
Riuh rendah suara tawa di aula yang diikuti suara iringan musik mengalir memasuki pendengaran Amy, Ia berjalan perlahan dalam gandengan tangan Derek yang menanggapi setiap ucapan selamat untuk mereka dengan senyum bahagia. Semuanya bagaikan terjadi di dalam mimpi, semuanya mengalir cepat dan serasa tak percaya ia telah mengucapkan janji itu ....
Janji yang telah mengikatnya pada Derek sebagai seorang istri. Pernikahan yang hanya dihadiri oleh beberapa orang keluarga berjalan khidmat dan penuh kebahagiaan, yang terpancar lewat kedua bola mata Amy dan senyum di bibirnya.
Setelah menikah, mereka menuju aula besar hotel yang telah di siapkan untuk menjamu undangan pernikahan mereka. Amy merasa bahagia dan menebarkan senyum serta tawa di bibir dan matanya.
"Selamat, Nona ... kebahagiaan mu semoga berlangsung selamanya."
Amy berbalik ke arah Reggie, bertepatan dengan Derek yang melihat Eve, Alex dan Mike di meja minuman.
"Sweety ... aku akan kesana. Reggie ... jaga dia untukku." Dengan tersenyum pada Amy dan kedipan mata pada Reggie, Derek meninggalkan mereka menuju tempat Eve berada.
"Kau lihat wanita itu ... dia sexy sekali bukan?"
Reggie memandang Eve di kejauhan.
"Ya ... dia santapan lezat bagi para pemilik testosteron."
Amy terkikik mendengar jawaban Reggie.
"Kau tak takut Mike tergoda padanya?"
"Kenapa aku mesti takut? Memangnya apa urusanku jika Mike tertarik padanya?"
Reggie memandang Amy yang tersenyum menggodanya, membuat Reggie gemas dan ingin balik mengerjainya.
"Kau yang mesti berhati-hati Amy sayang. Suamimu yang kaya raya itu target menarik bagi semua wanita cantik ... kau lihat ... para wanita itu selalu mencari kesempatan mendekatinya." Reggie mengendikkan dagunya ke arah beberapa wanita cantik yang dikenali Amy sebagai artis, pengacara bahkan beberapa model terkenal.
"Hmmmm ... kau benar. Suamiku sangat tampan bukan ... lihat dia disana ... bahkan tengah dipeluk oleh wanita sexy itu ...." Amy bergumam pelan, membuat Reggie menoleh dan mendapati Derek yang tengah dipeluk oleh Eve di hadapan Alex dan Mike.
"Dia menempel seperti lintah," desis Reggie.
"Oh ... dan yang ditempeli sepertinya tidak keberatan, bukankah begitu?" keduanya melipat tangan di depan dada, memicingkan mata melihat ke arah empat orang di kejauhan.
"Menurutmu harus ku apakan dia nanti setelah pesta ini usai?" tanya Amy dengan nada gemas.
"Hahaha ... kau bisa mengunci pintu kamarmu, biarkan dia sendirian di luar." Reggie memberikan saran yang terlintas di kepalanya.
Keduanya lalu saling berhadapan, saling memandang dan membayangkan lelucon yang terlontar di kepala mereka. Kemudian berbarengan mereka tertawa geli, sama-sama menutup mulut mereka untuk meredam tawa yang akan lolos dari bibir mereka.
Mike menangkap gadis berambut hitamnya tengah tertawa geli bersama Amy di kejauhan. Kebahagiaan dan keakraban yang tersirat di bahasa tubuh keduanya membuat Mike tersenyum. Ia menepuk bahu Derek yang tengah mengernyit ke arah Eve yang tidak mau melepaskan pelukannya. Eve tidak menanggapi karena tengah memandang mata Alex yang juga memandangnya tanpa ekspresi.
"Lihat pengantinmu di sana."
__ADS_1
Empat pasang mata itu langsung menoleh mengarahkan pandangannya pada Amy dan Reggie yang tengah menutup mulut dan memegangi perut mereka.
"Apa yang mereka tertawakan," cetus Mike.
"Sesuatu yang sangat lucu, aku penasaran apa itu." Derek menyipit memandang istrinya yang tampak makin cantik dengan muka yang memerah karena tertawa.
Seorang pelayan yang membawakan baki minuman melewati keduanya. Reggie mengambil dua gelas minuman dan menyerahkan satunya pada Amy. Keduanya bersulang sebelum masing-masing menyesap minumannya.
Reggie menunduk menatap gelas minumannya. Ia tiba-tiba terlihat tegang, sedikit merinding, merasa seseorang memandanginya di kejauhan. Ia menengadah ... memandang ke arah Mike yang masih berdiri di dekat Derek. Lalu menggeleng dan mengedarkan pandangannya.
Tidak ... Mike tidak sedang memandanginya ... lalu siapa?
"Ada apa?"
