Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** Sadness **


__ADS_3

Memandang keluar dari pintu yang terbuka lebar, Amy mengernyit melihat Reggie yang tengah mendongak menatap langit malam yang tanpa bintang. Kedua tangannya bertumpu di pagar pembatas. Rambut hitamnya yang diikat ekor kuda melayang ditiup angin malam yang lembab.


"Apa yang kau pikirkan?" Derek mengawasi Amy, mengikuti arah pandangan mata gadis itu.


"Dia kenapa ... seperti ada sesuatu yang membuatnya gelisah."


"Kenapa tidak kau tanyakan langsung padanya."


"Oh ... dia tidak akan menjawabnya Derek. Dia akan bilang dia baik- baik saja dan aku tidak perlu khawatir." Amy menghembuskan napas dengan gusar.


"Reggie benar. Jangan khawatir ... Mike akan menjaganya."


Derek mengucapkan keyakinannya dan membimbing Amy berdiri.


"Sekarang, ayo berdansa denganku." Derek membimbing Amy ke turntable, musik klasik mulai terdengar mengalun indah dari piringan hitam yang mulai berputar. Kembali Derek menarik Amy yang menurut dan mengikuti langkah Derek yang mulai memeluknya dan memaku kedua matanya.


Keduanya mulai bergerak mengikuti melodi indah yang mengalun mengisi ruangan itu. Amy seperti terhipnotis ... memandang tak berkedip pria yang tengah memeluknya. Seluruh tubuhnya menggelenyar merasakan kebahagiaan. Namun setitik keraguan masih menyelinap ke bilik hatinya.


Derek tidak pernah mengatakan kalau ia mencintai Amy.


Reggie berbalik ketika mendengar musik yang indah mengalun. Pandangan pasangan yang berdansa di dalam sana membuatnya tersenyum sendu. Hatinya turut berbahagia memandang senyum yang terukir di bibir Amy. Andaikan Tuan Arthur dan Mother Greta masih hidup, alangkah lengkapnya kebahagiaan itu.


Lalu ia mulai melangkah menuruni undakan tangga menuju ke arah taman. Reggie berhenti di sebuah kursi taman, kembali memandang langit, seolah melihat seorang wanita yang mengulurkan tangan memeluknya. Selalu mampu menghadiahkan kenyamanan dengan pelukannya. Reggie memejamkan mata, Membiarkan bulir bening mengalir membasahi kedua pipinya.


"Mom ... I miss you so much," desis Reggie.


Suara langkah kaki mendekat membuat Reggie waspada. Tanpa kentara ia menghapus lelehan airmata di kedua pipinya dengan cepat, lalu menoleh.


"Di sini kau rupanya ...." suara berat Mike menyapa Reggie.


"Aku tidak kabur, Mike." Reggie menyahuti dengan tersenyum.


"Yah ... kalian wanita Klan Sky suka sekali melarikan diri."


"Lagipula kemana aku mau pergi? Nonaku terperangkap di dalam sana." Reggie tersenyum memikirkan Amy yang tengah berdansa dengan Derek.


Mike duduk di sebelah Reggie, membuka Jasnya dan menyampirkannya ke bahu Reggie.


"Pakai ini ... sudah mulai dingin."


Reggie menutupkan jas itu di depan tubuhnya. Merasakan aroma lelaki itu erat menyelubunginya.


"Terima kasih," ucapnya pelan.

__ADS_1


"Pakaianmu tidak akan mampu menahan udara dingin. Jadi sudah seharusnya."


"Bukan ini saja, Aku juga berterimakasih. Kalian sudah menyelamatkan Nonaku."


"Kalaupun aku tidak melakukannya, Derek pasti akan melakukannya."


"Pria itu benar-benar ikut membantu kalian?"


"Siapa yang kau maksud?"


"Lucius Sanchez."


Mike tidak menjawab. Ia mengerutkan kening menatap menyelidik ke arah Reggie.


"Aku ingin bertanya padamu Regina ... apakah kau mengenal Sanchez?"


Reggie menoleh, menatap mata Mike yang menyelidik ke arahnya. Dengan pelan dan mantap Reggie menggeleng.


"Tidak."


Mike terdiam beberapa waktu. Entah kenapa ia merasa gadis itu berbohong. Namun ia akan membiarkan saja hal itu untuk saat ini. Cepat atau lambat rahasia apapun yang Reggie sembunyikan akan segera ia ketahui.


Reggie memeluk tubuhnya sendiri, semilir angin membuat ia mulai merinding kedinginan.


"Ayo masuk Regina." Mike berdiri, menarik siku Reggie untuk mengikutinya. Namun gadis itu bergeming, menunduk menatap ujung sandalnya.


Mike diam, menunduk menatap kepala Reggie yang tertunduk.


Sebenarnya apalagi yang membuatmu gelisah, ucap Mike di dalam hatinya.


Reggie mendongak karena tidak kunjung mendengar jawaban dari Mike. Tatapan bertanya dari bintik hitam itu membuat Mike menganggukkan kepala.


"Bisakah aku tetap tinggal di apartemenmu ? Hanya untuk beberapa saat saja."


