
Regina memandangi Amy yang terlihat gelisah. Berulang kali Amy menggosok telapak tangannya sendiri, berusaha menenangkan rasa gugupnya. Regina tersenyum memegang kedua bahu Amy lalu menatap matanya di dalam cermin yang terbentang lebar di hadapan mereka.
"Jangan gugup Nona ... ini hanya perkenalan dengan seluruh anggota dalam Keluarga Langton. Orang-orang yang terpercaya yang mengabdi dalam naungan kerajaan bisnis mereka. Derek benar dengan mengadakan pesta perkenalan ini sebelum pernikahan kalian, agar mereka tahu, kaulah yang akan mendampingi pimpinan mereka."
"Aku tahu ... tapi tetap saja aku gugup. Kau akan selalu ada di sampingku kan?"
Reggie terkekeh mendengar pertanyaan itu.
"Kurasa calon suamimu yang akan mengusirku bila aku selalu menempel padamu." kembali Reggie tertawa geli.
Amy menarik napas panjang.
"Bagaimana perasaan mereka setelah tahu aku putri Arthur Sky? Kurasa orang-orang ini sudah mengabdi pada Keluarga Langton sejak lama. Sehingga tahu tentang sejarah keluarga Sky dan Langton."
"Jangan dipikirkan. Aku yakin Derek telah menangani masalah itu."
"Reggie ...." Amy menatap mata Reggie di dalam cermin. Dengan ragu-ragu membuka mulutnya lalu menutupnya kembali. Seolah ada sesuatu yang mengganjal perasaannya .
Reggie mengelus bahu Amy yang telanjang, merapikan rambut coklat panjangnya dengan jari, Lalu mendongak kembali ke arah cermin di hadapan mereka.
"Apa yang kau takutkan? Tidakkah kau lihat gadis cantik di cermin itu? Dia adalah putri kebanggaan Arthur Sky. Seorang replika dari Greta Sky yang kecantikannya melegenda. Sedari kecil tidak ada yang bisa membuatnya takut ... ia mewarisi keberanian Arthur dan kebaikan hati Greta ...."
Reggie mengucapkan kata-katanya dari dalam hati. Mengenang semua perjalanan hidupnya dalam keluarga Sky. Berusaha sekuat tenaga membendung cairan bening yang mulai berkumpul di kedua matanya.
Amy tiba-tiba berdiri, berbalik dan memeluk Reggie. Suara tangis Amy yang pecah membuat Reggie tak lagi mampu menahan airmatanya yang jatuh.
"Terimakasih Reggie ... kau sudah seperti kakak bagiku. Mamma dan ayahku pasti akan membuatnya nyata jika saja kau tidak terus menolak."
"Sttttttt ... jangan membicarakan hal yang tidak perlu, Nona. Aku pengawalmu, aku menyayangimu walaupun tanpa surat legal itu. Kau bisa menganggapku sebagai apapun, kakak, teman, saudara, pendamping ... apapun."
Tangis keduanya makin menjadi. Sampai suara langkah kaki di lorong membuat Reggie mendorong Amy.
"Kurasa kau sudah dijemput. Hapus airmatamu dan tersenyumlah." Reggie mengambil selembar tissue, menghapus pelan bekas lelehan airmata di pipi Amy. Segera memperbaiki dandanan gadis itu ketika pintu terbuka oleh Derek.
"Sweetheart ...."
Derek terdiam, terpesona melihat gadis cantik dalam balutan gaun berwana biru navy selutut. Dengan mata biru dan rambut coklat yang dibiarkan terurai panjang. beberapa hiasan bunga kecil melengkapi tatanan rambut Amy. Bahunya yang telanjang kontras dengan pipi putih gadis itu yang agak memerah karena mendapati Derek memandanginya. Derek menelan ludah, Gadisnya terlihat seperti peri hutan mungil yang cantik.
Amy bergerak-gerak gelisah.
__ADS_1
"Apakah penampilanku aneh?"
Ia menatap Derek lalu Reggie yang tersenyum bangga padanya.
"Tentu saja tidak ... kau seperti peri yang akan menggemparkan ruang aula sebentar lagi. Ayo Sweety, aku tak sabar memperkenalkanmu pada mereka."
Derek mengulurkan tangannya yang segera disambut oleh Amy. Derek mencium jemari Amy yang tersipu lalu meletakkan tangan gadis itu di lengannya.
Mereka meninggalkan ruangan itu diikuti Reggie yang berjalan mengikuti pasangan itu menuju aula besar mansion yang telah disiapkan untuk acara pesta perkenalan Amy pada seluruh orang-orang penting dan terpercaya dalam kerajaan bisnis keluarga Langton, termasuk orang-orang yang bergerak di kerajaan bawah tanah mereka. Orang -orang dari dunia hitam yang setia kepada Klan Langton turun temurun dari pendahulu sebelum Derek.
**********
Amy tersenyum alami, ketika satu demi satu orang-orang yang menyapa dan mendatangi mereka menjabat tangannya. Bahkan mencium pipinya. Yang berani melakukannya tentu saja hanya para pria yang berumur lebih dari 50 tahun bersama para istri mereka. Para pria yang lebih muda hanya berani menjabat tangan Amy ,itupun segera dilepaskan dengan cepat setelah melihat tatapan Derek pada mereka.
Pasangan yang mendekati mereka kemudian membuat Amy tersenyum senang. Alex bersama seorang wanita cantik berambut merah, wanita sexy dengan gaun merah menyala itu membuat Amy terkesima, tubuh wanita itu seolah meneriakkan gairah yang membara. Alex menjabat tangan Derek lalu tangan Amy bergantian. Senyum senang menghias bibirnya memandang gadis cantik bak peri hutan dalam gandengan Derek.
