
Eve sangat bingung mendengar kemarahan di suara Alex.
Hamil? Alex mengira aku hamil?
Eve menunduk melihat alat tes kehamilan yang ia letakkan di telapak tangan Alex.
Oh astaga... ia mengira hasil tes ini punyaku.
Eve menghela rahang Alex agar wajah mereka berhadapan.
"Alex, dengarkan aku."
"Katakan siapa lelaki itu, Ivy!" Alex memotong penjelasan yang akan Eve katakan.
"Alex. Kurasa Amy ...."
"Katakan dulu dengan siapa kau melakukan itu!"
"Alex! Jangan potong ucapanku! Dengarkan aku dulu!" Eve membentak.
Alex terdiam. Mengetatkan rahangnya, entah kenapa kemarahan memenuhi dadanya ketika memikirkan Eve hamil. Yang berarti ia sudah bersama pria lain.
"Ini bukan milikku, Alex."
"Apa?"
"Aku menemukannya di lantai hotel setelah Amy meninggalkan kamar kami malam itu. Aku sangat yakin ini miliknya ...."
Alex mengusap wajahnya mendengar perkataan Eve.
"Kurasa inilah penyebab ia mendadak datang mencari Derek malam itu, ingin memberitahu berita gembira ini."
"Astaga ... dan ia malah melihat adegan itu, ya Tuhan."
"Ya ... inilah yang membuatku sangat tertekan. Berita ini harus Amy sendiri yang mengatakan pada Derek. Itu adalah haknya. Tapi sekarang ia pergi begitu saja ... wanita itu sendirian di luar sana. Dia tidak seperti kita, Alex. Dia terlindungi dan begitu dijaga sejak masih bayi. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya. Derek akan hancur ...."
"Stttt ... kita belum tahu hal itu, Ivy. Aku yakin Amy baik-baik saja. Sejak awal seharusnya kau menjelaskan bagaimana hubungan antara dirimu dan Derek."
"Memangnya apa yang kau tahu tentang aku dan Derek?" Eve mengernyit, selama ini ia menggunakan Derek untuk membuat Alex cemburu, agar lelaki itu sedikit memperhatikannya. Ia tidak pernah mendekati pria lain karena sulit mempercayai mereka, namun Derek sudah seperti saudara baginya. Tempat mereka berbagi makanan ketika masih mengais di jalanan saat masih kecil. Sebelum Derek ikut pergi dan menjadi anak angkat dari Erland Langton. Derek mencarinya ketika sudah tumbuh besar. Derek rupanya tidak melupakannya. Ia belajar lalu memberikan seluruh kemampuannya untuk membantu Derek menjalankan kerajaan bisnis keluarga Langton. Eve berpenampilan liar, sexy dan sensual . Namun di balik itu, pengalaman masa kecil dan remajanya di jalanan membuatnya menjauhi pria, dalam artian menjalin hubungan.
Alex tersenyum. Mengendikkan bahu, menolak menjawab.
"Bayangkan olehmu, dia hamil, pergi sendirian entah kemana. Tanpa penjagaan. Bagaimana jika musuh Derek mengetahuinya."
__ADS_1
"Ini baru satu hari Ivy. Mari berharap para informan kita punya berita menggembirakan beberapa saat lagi. Ayo kuantar kau pulang, kau perlu istirahat."
Eve tidak membantah, memejamkan mata ketika mobil Alex mulai bergerak meninggalkan tempat parkir.
"Kau harus baik-baik saja, Amy." Eve mendesah pelan.
**********
"Dia tidak ada di sini, Mike." Derek terduduk di kursi teras.
Mereka sampai di rumah putih besar di atas bukit, tempat perkebunan terluas milik ayah Amy. Rumah itu kosong. Hanya ada pengurus rumah yang mengatakan tidak ada satu orang pun yang datang ke sana. Ia pasti akan mengenali bila nonanya datang. Tapi memang tidak ada yang datang, dan melihat raut wajah wanita itu. Derek yakin ia tidak berbohong.
"Andai Reggie ada disini, ia pasti tahu perkiraan kemana Amy akan pergi."
"Tapi Regina pergi, Derek ... sesuatu seperti menakutinya." Mike telah menceritakan perihal ketakutan dan keanehan Reggie pada Derek selama perjalanan mereka.
"Kota kecil di sana ...." Mike menunjuk.
"Ada apa di sana?"
"Kita cari mereka di sana. Lihat di setiap penginapan yang ada."
"Kau benar ... Ayo ...."
Tanpa terlihat, Pablo memperhatikan dua lelaki itu di kejauhan. Mengetahui jika salah seorang di antara mereka adalah suami nonanya. Pablo melihat keduanya berjalan ke arah mobil, mereka berhenti untuk memandang rumah besar itu sekali lagi, sebelum akhirnya masuk dan pergi meninggalkan rumah.
