
Gairah yang tengah berada di puncak membuat Derek melayang berpesta dengan kenikmatan, sampai rintihan lirih kesakitan menembus alam sadarnya. Derek mengangkat kepalanya memandang wajah Amy yang memerah dan meringis...airmata mengalir di sudut mata gadis itu....
"Kumohon....menjauhlah..." ucapnya memelas
"Sshhhhhh......don't cry, Sweety....aku tak dapat berhenti sekarang....."
Derek membujuk Amy, membuainya dengan kata kata manis, mencium lembut kening, mata dan hidung gadis itu, lalu berpindah ke telinganya, menjilat daerah sensitive itu dan berbisik,...
"Jangan bergerak ,Manis.....kau akan semakin kesakitan , tunggulah sebentar lagi...."
Derek membelai Amy, mencium lembut kulitnya yang berubah kemerahan....menjejakkan tanda di setiap kecupan, membakar gairah Amy di setiap sentuhan, hingga perasaan aneh kembali berputar di perut gadis itu dan desahan kembali lolos dari bibir nya yang membengkak....
Derek bergerak dalam tubuh Amy.......berpesta dan membakar api gairah dalam tubuh gadis itu ,mengajaknya ikut mencapai puncak kenikmatan. Menikmati ketika wajah sensual penuh antisipasi di bawahnya menyambut kepuasan, memandang Derek dengan mata birunya yang membesar sambil menggigit bibir...
" No Sweety..........Jangan menahan desahanmu. Cium aku.....!"
Derek memeluk Amy ketika keindahan puncak kepuasan mendatanginya...........**** tubuh mungil kekasihnya dengan nafas terengah. Seluruh tubuhnya meneriakkan kepuasan yang tak pernah dirasakannya saat bersama para wanita yang dulu menghangatkan ranjangnya. Perasaannya membuncah....melambung ke tingkat tertinggi dengan hati bahagia penuh kelembutan untuk gadis cantik yang terpejam lelah di bawah tubuhnya itu.
********
Derek memandang wajah yang tertidur dengan berbantalkan lengan kirinya itu, jemarinya tak bisa menahan keinginan untuk menyentuh pipi Amy , mengelus lembut perlahan karena takut membangunkan gadis itu.
__ADS_1
Derek tidak merasa menyesal telah memaksa Amy bercinta dengannya. Bahkan merasa sangat puas karena sekarang telah membuat Amy menjadi miliknya.
Kecemburuan ketika melihat tarian energik dan sensual antara Amy dan Enrico membuat Derek tak dapat berfikir jernih. Keinginannya untuk segera memiliki gadis itu memenuhi seluruh tubuhnya. meneriakkan kepemilikan atas diri gadis itu.....
Rasa posesif yang baru ini membuat Derek merasa aneh.......perasaan marah ketika Tangan Enrico menyentuh Amy saat menari, dan pandangan mesum serta kagum pada tubuh gadis itu dari para pria di aula dansa membuatnya menarik gadis itu , ingin segera menandainya , menjadikannya miliknya. Hingga membuatnya memerangkap Amy di kamar mewah lantai atas hotel tempat pesta berlangsung.
Derek menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka berdua, tersenyum senang atas pemandangan tubuh telanjang yang dilihatnya. Hingga gairahnya yang kembali bangkit memaksa Derek segera berdiri....."Gadis itu akan kesakitan, ini merupakan pengalaman pertama untuknya, Aku harus memberikan waktu untuknya memulihkan diri," fikir Derek sambil perlahan menghela dirinya turun dari ranjang.
Derek masuk ke kamar mandi, menghidupkan shower hingga kucuran air dingin membasahi seluruh tubuhnya.......berdiri di bawah kucuran air dengan kedua tangan bertumpu pada dinding...senyum tersungging di bibirnya karena kembali mengingat kesenangan dan kepuasan yang ia peroleh bersama Amy.....fikiran itu menyebabkan gairahnya kembali...
"Damn it !!!!!.......Aku perlu air es!!!!" Derek mengumpat.......mendongakkan wajah ke arah shower, berharap air dingin itu bisa menetralkan darahnya.