"Aku pergi dulu ... aku perlu ke toilet."
"Reggie ... kau pucat." Amy menahan lengan Reggie. Memandangnya khawatir.
"Jangan khawatir ...." Senyum menenangkan ia lontarkan sebelum pergi meninggalkan Amy .
Reggie bergerak cepat. Merasa orang itu mengikutinya. Di mana ia harus bersembunyi? Melewati orang orang yang berlalu lalang, Reggie melangkah cepat menuju area yang remang-remang dengan sedikit cahaya. Beberapa orang yang berdiri di sekitarnya menyamarkan keberadaannya.
Ia melihat lelaki itu berhenti melangkah. mengedarkan pandangannya berkeliling ke seluruh aula. Menyipit setiap melihat kibasan rambut hitam panjang yang mirip dengan gadis yang dicarinya.
Sanchez menyipitkan matanya. Memandang pada setiap tamu dengan rambut hitam. Ia kehilangan gadis itu. Sejenak ia menangkap seorang gadis yang tengah bersulang dengan Amy Sky yang baru saja berganti nama menjadi Amy Langton. Sesuatu tentang gadis itu mengingatkannya pada seseorang. Tapi belum sempat mengetahuinya, gadis itu telah meninggalkan Amy, dan ia kehilangan jejak.
Amy ... tentu saja, ... ia bisa bertanya pada Amy siapa gadis yang tadi tengah bersamanya.
Dengan pemikiran itu, Sanchez menoleh dan matanya mulai mencari sang pengantin wanita, Amy Langton.
**********
Derek melihat Amy yang sendirian setelah Reggie meninggalkannya.
"Eve ... aku harus ke sana menjemput istriku."
Eve memandang ke arah Amy. Tersenyum mengetahui Amy berdiri sendirian di tempatnya.
"Jemput dia kemari Derek."
"Oh tidak ...." Eve mendongak, mengernyit mendengar jawaban Derek. Lalu mengikuti arah mata Derek pada seorang lelaki di kejauhan yang terlihat mulai mendekati istrinya.
Derek melepaskan lengan Eve, melangkah terburu-buru menuju istrinya.
__ADS_1
"Berdansalah denganku." Suara seorang pria mengejutkan Amy.
"Enrico!"
"Sungguh senang kau masih mengingatku, Cara ...."
Enrico menangkupkan tangannya di dada. Tersenyum lebar ke arah pengantin wanita yang nampak sangat cantik di hadapannya.
"Berdansalah denganku ... sebelum pengantin priamu kembali merebutmu."
Amy tertawa ... merasa senang bertemu kembali dengan salah satu teman Derek. Ia mengulurkan tangannya.
Dengan terkejut Amy mendapati tangannya telah berada dalam genggaman Derek. Suaminya itu menariknya dalam rengkuhan lengannya.
"Maaf Enrico ... aku yang akan berdansa dengannya."
Derek memandang Enrico yang tersenyum geli padanya.
"Kau lihat, Cara ... Ia sudah datang dan aku takkan dapat menari denganmu."
"Carilah pasanganmu sendiri Enrico ... yang ini milikku."
Enrico terkekeh mendengar nada cemburu di suara Derek.
Lucius Sanchez memandang dari kejauhan. Amy dikelilingi suaminya dan seorang pria. Ia tidak dapat mendekatinya sekarang. Namun ia terus memandang menunggu kesempatan untuk mendekati Amy dan bertanya perihal gadis berambut hitam yang tadi berbicara padanya.
Keluarga Sky mungkin mengenal gadis itu. Karena itu gadis itu ada di pesta pernikahan ini. Ayahnya benar ketika mengatakan Arthur Sky mengenal Marinna. Karena itu seluruh informasi tentang wanita itu tidak bisa di dapat. Kemungkinan besar yang ia lihat tadi adalah putrinya ... apakah ia salah satu tamu undangan di pernikahan ini?
Mike memandang tajam ke arah Lucius yang mengawasi Amy dan Derek. Sebelumnya ia melihat Reggie yang berjalan cepat meninggalkan aula ... lalu di kejauhan Lucius Sanchez yang bergerak mengikutinya. Tapi karena jarak yang agak jauh dan lalu lalang para tamu, pria itu sepertinya kehilangan Reggie.
Mike berjalan menyusuri aula, mendapati Regina di balik bayang-bayang sebuah pot besar. Ia mendekatinya dan melepaskan jas yang ia pakai.
"Kemarilah," ujar Mike.
Reggie mendekat. Merasakan kehangatan dari kulit pria yang menyampirkan jas ke bahunya.
"Sekarang ikuti aku. Kita keluar dari sini."
Regina mengangguk cepat. Berjalan mengikuti Mike untuk keluar dari keriuhan pesta pernikahan.
Maaf Nona, aku harus pergi sekarang. ucap nya di dalam hati.
*********
__ADS_1