Pablo baru akan membuka pintu SUV ketika sebuah mobil di belokan mulai terlihat melaju ke arahnya. Ia berdoa mobil itu tidak berhenti. Ia melupakan fakta bahwa mobil suami Amy akan melewati tempatnya ketika turun dari rumah di atas bukit. Tapi doanya tidak terkabul. Mobil itu menepi, lalu dua pria besar dengan postur tubuh yang gagah turun, berjalan ke arahnya.
Astaga Amy ....Kau menikahi singa Langton lalu memberikan masalah untukku, mimpi apa hingga aku harus menghadapinya hari ini.
Pablo mengomel di dalam hati atas kesialannya. Tapi wajahnya tak menyiratkan apapun. Ia segera menganggukkan kepala tanda hormat ketika dua pria itu sudah berdiri di hadapannya.
"Tuan ...." Kembali Pablo menganggukkan kepalanya.
"Siapa namamu, Nak?" Pria dengan mata abu-abu dingin itu bertanya.
Nak ... dia memanggilku Nak, apa aku terlihat semuda itu? Aku seorang pria, Sir!
Pablo memandang pria yang bertanya padanya dan segera menjawab dengan sopan.
"Aku Pablo, Sir ... Aku salah satu pengawas perkebunan ini."
Lalu ia menoleh ke arah Derek. Ia mengenali suami Amy. Ia sering melihatnya di majalah bahkan internet. Berita pernikahan mereka menjadi trend topic berminggu-minggu.
__ADS_1
"Anda tidak memberitahu jika akan berkunjung, Tuan," ucapnya.
Derek mengangguk pada pria muda itu.
"Kau tahu siapa aku?"
Pablo kembali mengangguk.
"Kami tahu Nona kami sudah menikah dengan Anda, Tuan. Yang artinya Anda adalah tuan kami sekarang. Maaf Tuan ... apakah Nona ikut? Saya akan mengabarkan pada pengurus rumah untuk menyiapkan segalanya jika Anda memberi kabar lebih dahulu." Pablo berusaha membuat suaranya mantap dan tidak bergetar.
Derek mengibaskan tangannya.
"Tidak. Amy tidak ikut. Lagipula itulah yang ingin aku tanyakan. Apakah ia pernah kemari?"
Pablo pura-pura mengernyit. Bergantian memandang dua pria itu, Lalu ia menggeleng dramatis.
"Tidak Tuan. Nona sudah lama tidak mengunjungi perkebunan ini lagi."
"Bagaimana dengan Regina? Apakah ia pernah kemari?" Pria bermata abu-abu yang bertanya. Membuat Pablo menoleh memandangnya.
"Regina?" tanya Pablo bingung.
"Amy memanggilnya Reggie, pengawalnya, berambut hitam panjang." Mike menggambarkan penampilan Regina pada Pablo.
Pablo merasa sesak napas. Si rambut hitam juga ikut menghilang. Tapi Amy kemari sendirian, lalu kemana Reggie kalau begitu?
"Oh ... Reggie pendamping Nona, dia juga sudah lama tidak kemari, Sir. "
Kenapa aku merasa sebuah peluru menembus jantungku setelah mengatakannya. Ya Tuhan ... kau akan menerima akibatnya, Pablo. Tapi ini demi Nonamu ... dan yang berdiri di hadapanmu ini adalah Tuanmu, Pablo bodoh!
Pablo sibuk berdialog sendiri di dalam hatinya.
"Baiklah. Kami pergi sekarang kalau begitu." Derek memberi tanda pada Mike untuk mengikutinya.
"Tunggu Tuan. Apakah anda akan menginap di rumah besar? Saya akan mengabarkan pengurus rumah di sana agar bersiap jika Anda akan menginap."
"Tidak. Kami akan ke kota kecil di sana. Mungkin akan menginap di hotel di kota itu."
Pablo mengangguk. "Baiklah, Tuan."
Derek dan Mike kembali ke mobil mereka. Meninggalkan Pablo yang sedikit membungkukkan tubuh ketika mobil tuannya lewat dan berlalu. Menahan debar jantungnya yang bertalu, merasa seakan tali gantungan sudah di siapkan untuk menghukumnya.
Anda harus menolongku jika aku akhirnya ketahuan dan mereka menghukumku, Nona.
__ADS_1
Pablo membuka pintu mobilnya. Ikut berlalu untuk pulang menuju rumah. Mengabarkan situasi itu pada nyonya muda yang masih bersikeras bersembunyi dengan alasan mau menyendiri dan memberikan masalah untuk hidup Pablo.
**********