Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** Lucius **


__ADS_3

"Sudah kukatakan jangan bermain main dengan nyawaku ,Regina."


Mike memelintir lengan Reggie. Suara terkesiap Reggie ketika merasakan sakit di lengannya tak membuat Mike mengendurkan pegangannya.


"Kau membohongiku!"


Mike tidak membantah, Ide Derek untuk mengumpankan Amy tidak sempat mereka ubah. Mike hanya bisa menjauhkan Reggie agar tidak mengganggu semua rencana mereka. Namun sekarang ia sudah mengetahui semuanya. Tak ada lagi yang bisa Mike katakan untuk menyimpan rahasia pada gadis itu. Entah apa yang dikatakannya pada Alex, sehingga pria itu menceritakan semua kejadian pada Regina.


"Semuanya jadi berantakan karna Nonamu itu melarikan diri dan membuat dirinya tertangkap! ia membuat rencananya sendiri! "


"Jangan menyalahkannya! Kalian para pria bodoh tidak bisa melindunginya!"


Mike menjepit kuat lengan Reggie ke arah punggung gadis itu, geram dengan kata kata Reggie barusan.


"Jangan lupa Derek menyerahkan dirinya agar nonamu itu tak disekap sendirian disana! Jangan mengamuk dan bertingkah tidak masuk akal Regina! Banyak yang perlu aku kerjakan untuk menyelamatkan mereka!"


Mike melepaskan Regina dan membalikkan tubuh gadis itu ke arahnya. Terkejut dengan mata berkaca kaca yang ia lihat di wajah gadis itu.


"Kau...." Mike kehilangan kata kata, tidak menyangka atas emosi yang ia lihat di wajah kucing liar pembangkang itu.


Reggie menunduk menyembunyikan wajahnya. Kekhawatiran yang memenuhi dadanya membuatnya merasa sesak, rasa tak berdaya mengetahui Amy pergi ke sarang para penjahat itu membuat nya lemas. Ia merasa ingin menangis, merasa tak berguna, mengapa selalu ia yang diselamatkan oleh keluarga Sky. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan keluarga Sky. Regina merasakan tubuhnya ditarik dan dipeluk erat di dada Mike..


"kita akan menyelamatkan mereka! Jangan menangis ... mereka akan kembali."


Kata kata lembut itu membuat pertahanan Reggie jebol. Ia menangis, membiarkan air matanya tumpah, menyalurkan rasa tak berdayanya di dalam pelukan Mike.


"Berjanjilah ... hanya dia keluargaku...." Mike memejamkan mata mendengar ucapan lirih itu. Sepenuhnya mengerti bagaimana perasaan Reggie.


Suara pintu terbuka membuat Mike menoleh. Alex masuk bersama seorang lelaki berkulit putih dengan rambut hitam panjang yang diikat menjadi satu di tengkuknya. Sebuah berlian terlihat berkilat di telinga kiri lelaki itu, senyum dingin yang menghias bibirnya menambah kesan kejam di wajahnya.


"Apakah kami mengganggu, Mike?! " Pria itu memandang Regina yang berada dalam pelukan Mike. Namun tidak dapat melihat wajahnya karena gadis itu menoleh ke sisi lain dari arah mereka datang.


"Tidak, aku sudah menunggumu, Sanchez."


"Ah ... panggil aku Lucius." Pria itu tersenyum memandang ke arah Mike yang masih memeluk Regina.


Mike merasakan tubuh Regina menegang. Cengkraman Regina di dadanya menguat ketika Lucius menyebutkan namanya.

__ADS_1


"Pergilah bersama Alex ...." Mike menjauhkan tubuh Reggie ,memandang wajah nya yang terlihat pucat. Regina mengangguk, lalu berjalan ke arah Alex dengan menunduk. Rambutnya yang panjang berayun menutupi kedua sisi wajahnya. Ia berjalan cepat keluar di ikuti oleh Alex.


Mike memperhatikan dengan seksama ketegangan yang menguar dari tubuh Regina dan Lucius Sanchez yang memandang tajam gadis itu sampai ia hilang di balik pintu.


"Siapa nama gadis itu?" Lucius menoleh ke arah Mike, merasa sedikit kesal karena tak dapat melihat dengan jelas wajah gadis yang baru saja melewatinya.


Mike tidak menjawab. Memasang wajah datar seakan mengatakan bahwa siapapun gadis itu, tidak ada urusannya dengan Lucius.


"Aku bertanya karena ia mengingatkanku pada seseorang." Lucius berharap sebuah nama terlontar dari bibir Mike. Tapi lawan bicaranya itu membisu.


"Ah ... baiklah kalau begitu, kita hanya akan bicara tentang bisnis." Lucius duduk tanpa dipersilakan.


Mike mengangguk. "Benar, kau sudah lama ingin menjalin kerjasama. Sekarang kita bisa memulainya, kau bisa masuk merambah ke wilayah kami dan kami ke wilayahmu. Dengan begitu, kita sama sama saling diuntungkan."


"Siapa yang ingin kau cari?" Lucius menatap tajam mata Mike.


"Aku menginginkan Jonathan dan Jack Langton ...."


Mike menyadari Lucius tidak terkejut mendengar dua nama itu.


"Informanmu bagus juga, dengan cepat mengetahui mereka ada di wilayahku."


"Kau tahu bagaimana aku bukan ... bagiku semuanya adalah bisnis. Terlaksana jika ada pertukaran yang sama-sama menguntungkan."