"Astaga ... lihat dirimu ... kau gadis tercantik yang pernah aku lihat."
Pujian Alex yang diucapkan dengan bercanda itu membuat ia mendapatkan tepukan di lengannya. Wanita sexy berambut merah itu bergayut manja di lengan Alex.
"Jangan membuat pria ini menjadi cemburu padamu, Alex." dengan tersenyum wanita itu mengulurkan tangannya pada Derek.
Derek menatap lengan wanita sexy itu, menatap Alex yang juga menatap balik ke arahnya.
"Lakukan saja ,Derek. Kau tahu dia suka membuat masalah."
Alex melepaskan lengan wanita berambut merah tadi, lalu mengulurkan tangannya pada Amy.
"Berikan aku kehormatan dengan membawamu untuk duduk sambil menunggu Derek selesai berdansa dengan ivy."
Amy memandangi Derek yang masih diam dan belum menyambut uluran tangan wanita yang bernama Ivy. Tersenyum ia menyambut tangan Alex yang segera menariknya dan berlalu dari tempat itu.
Derek memandangi keduanya, sebelum menoleh lagi ke wanita sexy tadi.
"Kau lihat Eve ... kau bukan membuatnya makin dekat, kau malah membuatnya lari darimu."
Evangeline yang dipanggil Eve oleh keluarga Langton yang mengenalnya hanya menarik napas panjang.
"Yah ... pria bodoh itu hanya bisa membuatku kesal! Dan apakah kau juga akan mengikutinya membuatku kesal dengan menolak ajakanku berdansa!?"
__ADS_1
Eve memandang kesal pada Derek yang belum juga menyambut uluran tangannya. Tawa geli menghiasi bibir Derek.
"Oh baiklah ... kurasa dansa seperti apapun tidak berpengaruh pada Alex kita yang dingin."
Derek menggandeng tangan Eve menuju aula dansa. Lagu yang berakhir membuat beberapa pasangan mulai turun, bersiap melanjutkan dansa berikutnya. Eve memegang mesra bahu Derek. Mendekatkan tubuhnya dan berbisik di telinga Derek.
"Kau tahu ... dia terus memandangi kita."
"Menyerahlah Eve ... Alex tidak menginginkanmu." Derek tertawa geli memandang mata Eve yang terkejut. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Eve.
"Barangkali kau perlu mengubah strategimu. Jangan terlalu agresif mengejarnya Eve ... ia akan lari ketakutan."
Derek tertawa setelah menggumamkan kata-katanya. Eve menepuk pelan bahu Derek, ikut terkikik sembari berputar mengikuti melodi dalam dansa mereka.
Amy memandang pasangan yang tengah berdansa itu dengan hati berdebar tidak menentu. Ia mencoba mengatur napasnya yang tiba-tiba terasa sesak. Eve yang mendekatkan bibirnya ke telinga Derek membisikkan sesuatu lalu Derek tersenyum, tertawa dan bahkan mendekatkan wajahnya ke wajah wanita sexy berambut merah itu. Amy melihat dirinya sendiri, membandingkan wanita itu dengan dirinya yang seperti anak-anak. Wanita dewasa dengan tampilan yang sangat sensual, sangat jauh berbanding terbalik dengan penampilannya.
Matanya tak lepas memandang pergerakan pasangan itu di lantai dansa. Belahan dada Eve yang mengintip dari gaunnya yang sexy mengundang menempel di dada Derek. Amy tiba-tiba merasa haus, menunduk merem*s kedua tangan di pangkuannya.
"Minumlah ini ...." segelas minuman berwarna merah diulurkan oleh Alex. Rupanya Alex sejenak telah pergi mengambil dua gelas minuman . Ia menyesap cairan merah itu dan menyerahkan gelas satunya pada Amy. Amy segera mendekatkan gelas ke bibirnya dan meneguk cairan kemerahan itu.
"Apa ini?" Amy mengernyit. Rasa manis minuman itu seperti ekstrak dari beberapa jenis buah-buahan.
"Yang pasti itu bukan anggur, Cantik! Derek akan memarahi ku jika aku memberimu minuman beralkohol." Alex mengedipkan matanya, disambut tawa cerah Amy mendengar leluconnya.
Dari lantai dansa, dua insan yang tengah bergurau itu tak lepas dari pandangan Eve. Sambil mendekatkan tubuhnya pada Derek ia menggeram kesal. Lewat ekor matanya Eve menangkap kedipan mata dan senyum cerah yang diberikan Alex pada Amy.
"Ada apa?" Derek yang mendengar suara geraman Eve memandangnya heran.
"Pria itu hanya bersikap sopan jika berhadapan denganku. Tapi ia bisa bergurau, tertawa lepas bahkan mengedipkan mata menggoda pada para gadis. Kenapa ia tidak pernah melihatku, Derek."
Derek memeluk pasangan dansanya lebih erat.
"Kau tak bisa memaksakan cinta, Eve ... bila Alex menyukaimu, maka hatinya akan menerimamu tanpa perlu kau paksa. Bersabarlah ...." Derek tersenyum menghibur, yang disambut Eve dengan tersenyum cerah menggantikan wajah kesalnya tadi.
"Kau selalu bisa menghiburku, Derek." Tanpa disadari, Eve menyandarkan pelipisnya di bahu Derek.
********
FROM AUTHOR
__ADS_1
Di tunggu ya para pembaca .......kisah Reggie dan Mike yang mudah- mudahan akan segera rilis....😘😘😘