Amy memandang selimutnya yang melorot, tubuhnya polos tanpa penutup apapun. Jejak merah bibir Derek tersebar di kulitnya yang putih, Membuat wajah Amy merah padam membayangkan kejadian sebelumnya.
Rasa malu mendera perasaan Amy, mengingat bagaimana ia menyerah, menikmati sentuhan Derek, bahkan merasakan puncak tertinggi gairahnya dalam pelukan pria itu.
Suara kucuran air yang berhenti membuat Amy panik. Merasa tak mampu menghadapi Derek saat ini, Amy memilih berpura pura masih tidur. Ia kembali berbaring dan menarik selimut sampai ke dadanya, lalu memiringkan tubuhnya membelakangi pintu kamar mandi. Amy memejamkan mata.....menunggu Derek keluar, mencoba menata nafasnya agar teratur dan mengendalikan detak jantungnya yang berdebar tak karuan.
Derek melilitkan handuk di sekeliling pinggangnya, lalu keluar dari kamar mandi. Ia memandang Amy yang masih pulas tertidur........tersenyum lembut memandang bahu telanjang Amy yang terlihat di balik selimut.
"Aku harus memikirkan ulang rencana ini. Gadis ini tidak boleh berakhir di tangan Jack." Derek berucap di dalam hati.
__ADS_1
Derek mengambil kesempatan untuk menghubungi Mike. Memikirkan ulang rencana mereka......, setelah bercinta dengan gadis itu, rasa posesive menghantam Derek...Menolak membayangkan Amy di umpankan pada bajingan itu. Entah apa yang nantinya akan terjadi. Derek mengambil hp dan menekan nomor Mike, lalu menunggu Mike menerima panggilannya.
"Mike,.........Aku berubah fikiran......." Derek berucap pelan. lalu berjalan ke arah kaca jendela. memandang langit yang masih gelap dengan handphone di telinganya. Mendengarkan Mike menjawab ucapannya di seberang sana.
"Ya........maafkan aku, kita kembali ke rencana awal. Siapkan Reggie untuk menggantikannya....."
kembali Derek diam untuk mendengarkan jawaban Mike .
"Aku memercayaimu.....lakukan yang terbaik tanpa celah untuk gagal ,Mike!"
Derek menarik nafas panjang...lalu mematikan hp nya untuk kembali naik ke atas ranjang. Perlahan ia memeluk Amy dari belakang, menyingkirkan rambut panjangnya yang bertebaran diatas bantal,menempelkan punggung Amy ke dadanya, berusaha menenangkan kegelisahannya dalam kehangatan gadis itu.
Amy menunggu sampai suara dengkur halus dan nafas Derek di belakang lehernya terdengar teratur, menandakan laki laki itu sudah tertidur, baru kemudian membuka mata. Jantungnya masih berdebar kencang...hanya saja sekarang karena kegelisahan mendengar percakapan Derek dengan Mike . Mereka akan membuat Reggie menggantikannya sebagai umpan...tidak...!! itu tidak boleh terjadi!! ia menyayangi dan mencintai Reggie layaknya saudara, bukan hanya seorang pengawal. Hanya Reggie yang tersisa dari keluarganya.
" Aku harus memikirkan rencana untuk melarikan diri sebelum mereka melepaskan pelacak di lenganku. Aku akan pergi sendirian untuk memancing para bajingan itu.......mereka pasti menangkapku jika aku sendirian tanpa Derek dan pengawalan lengkap seperti biasa. Jika akhirnya aku tertangkap....Derek akan bisa menemukanku...." Amy meramu rencananya sendiri di dalam hati.....merasa optimis dengan rencana itu, baru kemudian kembali mencoba tidur sambil menggenggam lengan besar Derek yang memeluk tubuhnya.
**********
**Pembaca tersayang....ditunggu like favorite ataupun komennya ya.....untuk kemajuan dan memacu semangat Author
*terima kasih banyak semua.....😘😘😘😘*
__ADS_1