"Apa yang ia tawarkan padamu. Sehingga kau membiarkan ia masuk ke wilayahmu."


"Jonathan berjanji aku bisa meluaskan jaringan bisnisku ke wilayah Langton ... bahkan juga menguasai wilayah Sky yang sudah ditinggalkan pemiliknya." Lucius menginginkan kekuasaan di dunia bawah tanah, wilayah terbesar yang dikuasai keluarga Langton adalah sasaran terbaik untuk pemasaran senjata-senjata buatan perusahaannya. Sky yang menjadi lawan sebanding dengan Langton telah lama keluar dari permainan dunia bawah setelah ia menikah, sehingga penguasa daerah itu hanyalah klan Langton seorang.


"Dan apa yang ia inginkan sebagai balasan."


"Tentu saja ia ingin membeli beberapa senjata yang hanya dimiliki oleh kami. Termasuk juga kebebasan keluar masuk di wilayahku."


" Juga senjata kimia?" Mike mendesis.


"Itu keahlian kami ... kalian ahli di tekhnologi, semuanya canggih dan modern. Pengembangan yang selalu kalian lakukan digunakan oleh seluruh dunia. Tapi jaringan bawah lah yang membuat bisnis kalian selalu lancar dan dalam kendali."


"Kerja sama seperti apa yang kau inginkan."

__ADS_1


"Aku ingin kebebasan di wilayah bisnis kalian. Gunakan persenjataanku ... dan bebaskan orang orangku bergerak di daerah kalian."


"Jika aku menyetujuinya ... apa yang ku dapat?"


Lucius tertawa mendengar ucapan Mike.


"Mike, Derek berulang kali menolak bekerja sama denganku. Dan karena Jonathan berada di wilayahku, sekarang kau menghubungiku. Aku tidak mengganggu teman bisnis. Tapi juga tidak menutup mata terhadap apa yang mereka lakukan."


"Kau tau dia disana." Mike menyipit memandang pria dihadapannya. Mata abu - abu itu menusuk Lucius dengan tajam, andai mata bisa membunuh, Lucius merasa ia sudah mati dengan menggenaskan.


"Sudah kukatakan, apapun yang mereka lakukan, itu bukan urusanku. Jonathan hanya ingin akses ke daerah ku. Memilih wilayahku karna tau Derek tidak akan mau menyentuhnya, Derek tidak akan mau membangun relasi apapun dengan keluarga Sanchez. Seperti yang selalu dilakukan almarhum ayahnya."


"Bebaskan kami masuk ke wilayahmu, Sanchez! bantu aku mencari Derek! dan kerjasama apapun yang kau inginkan akan aku penuhi."


"Berarti benar Derek ada disana...." Lucius terlihat sangat tertarik. "Bagaimana kau tahu ia belum mati?"


Mike menggeretakkan rahangnya mendengar pertanyaan Lucius. Belum ada proses peralihan kekuasaan, pengacara mereka masih belum mengonfirmasi. Yang artinya Derek masih belum menandatanganinya. Jonathan belum akan menghabisinya jika Derek belum tanda tangan.


Mike sangat yakin, Derek akan mengulur waktu, hingga ia dan Alex punya cukup waktu untuk menyelamatkannya. Tapi yang Mike takutkan selama proses menunggunya. Entah apa yang akan dilakukan Jonathan pada Derek dan Amy.


"Aku ingin akses ke daerahmu seluas luasnya. Termasuk wilayah Arthur Sky. Erland dan Arthur tidak pernah sedikitpun melonggarkan penjagaannya terhadap kami. "


Mike mengernyit. " Kalian tak kekurangan tempat untuk berbisnis, jangan katakan kalau hanya itu ulasanmu untuk masuk ke wilayah Langton...."


Lucius menyerigai, "kau menebak dengan benar, Mike! Sama sepertimu ... ingin akses mencari Derek di wilayahku, dan akupun ingin akses mencari seseorang yang telah bersembunyi bertahun tahun. Bahkan ayahku selalu gagal menangkapnya."


"Siapa?" bola mata abu- abu itu memandang tajam, berdebar menunggu Lucius menyebutkan sebuah nama.


"Marinna Hastings ... seorang wanita dengan rambut pirang dan mata biru." Mata Lucius tiba tiba menerawang, mengingat seorang wanita yang di penjara di bawah tanah mansion tempat tinggalnya bertahun-tahun lalu, dengan seorang anak perempuan berambut hitam yang selalu menangis di sisinya.


Mike menghembuskan napas lega ... ia tak mengenal nama itu.Apapun yang Lucius cari takkan memberikan kerugian apapun bagi keluarga Langton. Ia akan memberikan kerjasama yang diinginkan Sanchez selama bertahun-tahun ini, memberikan akses yang mereka minta. Bahkan mungkin akan membantunya mencari wanita itu. Derek akan mengerti, nyawa nya lebih penting dari apapun.


Ia akan memahami tindakanku, pikir Mike.


"Kami mencarinya bertahun tahun. Ia membawa lari seorang gadis kecil. Gadis mungil nan cantik dengan rambut hitam dan juga mata yang berwarna hitam." Lucius melanjutkan ucapannya.


Jantung Mike terasa seperti tertusuk, Entah kenapa Mike merasakan bulu romanya berdiri mendengar penggambaran pria itu.

__ADS_1


Gadis berambut hitam dengan mata yang juga berwarna hitam, ulangnya di dalam hati.


__ADS_2