
Amy memandangi makan malamnya. Ia membolak-balik balik isi piring tanpa niat untuk makan. pikirannya terpusat pada Derek. Bagaimana lelaki itu jatuh berlutut setelah Amy menghantamkan lututnya di ************ pria itu, lalu suara tawa terkekeh dari Derek yang terdengar mengerikan dan membuat ia merinding sesaat sebelum ia berlari cepat meninggalkan Derek di kamar.
"Anda tidak menyukai makan malamnya, Nona?" Suara Jason yang bernada khawatir menyentak Amy dari lamunannya. Amy tersenyum sambil menggeleng.
"Bukan begitu Paman Jason, Aku hanya kehilangan selera makan ku."
"Master Derek berpesan sebelum pergi tadi bahwa saya harus memastikan anda makan. Master akan khawatir bila tahu Anda sama sekali tidak menyentuh makan malam Anda."
Amy tersenyum mendengar perkataan Jason, mana mungkin Derek merasa khawatir, lelaki itu pasti tengah memikirkan cara untuk menghukum Amy .
"paman, bolehkah aku berkeliling mansion saja? Aku merasa bosan."
__ADS_1
Tanpa menunggu persetujuan dari Jason, Amy berdiri, melangkah meninggalkan meja makan. Tujuannya adalah ruang perpustakaan, ia tahu ruangan itu menyimpan ribuan buku ketika beberapa kali melewatinya saat pelayan yang membersihkan ruangan membiarkan pintu ruangan terbuka.
Perlahan Amy membuka pintu besar ruang perpustakaan, sesuai perkiraannya, ribuan buku tersusun rapi memenuhi rak rak yang tersusun di sebelah kiri ruangan dan terdapat sofa sofa yang kelihatan sangat nyaman di sebelah kanan untuk ia duduk saat membaca nanti . Ia memilih sebuah buku tentang pengolahan tanah dan perawatan tanaman, Amy tergoda mengetahui cara perawatan taman di mansion sehingga tetap indah dan asri seperti yang ia lihat ketika memandang keluar jendela.
Memilih sofa yang membelakangi jendela Amy duduk mengatur posisi serileks mungkin, Ia merebahkan kepalanya di sandaran sofa menikmati keheningan ruangan yang entah kenapa memberikan kenyamanan untuknya. Lalu fokus matanya terpusat pada satu titik di dinding perpustakaan , pada dua buah foto berukuran lumayan besar. Amy berdiri , berjalan kearah gambar di foto, matanya fokus dan keningnya berkerut. Tidak salah lagi ... ini ....
"Mamma!?" Jari jari lentiknya membelai wajah seorang wanita cantik yang tengah tersenyum dengan dua lesung pipi , bermata biru dengan rambut panjang berwarna coklat mengkilap. Wanita dalam foto itu masih sangat muda, mungkin masih remaja, wajahnya begitu mirip dengan ibu Amy, lalu matanya berpindah pada foto satunya yang merupakan foto versi lebih kecil dari wanita itu bersama tiga orang laki laki yang mengelilinginya. Satu lelaki yang mungkin baru beranjak dewasa di sebelah kanannya, seorang anak lelaki yang mungkin seumuran dengan wanita itu di sebelah kirinya ... lalu seorang laki laki paruh baya yang berdiri di belakang sambil memeluk ketiga anak tersebut.
Berbagai dugaan bermunculan di otak Amy, ada hubungan apa antara ibunya dan keluarga Langton? kenapa foto masa kecil dan remaja ibunya ada di mansion ini ?
Ibunya dan pria itu tersenyum lebar, sepertinya suasana hati mereka saat itu sangat bahagia. Perlahan Amy mengangkat pigura kecil itu lalu mengelus wajah ibunya dengan ujung jari.
__ADS_1
"Mamma." sedih Amy berbisik. Ia tak menyadari air mata yang mulai mengalir menuruni pipinya yang putih, berdiri kaku meratapi kedua orang tuanya yang telah tiada. Ibunya meninggal saat Amy berumur 15 tahun, setelah berjuang hampir selama 7 tahun melawan kanker otak yang menggerogotinya.
Ayahnya sangat mencintai ibunya, atas permintaan ibunya yang saat itu tengah mengandung Amy, ayahnya berjanji mengundurkan diri dan meninggalkan dunia mafia. Ia melepaskan jejaknya di dunia hitam demi ibu Amy. Walaupun menurut ayahnya , ia tak pernah bisa melepaskan diri sepenuhnya dari kehidupan mafia dikarenakan campur tangan keluarga Langton.
Erland Langton tidak akan pernah membuat hidup ayahnya tenang, penghancuran beberapa pabrik, hektaran kebun yang gagal produksi ... kehancuran beberapa bisnis legal keluarga ... ayahnya tahu, Erland Langton ada dibalik semua kejadian itu.
Namun Arthur Sky yakin bahwa Erland Langton tidak akan menyentuh istri dan putri nya.
"Langton akan melakukan apapun untuk memancing kemarahan dan memprovokasi ku, tapi dia tidak akan menyentuh istri dan putri kesayanganku." begitulah yang Ayahnya katakan saat Amy bertanya tentang dendam dan permusuhan antar dua keluarga mereka.
Apakah keyakinan ayahnya saat itu karena keberadaan ibunya yang ada hubungan dengan keluarga Langton? Amy terhanyut dengan pemikirannya sendiri sehingga tidak menyadari suara langkah kaki seseorang yang memasuki ruangan.
__ADS_1
"Laki-laki yang memeluk ibumu itu adalah ayahku, Erland Langton." Amy berputar dan terkejut mendapati Derek telah berdiri begitu dekat di hadapannya.
*********