Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** Need To Talk **


__ADS_3

"Aku mohon padamu. Berhentilah merajuk dan bicara padanya." Pablo duduk bersandar di ranjang rumah sakit. Sudut bibirnya yang dijahit dan diperban membuatnya sulit untuk berbicara. Kalaupun ia melakukannya, maka rasa nyeri yang berdenyut membuatnya kewalahan.


"Jangan bicara kalau masih terasa sakit, Pablo." Amy memandang temannya itu dengan rasa kasihan. Mata kanan Pablo membengkak dan berwarna hitam keunguan, wajahnya terlihat berantakan karena bengkak. Amy menjadi ingat dialah yang menyebabkan hal itu terjadi pada laki-laki itu. Amy masih menolak bicara pada Derek, walaupun Derek sepertinya akan terus berusaha sampai ia dipedulikan dan didengarkan.


"Kalau kalian sudah baikan, Kaukan bisa segera pulang bersamanya," ucap Pablo lagi.


"Kau mengusirku?" Amy menaikkan alisnya. Pablo menggeleng, mengernyit ketika rasa nyeri kembali di  pelipisnya ketika ia menggerakkan kepala.


"Mana berani aku mengusirmu, Nyonya. Aku hanya ingin kau segera memaafkan suamimu. Sehinga ia tidak lagi datang kemari."


"Kau terganggu ia datang?"


Tentu saja aku terganggu. Dia menatapku dan seolah mengatakan 'Katakan pada istriku jika kau sudah memaafkan perbuatanku padamu!' Walaupun ia tidak bicara, tatapan itu yang bicara. Pablo bergumam dalam hati.


"Tentu saja tidak. Dia berbaik hati menjengukku setiap hari. Mana mungkin aku terganggu," ucap Pablo setengah hati.


Suara pintu terbuka membuat keduanya menoleh. Derek masuk dan kembali Pablo merasakan intimidasi terhadap jiwanya. Ia memandang Amy ....


Oh, Ayolah Nyonya.Bawa suamimu pergi dari sini.


"Amy ... kau sudah makan? Ayo kita makan siang di luar dan biarkan Pablo beristirahat." Derek memicingkan mata menatap Pablo. Cepat-cepat Pablo mengangguk.


"Tuan Langton benar, Nyonya. Aku ingin sekali tidur siang. Kau sebaiknya pergi saja makan bersama suamimu."


Ayo ... Kumohon pergilah! pergi! Jangan lama-lama disini.


Pablo mengusir tamunya walaupun hanya berani di dalam hati.


"Nah, benarkan. Ayo beri waktu padanya untuk istirahat." Bujuk Derek. Amy mendengus. Memberengut dan menatap ke arah suaminya.


"Pablo tetap bisa tidur siang. Aku akan duduk di sofa dan tidak akan berisik!" Amy melaksanakan kata-katanya. Dia meninggalkan sisi ranjang dan duduk di tengah sofa.


"Kau lihat kan. Aku akan diam dan menungguimu. Jadi istirahatlah. Tidur. Pejamkan matamu." Perintahnya pada Pablo.


Pablo merutuk di dalam hati.


Jangan memberiku kesulitan lagi, Nyonya. Cukup lebam di wajahku ini saja. Jangan kau tambah di seluruh tubuhku.


Derek menarik napas panjang. Ia sebenarnya menahan trik terakhir ini, tapi sepertinya tidak ada cara lain agar Amy mau bicara dengannya. Ia harus melakukan cara itu, walaupun nanti akan membuat Amy sangat khawatir.

__ADS_1


Derek mendekati sofa. Duduk di sebelah Amy. "Kau tahu, aku sebenarnya tidak mau membuatmu khawatir. Tapi kau selalu menolak bicara denganku. Padahal aku ingin memberitahukanmu sesuatu yang sangat penting."


Amy menoleh dan menatap Derek.


Ah akhirnya aku mendapatkan perhatianmu.


"Kau mau mengatakan apa? " tanya Amy.


"Ini soal Reggie ...." Derek mendapatkan reaksi yang ia inginkan ketika nama Reggie di sebut. Sesuai perkiraannya, istrinya mulai fokus dan bergeser menghadap ke arah Derek.