Mike mengernyit heran. Reggie tak henti ingin kabur saat ia mengurungnya di kamar apartemennya. Ingin menyelamatkan Amy, keluar dan berada bersama Amy dimanapun gadis itu berada. Namun Mike tidak menyuarakan keheranannya.


"Tentu saja bila itu yang kau inginkan."


Mendengar jawaban yang ia inginkan, Reggie berdiri, tersenyum berterimakasih pada lelaki di hadapannya.


"Ayo, kita masuk ...." Mike menggandeng lengan Reggie yang menurut mengikuti ajakan Mike.


"Terimakasih ... karena tidak bertanya kenapa." Reggie berjalan menunduk. Kelegaan membanjiri hatinya. Dengan begini, Amy tidak akan tahu, malam-malam penuh mimpi buruk yang tiba-tiba kembali menghantui setelah ia bertemu Lucius Sanchez. Ketakutan terbesar dalam hidup Reggie. Rahasia yang hanya ia sendiri yang memegangnya. Orang-orang yang mengetahui perihal masa lalunya itu sudah tiada. Ia ingin menghindari Amy untuk beberapa saat, Amy akan aman karena Derek akan menjaganya. Selama ia menyimpan rahasia ini, semuanya akan berjalan seperti biasa. Ia hanya perlu menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan Sanchez.

__ADS_1


Mereka masuk, melihat pasangan yang tadi tengah berdansa sudah berhenti. Derek terlihat tengah menunduk, melum*t bibir gadis dalam pelukannya dengan rakus. Amy yang bertubuh mungil benar- benar tenggelam dalam rengkuhan Derek.


Dengan sengaja Reggie tertawa kencang.


"Kurasa kau harus memberikan kesempatan untuk Nonaku bernafas Tuan Langton ... kau menghirup habis udara dalam parunya."


Kekehan geli Mike menyambut sindiran Reggie. Mendengar dua orang yang menertawainya, Derek berhenti, melepaskan Amy yang terlihat megap- megap seperti orang yang memang kehabisan nafas. Kaki mungilnya goyah sehingga Derek tetap menyangga kedua tangannya pada tubuh gadis itu.


Ia menunggu Amy kembali fokus ... gadis itu terlihat semakin cantik dengan bibir membengkak dan pipi yang memerah. Derek tidak dapat menahan diri, hingga kembali memeluknya lalu memutar tubuh menghadap Mike dan Reggie.


"Nona ... aku mohon izinmu. Untuk beberapa saat aku akan kembali tinggal di apartemen Mike."


Reggie langsung memberitahu keputusannya . Memandang nonanya yang terlihat bingung, yang lalu segera melepaskan diri dari pelukan Derek.


"Tapi Reggie ... kenapa?"


Reggie tersenyum, mencoba memperlihatkan wajah meyakinkan pada Amy.


"Hanya beberapa hari ... lagipula kita tetap akan bertemu setiap hari bukan begitu?"


Amy memandang Reggie , lalu memandang Mike yang memperlihatkan wajah datar. Kemudian berbalik memandang Derek, memohon Derek membantunya menahan Reggie.


"Jangan khawatir, Sweety. Mike akan menjaga Reggie dengan nyawanya."


Amy menarik napas panjang mendengar jawaban Derek. Lalu kembali menghadap ke arah kedua orang itu.


"Kami akan pulang sekarang dan beristirahat."


Mike mengeluarkan suaranya. Lalu menarik tangan Reggie yang tersenyum dan mengucapkan selamat malam pada Amy yang memandang sedih padanya.


Derek memeluk bahu gadis itu dari belakang, menghirup aroma wangi rambut coklat Amy, mengecup kepalanya.


"Jangan sedih, dia akan kembali bersamamu."


"Aku tidak sedih dia tidak mau tinggal bersamaku, Derek. Lagi pula ada Mike bersamanya. Tapi ada sesuatu yang membebani pikirannya, dan ia tidak mau membaginya denganku ...."


Derek membalikkan tubuh Amy menghadapnya, tersenyum kecil dan mendekatkan wajahnya ke bibir gadis itu.


"Berhentilah berpikir Sweety, cium saja aku."


Lalu kembali Derek melum*t bibir gadis itu sepenuh gairahnya, membuat Amy ikut terbakar dan mendekatkan tubuhnya yang bahkan sudah menempel erat di tubuh Derek. Seolah kedekatan itu masih terasa kurang.Derek mengangkat pinggul gadis itu hingga kedua kakinya terangkat dan tidak lagi menginjak lantai. Tanpa sadar Derek mengesekkan tubuhnya ke tubuh Amy, membuat Amy mendesah dan makin erat mengalungkan kedua tangannya di leher Derek.


Ciuman panas itu akhirnya harus berakhir. Suara terengah-engah dari keduanya terdengar saling berkejaran di ruangan itu. Derek tersenyum mengelus bibir gadisnya yang terlihat membengkak karna perbuatannya barusan.

__ADS_1


"Aku akan segera mendaftarkan pernikahan kita, Sweety. Kau akan segera jadi milikku seutuhnya.Katakan padaku pesta pernikahan seperti apa yang kau inginkan."


**********


__ADS_2