
"Kalian harus mempercayaiku bila ingin memancing orang itu keluar" Reggie melipat kedua lengannya di depan dada. Matanya menatap dua orang laki laki yang saling berpandangan ketika mendengar ucapannya barusan. Tak ada yang bereaksi.
"Kalian tahu aku akan membantu jika itu menyangkut Nonaku, sampai kapan kalian akan terus menunggu?"
Keberadaan Reggie di mansion utama Langton sudah diketahui dengan pasti oleh orang-orang Jack. Sejauh ini mereka tidak juga mendapatkan hasil tentang keberadaan Jack atau Jonathan.
Penyelidikan mereka menemui jalan buntu. Tidak ada gerakan sama sekali dari pihak mereka. Kecuali sekali saat Regina berhasil kabur dan tertangkap oleh orang-orang itu. Namun Mike kemudian berhasil menyelamatkan dan kembali menangkap Regina.
Mata Mike memicing, menatap langsung ke bintik mata Derek.
"Jangan coba coba memikirkannya," ujarnya.
"Aku tidak mengatakan apapun Mike." Derek tahu, keputusan itu haruslah Mike sendiri yang membuatnya. Sekali pandang kearah Mike yang begitu peduli pada Reggie membuat Derek mengerti apa yang telah terjadi pada kedua orang itu.
Mike tak akan mau mengumpankan Reggie pada musuh. Jack bisa melakukan apapun untuk menyiksa gadis itu ketika ia tertangkap.
"Kita hanya bisa menunggu, dan jangan kehilangan kewaspadaan sedikit pun." Mike masih memandang Derek dengan seksama, menilai isi pikiran pria itu terhadap ide bodoh Regina.
Derek mengangguk, "Amy aman di Mansion Garden. Aku telah menginstruksikan tambahan orang yang bertugas untuk menjaga di sana. Mereka sudah siap berangkat sebentar lagi,"
"Dan mereka orang-orang terbaik yang kompeten dalam pekerjaan mereka." Mike berujar seolah olah berkata pada dirinya sendiri itu adalah yang terbaik yang bisa dilakukan ... walaupun hatinya meragu.
Derek kembali mengangguk, lalu keheningan menghiasi ruangan itu. Tak ada yang bersuara seakan mereka sibuk dengan isi pikiran masing masing.
"Kalian mengetahui rencana ku ini bisa dijalankan dan akan berhasil. Kita tidak bisa hanya menunggu dan melihat Jack menjalankan rencananya, jangan sampai semuanya terlambat. Kalian yang paling tahu kekejaman yang akan lelaki itu lakukan pada Amy."
__ADS_1
"Kau tidak bisa membahayakan dirimu dengan menjadi umpan, Woman! Kau orang paling ceroboh yang pernah kutemui. Bukannya membantu, kau malah akan membuat nyawamu melayang." Mike memandang ke arah Regina, rambut hitam lurus gadis itu di ikat ekor kuda di puncak kepala, kaos turtleneck dan celana hitam yang menjadi favoritnya melekat pas mencetak bentuk tubuh feminim pemiliknya.
"Aku bisa melakukannya! Dan aku tidak ceroboh!! Aku melakukan setiap pekerjaanku dengan sangat baik!!" Reggie melotot ke arah Mike.
"Aku bilang tidak!!" bentakan Mike membuat rona merah naik ke wajah Reggie. Kemarahan menguasainya.
"Sampai kapan kau akan mengatur apa yang boleh dan tidak boleh kulakukan!!" Reggie balas membentak.
Derek memandangi kedua orang itu bergantian. Sepertinya Mike belum menjinakkan kucing liar ini sepenuhnya, batin Derek.
Suara dering handphone membuat Derek berdiri meninggalkan kedua orang yang saling membentak itu. Ia membaca nama Jason yang tertera di layar. Jason secara berkala melaporkan keadaan Amy di mansion padanya, menceritakan hal hal yang dilakukan gadis itu setiap hari.
"Ya Jason?" Derek mendengarkan suara Jason di seberang sana. Perubahan wajah Derek yang terjadi kemudian membuat Mike dan Reggie terdiam, firasat buruk menaungi keduanya melihat aura gelap yang menyelimuti Derek.
"Mike, siapkan orang orang kita untuk berangkat ke mansion Garden sekarang. Kita akan ikut bersama orang orang itu."
"Apa yang terjadi!?" tanya Mike dan Reggie bersamaan.
Tatapan keras Derek menyapu keduanya, " Amy menghilang," ujar Derek.
_______
Pencarian dilakukan orang-orang Derek secara menyeluruh, Jason mengetahui Amy menghilang ketika gadis itu tidak juga turun untuk makan malam.
ketika akan pulang dari perkebunan, Bess mengatakan padanya bahwa Amy sudah kembali lebih dulu ke mansion. Jason mengira gadis itu berada di kamarnya sampai waktu makan malam tiba dan Amy tetap tak terlihat, sehingga Jason memutuskan memanggil sendiri gadis itu.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Jason mendapati kamar Amy ternyata kosong dan semua orang di dalam mansion tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya.
Bess yang tinggal di desa tak jauh dari perkebunan adalah orang terakhir yang diketahui pernah berbicara dengan Amy. Dengan tubuh gemetar dan wajah yang pucat Bess berhadapan dengan Derek yang saat itu bolak balik melangkah di ruang tamu rumahnya yang kecil.
"Dia hanya melambai ke arahku dan berteriak agar aku menyampaikan pada Jason bahwa ia ingin pulang lebih dulu, Tuan." Bess memeluk seorang anak lelaki yang kelihatan ketakutan melihat para lelaki bertubuh besar yang mendatangi rumah mereka.
"Apakah kalian sering berbicara sebelumnya!?" Derek mengamati wajah Bess yang pucat, melihat anggukan dari kepala wanita itu.
"Apa yang kalian bicarakan?"
"Nona bertanya tentang perkebunan, kemana saja hasil kebun dibawa, siapa saja orang-orang yang bekerja disana, tempat tinggal mereka ...." Bess mengernyit, mengingat-ingat seluruh percakapannya dengan nona cantik yang dicari tuannya itu.
"Dia juga bertanya arah jalan untuk sampai ke desa kecil ini ... saya selalu datang untuk bekerja melewati hutan, melalui jalan pintas menuju ke perkebunan. Beberapa kali Nona pernah bertanya tentang kemana arah jalan setapak kecil yang mengarah masuk ke dalam hutan."
Derek berdiri kaku mendengar penjelasan Bess.
"Apakah ia pernah datang kemari!?"
Dengan cepat Bess menggeleng, "tidak, Tuan."
Derek mengernyit memikirkan dugaan yang terlintas di pikirannya. Orang-orangnya tidak melihat pergerakan apapun di sekitar mansion yang mengindikasikan penculikan. Apakah mungkin gadis itu melarikan diri ....
Kehadiran Mike menyela interogasi itu, "kau sebaiknya ikut denganku dan melihat sesuatu yang orang orang kita temukan, Derek!"
**********
__ADS_1