Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter

Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter
Chapter 48 – AJANG KOMPETISI TAHUN PERTAMA bag. 1


__ADS_3

Setelah kian lamanya aku libur seharian di rumah karena alasan luka-luka yang kuderita pasca serangan hunter sub-guild keluargaku sendiri, kini akhirnya aku bisa kembali menghirup udara kebebasan di akademi.


Hal yang pertama kali kulakukan setelah kembali adalah menemui Profesor Fritz.


Tidak kusangka bahwa perkembangan Beliau dalam menyelediki organisasi kegelapan itu telah sangat signifikan.


Beliau belum mengetahui apapun terkait nama maupun identitas mereka, tetapi Beliau berhasil menemukan rekam jejak aktivitas mereka.


“Apa ini bisa dipercaya, Profesor?”


“Entahlah. Oleh karena itu kupikir akan menyelidikinya secara langsung bersamamu. Akan tetapi…”


Terlihat Profesor Fritz menatapku gelisah seolah ada yang ingin disampaikannya, tetapi merasa sungkan.


“Sudah, katakan saja, apa itu, Profesor?”


Setelah hesitasi sejenak, Profesor Fritz pun berucap,


“Aku sudah mengajukan namamu sebagai asisten pembantu dalam misi yang disamarkan untuk menyelidiki organisasi kegelapan tersebut. Nyatanya, Kepala Akademi sama sekali menentangnya.”


“Nenek Litana Magus melakukannya? Apa Profesor menjelaskan detail organisasi kegelapan itu kepada Beliau?”


Terhadap pertanyaannku itu, Profesor Fritz segera menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Sampai saat ini, akan sulit untuk mempercayai orang luar. Kita tidak akan pernah tahu orang macam apa yang akan menjadi anggota organisasi kegelapan tersebut. Dan itu tidak terlepas bagi Kepala Akademi.”


Aku bisa mengerti darimana sikap Profesor Fritz itu berasal.


Wajar saja jika Beliau akan mencurigai siapapun perihal tiada yang menduga pula bahwa seorang pengajar sebelumnya di SMUT yang tampak baik hati dan bersahaja di luar seperti Profesor Luvien adalah salah satu dari anggota organisasi tersebut.


“Lantas mengapa Nenek Litana sampai menentangnya?”


“Daripada menentangnya, sewaktu aku mengajukan misi ini, rupanya ada permintaan bantuan sejalan yang datang dari guild Lephirum dan tampaknya mereka lebih cenderung mengajukan nama Alvin Hermes untuk misi tersebut. Kepala Akademi tidak dapat berbuat banyak sejak kamu pernah kalah dengan Alvin Hermes dalam duel baru-baru ini.”


Berdasarkan laporan Profesor Fritz, tampaknya organisasi kegelapan itu sedang mengincar salah satu isi dungeon tumbuh-tumbuhan yang baru-baru ini muncul di Pulau Batam.


Itu adalah tipe dungeon spesial, namun karena sumber daya berupa obat herbal langka yang banyak terdapat di tempat itu, Guild Lephirum sebagai guild yang ditugaskan untuk bertanggung jawab terhadap dungeon itu memilih untuk menunda penutupannya dengan memperpanjang tenggat waktu pencarian boss rahasia yang tersembunyi di suatu tempat tertentu di dalam dungeon tersebut.


Guild Lephirum saat ini memilih untuk mengoptimalkan pengambilan sumber daya dari dalam dungeon.


Itulah sebabnya mereka membutuhkan seseorang yang dapat memanagerisasi bagian pengelolaan pengambilan sumber daya dungeon dengan baik dengan bekerjasama terhadap murid akademi yang memiliki pengetahuan dungeonisasi yang lebih luas.


Itu wajar saja sejak di zaman mereka, pendidikan mengenai dungeon belum sematang sekarang perihal seperti yang kalian ketahui, munculnya dungeon di dunia luar baru terjadi belakangan ini, tepatnya 3 tahun silam di mana aku memperoleh familiarku, Anto.


Alvin Hermes pasti terpilih dari sekian nama yang ada ketika mereka memutuskan untuk memakai tenaga bantuan dari akademi perihal background Alvin Hermes yang berasal dari keluarga merchant sehingga kerjaan seperti itu telah biasa baginya.


“Baiklah, aku akan coba mengomunikasikan hal ini pada Kepala Akademi.”

__ADS_1


“Aku serahkan padamu, siswa Arnoria. Aku mengharapkan hasil yang baik darimu.”


“Tentu saja, Profesor.”


Demikianlah aku beranjak dari ruangan Profesor Firtz menuju ke ruang kepala akademi.


“Ah, Kak Arno? Apa yang Kakak lakukan kemari?”


Di ruangan sang kepala akademi, aku bertemu dengan Arcia.


“Ada sedikit hal yang ingin aku bicarakan dengan Nenek Litana.”


“Arcia sayang, bisakah kau membuatkan kami teh sekaligus membawakan cookies yang berasal dari toko L?”


Toko L masih berada di wilayah akademi sehingga itu masih merupakan tempat yang aman, namun Toko L seharusnya memiliki jarak yang tidak dekat dari tempat ini.


Nenek Litana tampaknya cukup cepat tanggap terhadap tujuanku datang ke tempatnya.


Itulah sebabnya begitu aku menemuinya sekarang, dia dengan cepat menyingkirkan Arcia dari kami.


Profesor Fritz tidak mengetahuinya, tetapi lebih dari siapapun, Nenek Litana-lah di akademi ini yang memiliki jaringan informasi terluas.


