekuatan masing-masing guild.
Aku malu mengakuinya, tetapi yang paling berperan besar terhadap hal ini adalah ibuku sendiri dan guild Rosechildnya.
Butuh proses yang panjang hanya untuk perizinan penutupan dungeon spesial, mulai dari rencana, sudah tidaknya melakukan ekspedisi awal untuk memastikan lokasi keberadaan ruang rahasia true boss yang tepat, pemeriksaan kesehatan lengkap dari para anggota ekspedisi, dan lain sebagainya.
Itu semua dilakukan hanya untuk memperhambat kesuksesan guild yang tidak diinginkan dengan meraup prestasi melalui penutupan dungeon di mana dungeon besar-lah yang ujung-ujungnya akan memakan prestasi yang sudah dibukakan jalannya dengan sangat lebar oleh guild batu loncatan itu.
Mau tidak mau, guild Lephirum hanya bisa beralasan melakukan ekspedisi biasa untuk mengumpulkan harta dungeon saja dan bisa beralasan belakangan bahwa mereka tanpa sengaja melakukan penutupan dungeon dengan tak sengaja menemukan ruang rahasia true boss lantas mengalahkannya.
Tergantung dari kemampuan mereka mengelak, guild mereka bisa saja dibekukan untuk selamanya, tetapi aku bisa merasakan perasaan Kak Kina bahwa tak mungkin mereka yang telah lama tinggal di pulau ini membiarkan kematian para warganya sendiri perihal keberadaan dungeon tersebut.
Bagi mereka, dungeon ini harus segera dimusnahkan, tidak peduli apa akibat setelahnya.
Lagipula sedari awal, bukanlah prestasi yang mereka incar, melainkan alasan kemanusiaan.
Bagiku yang bukan manusia ini, guild Lephirum justru terlihat lebih manusiawi daripada guild Rosechild dan para tikus petinggi berdasi itu.
Aku mengutuk penggunaan dungeon untuk ajang kekuasaan politik walaupun yang melakukannya tidak lain adalah keluargaku sendiri.
Itulah sebabnya aku tahu alasan mereka mengapa mereka hesitasi terhadapku.
Itu pulalah yang kemungkinan menjadi alasan mereka dulu mengapa mereka lebih menginginkan Alvin Hermes ketimbang diriku.
Jika bukan aku yang mengintervensinya, pastilah Alvin Hermes yang telah berdiri di posisiku saat ini.
Mereka mau tidak mau hanya bisa menerima keikutsertaanku setelah aku membalikkan alasan yang mereka ajukan sendiri demi tidak menarik kecurigaan keluarga Rosechild.
Tanpa mereka semua ketahui bahwa mereka telah terlibat terhadap sesuatu yang lebih berbahaya, keberadaan organisasi kejahatan The VI tersebut.
Akankah aku bisa tetap dalam rencana?
Kebersamaan kami bahkan belum genap sehari, tetapi aku telah merasakan hubungan kedekatan yang begitu berarti terhadap mereka.
__ADS_1
Aku tidak bisa membiarkan mereka menjadi korban kebiadaban The VI begitu saja sama seperti Arnoria Rosechild yang asli dan kawan-kawanku yang lain di SMUT mati secara mengenaskan karena kebiadaban mereka.