Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** Pregnant **


__ADS_3

Evangeline berjalan mondar-mandir di dalam ruang tamu  di mansion utama keluarga langton. Sesekali ia menoleh ke arah pintu dan berdecak.


"Ckkk ... kenapa mereka belum juga sampai kesini?"


"Bersabarlah. Mereka akan segera tiba." Alex berusaha menghibur Eve yang kelihatan agak gelisah.


"Seharusnya mereka datang sejak kemarin. Tapi terjebak hujan dan badai sehingga menunda untuk pulang. Aku ingin tahu keadaan Amy." Eve mendesah dan duduk di sofa di hadapan Alex. Pintu yang terbuka membuat kedua orang yang ada di ruangan itu menoleh. Mike yang melangkah masuk ke ruangan itu melihat rasa kecewa di mata Eve dan Alex.


"Apa? Memangnya kalian tengah menunggu siapa?" tanya Mike pura-pura tidak tahu.


"Yang pasti kami tidak menunggumu, Mike," sungut Eve, yang disambut gelak tawa oleh Mike.


"Mereka akan segera sampai. Kita akan melihat dan bertemu dengan mereka sebentar lagi." Mike memandang Eve yang terlihat tidak sabar.


"Yah ... aku ingin sekali bertemu Amy. Memastikan ia baik-baik saja, mengingat kondisinya sekarang."


"Memangnya ada apa dengan Amy?" Mike memandang bingung pada Eve dan Alex yang saling berpandangan.


"Oke. Aku akan memberitahumu sekarang. Lagipula Amy pasti sudah memberitahu Derek, dan mereka akhirnya pulang bersama. Sekarang Amy tengah mengandung," ucap Eve meyakinkan. Mike tercenung sejenak lalu mengernyit


"Maksudmu Amy hamil?" tanya Mike terkejut. Membuat  Eve berdecak.


"Ckkk. Itulah yang aku katakan. Derek akan segera punya bayi dan kita semua sebentar lagi akan menjadi Paman dan Bibi." Eve tersenyum bangga. Sedangkan dua pria di hadapannya hanya memandangnya datar.


"Kenapa? Kalian tidak suka? Ohhhhh ... aku akan selalu mengajaknya bermain dan akan menjadi Bibi kesayangannya. Tapi sesekali aku akan mengijinkan kalian  mengajaknya bermain." Ucapan Eve disambut dengan keheningan , tidak ada respon dari dua pria di hadapannya.


"Kalian para pria selalu berpura-pura tidak suka pada bayi. Padahal tidak ada yang dapat kalian lakukan bila sudah berhadapan dengan makhluk paling menggemaskan di muka bumi ini." Eve tak berhenti mengoceh.


"Dan lagi ... Ini bayi Derek. Astaga ... aku dengan senang hati akan mengasuhnya," ucap Eve lagi.


"Jika kau sangat ingin mengasuh bayi, kenapa kau tidak menikah dan memiliki bayimu sendiri." Mike tertawa memandang Eve yang mendengar ucapannya lalu mengernyit seolah tengah berpikir keras.


"Kau benar juga, Mike. Tapi aku tidak mau menikah. Hmmmm ... bagaimana kalau aku punya bayi tapi tak perlu menikah?" Eve menggigit bibir bawahnya sembari berpikir. Membuat Alex yang dari tadi memasang wajah datar memandang tajam ke arah Mike.

__ADS_1


"Jangan memasukkan ide-ide gila ke dalam kepalanya, Mike. Tanpa saran darimu pun dia sudah cukup merepotkan!" Alex menghardik Mike yang terkekeh.


Karena sibuk membahas bayi ketiganya tidak menyadari pintu yang terbuka dan langkah kaki  memasuki ruangan dari dua orang yang masuk sambil bergandengan tangan.


"Ah ... dapatkah kau bayangkan? Seorang bayi mungil. Anak Derek yang akan berlarian di dalam mansion ini nantinya." Eve kembali mendesah bahagia. Ketiganya tidak menyadari Derek yang berdiri tak jauh dari mereka sambil mendekap bahu istrinya yang tiba-tiba menjadi gugup. Ia sengaja masuk diam-diam untuk mengejutkan ketiga orang kepercayaannya di dalam ruangan itu. Namun percakapan mereka membuatnya sangat tertarik.


"Bayi!? Anakku? " tanya Derek lantang. Membuat tiga orang di hadapannya berpaling dan berseru gembira melihat kedatangannya.


"Amy! Derek!" Eve berteriak dan langsung berdiri. Ia menarik Amy dari dekapan Derek dan langsung memeluknya.


"Oh, Sayang. Akhirnya kau kembali. Aku sangat khawatir. Kau langsung kabur dan membuat kami semua menjadi cemas." Eve memeluk Amy dan mencium pipinya. Amy tersenyum meminta maaf pada Eve.


"Maafkan aku. Aku bertingkah bodoh. Seharusnya aku tidak lari dan mendengarkan penjelasanmu," ucap Amy dengan wajah menyesal.  Tiga pria yang hadir di sana tersenyum lembut memandang dua wanita yang sudah saling memahami itu.