Dari dulu Nenek Litana telah mengetahui tentang keberadaan organisasi kegelapan itu dan melakukan segala cara yang dia bisa untuk mencegahku berinteraksi dengan mereka.


Bahkan Beliau-lah yang pertama kali memperkenalkanku terhadap nama mereka, Six.


Walaupun hanya beranggotakan enam orang, organisasi itu mampu mengguncangkan stabilitas dunia.


“Jadi, jikalau aku meminta, akankah Nenek menyetujui permintaanku untuk mengikuti ekspedisi yang akan dilakukan oleh guild Lephirum pada dungeon tersebut?”


Sang nenek pun kemudian menjawab dengan bijak,


“Arnoria, apa yang kamu tuju terlalu berbahaya. Mana mungkin aku yang telah menganggapmu sebagai cucuku sendiri akan mengirimkanmu ke tempat yang jelas-jelas sangat berbahaya.”


“Lantas bagaimana dengan Alvin? Jika tempat itu berbahaya, bukankah juga akan timbul masalah dengan mengirimkan mahasiswa lainnya?”


Aku mau tidak mau jadi mempertanyakan soal sikap pilih kasih dari Nenek Litana tersebut.


“Setidaknya Alvin hanya akan bertindak sebagai porter yang tenang dalam misi tersebut dan takkan berhubungan dengan organisasi tersebut karena Alvin tak tahu-menahu persoalan mereka.”


“Tujuan organisasi itu kali ini jelas-jelas hanyalah berburu bahan langka sehingga mereka juga tidak mungkin akan melakukan tindakan yang akan memancing perhatian publik sehingga Alvin akan aman selama tidak menganggu mereka di sana.”


“Tapi kamu berbeda, Arno. Kuyakin kamu akan segera bertindak serampangan begitu kamu menyadari keberadaan mereka di sana.”


Aku bisa merasakan amarah yang meluap di dalam dadaku ketika Nenek Litana mengatakan hal tersebut padaku.


“Atas dasar apa Nenek Litana bisa yakin kalau Alvin akan aman berada di sana?!”

__ADS_1


“Aku pula selama ini belajar dari Profesor Luvien sialan itu tanpa mengetahui bahwa suatu hari dia akan membunuh ke-21 orang teman seangkatanku.”


“Mereka adalah organisasi yang sangat kejam!”


“Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan mereka lakukan kepada para hunter lain di luar sana, dan Anda bilang Alvin aman, hah?!”


Aku seketika tersadar dari amarahku.


Betapa aku menyesal tanpa sadar telah membentak sang nenek.


Walaupun sebenarnya usiaku pastilah sangat jauh lebih tua darinya, namun 3 tahun lebih aku hidup sebagai manusia, pastinya telah terpatri di dalam benakku masa remaja itu.


“Maafkan aku, Nek. Aku tidak bermaksud membentak Nenek. Tapi ketimbang Nenek mengutus Alvin Hermes ke dalam bahaya itu, biar aku saja yang menggantikannya.”


Setelah lama diam, sang nenek kembali menjawab,


“Aku juga telah memikirkan hal itu baik-baik.”


“Makanya Nenek sedang mencari alasan yang tepat untuk membatalkan kepergian Alvin Hermes ke sana, suatu alasan yang takkan merusak hubungan bilateral antara akademi dan pihak organisasi guild hunter.


“Sedari awal Nenek memang tidak berencana untuk mengutus siapa-siapa.”


Jawaban yang jujur yang benar-benar datang dari lubuk hati seseorang pimpinan yang telah lama mengayomi akademi ini dan telah menganggap kami semua, mahasiswa-mahasiswanya, sebagai cucu-cucunya sendiri.


Aku tahu Nenek Litana juga mengkhawatirkanku, akan tetapi bagaimanapun aku tak ingin menyerah terhadap organisasi kegelapan tersebut.


“Aku bersumpah takkan melakukan hal yang ceroboh, Nek. Lagian Profesor Fritz juga akan ikut bersamaku ke sana, jaga-jaga jika ada variabel tidak terduga yang terjadi.”


“Jadi ini semua perihal hasudan Profesor Fritz rupanya.”


“Kumohon jangan salahkan Beliau, Nek.”


“Lagipula jika aku menyetujuinya, pihak Lephirum belum tentu juga akan menyetujuinya, terlebih dengan informasi kekalahanmu yang sudah beredar luas terhadap Alvin Hermes di kalangan para petinggi guild hunter.”


“Apakah separah itu gosipnya menyebar?”


“Jangan remehkan jaringan informasi guild, terlebih itu informasi mengenai salah satu calon pewaris guild hunter ternama seperti milik keluarga Rosechild.”


“Jadi aku hanya harus menunjukkan bahwa aku lebih unggul dari Alvin Hermes kan, Nek?”


“Untuk saat ini, mari kita lakukan seperti itu dulu.”


Sembari mengatakan hal tersebut, terlihat Nenek Litana menyodorkan sebuah pamflet padaku.


“Sekitar 3 minggu lagi di festival perayaan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesista, akan ada kompetisi beratung antarsesama mahasiswa. Ikutilah kompetisi mahasiswa barunya, kudengar Alvin Hermes juga akan mengikuti kompetisi tersebut. Di ajang itu, kamu bisa membuktikan siapa di antara kalian yang lebih unggul.”


Tentu saja aku memutuskan untuk turut ambil bagian dalam kompetisi itu.

__ADS_1


__ADS_2