"Tidak, Sayang. Aku yang seharusnya menjelaskan dari awal padamu. Seharusnya aku mengejarmu sampai dapat. Lagipula kau tengah emosi karena melihat kami dalam keadaan setengah telanjang. Wajar saja kau sangat marah dan mengingat kondisimu yang  sedang hamil, wajar saja emosimu mudah tersulut dan tidak stabil ...." Eve berhenti mengoceh ketika melihat  mimik wajah Amy yang berubah pucat.


"Sayang ... ada apa? Kau sangat pucat. Kau lelah?" Eve melihat Amy mengernyit dan menggeleng pelan ke arahnya.


"Hamil? Apa maksudmu Amy hamil, Eve? Darimana kau tahu istriku hamil?"  Derek berjalan pelan mendatangi dua wanita yang masih berpegangan tangan itu. Derek memandangi istrinya yang tampak agak pucat dan mulai salah tingkah. Eve memandang Amy lalu Derek bergantian. Menyadari kemudian bahwa Derek belum mengetahui kabar tentang kehamilan istrinya.


"Yah. Kau terus mengoceh. Sekarang kau terima akibatnya." Alex terkekeh pelan.


Derek memandang Alex dan mengunci kedua mata pria itu. "Apa kau juga sudah tahu kalau istriku tengah hamil?" tanya Derek.


Alex tidak menjawab, pura-pura memandang kearah lain, membuat Derek yakin laki-laki itu sudah tahu.


"Dan kau Mike ... apakah kau juga sudah tahu?" Derek bertanya pada Mike tanpa memandang ke arahnya. Matanya mengunci kedua mata biru Amy yang hanya diam sambil mengerucutkan bibir mungilnya, seolah bersiap mencari alasan untuk dikemukakan pada Derek.


"Ya, Aku tahu beberapa menit yang lalu sebelum kau datang. Tapi tetap saja aku tahu lebih dulu daripada dirimu. Benarkan?" Mike terkekeh senang. Eve mendelik kearahnya, sedang Alek menepuk dahinya.


"Well, kalau begitu aku pergi dulu. nanti saja kita bicara, Derek." Mike berlalu sambil tertawa melihat suami istri yang saling menatap tersebut. Sang suami menatap tajam kearah istrinya, sedang sang istri menghindar menatap ke arah suaminya. memandang apa saja di ruangan itu asalkan bukan wajah suaminya.


"Ummmm ... aku juga ada keperluan. Aku pergi dulu." Alex melangkah tanpa memandang ke arah suami istri itu. Eve mengekor tanpa bicara.

__ADS_1


"Jangan pergi kemana-mana dulu, Eve. Aku belum selesai denganmu." Ucapan pelan itu terdengar bagai teriakan peringatan di telinga Eve. Ia memandang Alex memohon untuk mengajaknya, namun seringai di wajah laki-laki itu membuat ia cemberut.


"Selamat tinggal, Ivy. Aku duluan." Alex terkekeh dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


"Katakan padaku dari mana kau tahu kalau istriku hamil. Apakah ia memberitahumu?" Derek bertanya pada Eve tanpa mengalihkan tatapannya dari kedua mata Amy.


Eve memandang Amy, tersenyum meminta maaf. Ia tidak tahu kalau Amy belum menceritakan perihal kehamilannya pada Derek.


"Eve. Aku bertanya padamu." Derek mendesis tidak sabar.


"Sebenarnya bukan istrimu yang memberitahuku. Aku hanya kebetulan saja menebak," ucap Eve mengelak. Derek menoleh sedikit, melihat Eve dengan ekor matanya.


"Jangan mencoba berbohong. Kau tidak pernah bisa melakukannya padaku!"


Eve cemberut. Kembali memandang Amy yang ternyata tengah tersenyum memandangnya. Seolah menyuruhnya mengatakan yang sejujurnya pada Derek.


"Ummmm ... sebenarnya aku tahu karena Amy meninggalkan hasil test kehamilannya di hotel saat lari meninggalkan kita saat itu. Testnya positif. Aku menebak ia mencarimu ke hotel karena ingin memberitahumu kabar itu. Namun pemandangan kita saat itu membuatnya salah paham." Eve kembali memandang Amy menyesal. Tapi wanita itu tersenyum menenangkan, terlihat sangat cantik di mata Eve dengan dua lesung di pipinya.


"Begitu. Sekarang kau boleh pergi. Tinggalkan kami," ucap Derek pada Eve.


Eve memandang Amy, tersenyum berpamitan. "Maafkan aku. Aku tidak tahu kau belum memberitahunya."


Amy mengangguk ke arah Eve. Memandang kepergian wanita itu sampai pintu tertutup. Lalu menunggu dengan hati berdebar. Sekarang suaminya tahu. Secara tidak sengaja dari mulut orang lain ....


***********


From Author


Pembaca sekalian author benar-benar mohon maaf karena berhari-hari tidak update karena kondisi kesehatan yang menurun. Semoga pembaca tetap setia menanti dan suka pada episode-episode selanjutnya yang akan author update.


Ditunggu ya pembaca ... episode-episode menjelang akhir dari kisah Derek dan Amy di Passion Of My Enemy.


Jangan lupa like, koment, rating bintang 5 dan vote untuk karya author ya.

__ADS_1


Terima kasih ....


Salam, DIANAZ


__ADS_2