"Reggie? Kenapa?nAda apa dengannya?"


"Ikut denganku. Kita perlu membahasnya, tapi tidak di sini." Derek melihat Amy memberengut. Ia menatap ke arah ranjang, Pablo yang mendengar percakapan itu kembali mendorong Amy agar pergi ikut dengan ajakan suaminya.


"Aku benar-benar ingin istirahat dan kau tak perlu menunggui ku lagi. Kumohon ikutlah dengan suamimu. " Pablo memandang putus asa pada Amy yang masih juga merasa ragu.


"Lagipula keberadaanmu di sini mengganggu, Nyonya. Para gadis yang ingin datang kesini menjadi mundur untuk membesuk. Mereka pergindan aku jadi tidak bisa mencari perhatian mereka." Pablo terpaksa mengatakannya. Ia harap Amy tidak begitu tersinggung dikatai mengganggu.


Amy melotot mendengar ucapan Pablo.


"Kau dengar itu? Sekarang ayo pergi  denganku, agar Pablo bisa menelpon para gadisnya dan mengundang mereka untuk menyuapinya makan." Derek memandang Pablo tidak suka, karena laki-laki itu menyebabkan istrinya selalu datang ke rumah sakit hanya untuk menyuapinya makan.


Oh Tuhan ... dia kesal istrinya yang menyuapiku makan! Tolong jangan salahkan aku, Tuan. Istri keras kepalamu itu sangat memaksa!


""Baiklah. Aku akan pergi makan siang dengannya. Tapi kau harus beristirahat. Tidur! Seperti katamu tadi! Tidak ada gadis yang akan datang lalu mengganggu istirahatmu!" Amy memerintah. Pablo berulang kali menganggukkan kepala.


"Baik. Baik. Aku berjanji."


Tapi sekarang aku mohon pergilah. Suamimu sudah kelihatan tidak sabar.


Mendengar jawaban yang ia inginkan, Amy melangkah meninggalkan kamar mendahului Derek


"Ayo," ajaknya pada Derek yang masih berdiri diam dan memberikan tatapan tajam pada Pablo sebelum  berjalan mengikuti istrinya.


Pablo menarik nafas lega ketika dua orang itu telah meninggalkan kamar.


"Benar-benar pasangan yang merepotkan," ujarnya pelan.


**********

__ADS_1


Derek menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Ia turun lalu berputar untuk membuka pintu bagi Amy. Keduanya melangkah masuk ke dalam restoran.


"Silakan pesan makananmu, Sweety. Buat double. Aku ikut apa yang kau pesan."


Derek duduk dan menatap tegak lurus ke arah Amy yang segera mengambil buku menu dan membaca hidangan apa saja yang disediakan oleh restoran. Tidak menyadari pria di hadapannya memandangnya tanpa berkedip seolah melahap sosoknya.


Amy memanggil pelayan dan menyerahkan notes pesanan mereka, baru kemudian memandang ke arah suaminya. Pandangan mereka bertemu dan Amy mengernyit.


"Kenapa memandangku begitu aneh, Derek? Ada sesuatu di wajahku?" Ami menggosok kedua pipinya dengan telapak tangan. Derek menggeleng.


"Tidak ada apapun di wajahmu, Sweety. Kau cantik seperti biasa. Hanya saja ...." Kalimat Derek terputus sebentar sebelum ia akhirnya melanjutkan kembali.


"Hanya saja. Tidak ada kerinduan di wajahmu. Sepertinya kau bersenang-senang dan benar-benar lupa padaku."


Amy mendengus pelan, tiba-tiba ia merasa sangat kesal dengan ucapan Derek.


"Kurasa kau juga tidak merasakan apa-apa, Derek. Kau tidak segera menyusul ketika tahu aku pergi. Evangeline pasti memberitahumu sesaat sesudah aku pergi meninggalkan hotel kan," ucap Amy pahit.


"Kita harus membahas  dan meluruskan ini. Kau harus tahu hubungan antara aku dan Eve."


Kembali Amy mendengus. "Jangan lupa Derek. Kau mengajakku ke sini karena akan mengatakan sesuatu tentang Reggie. Aku mau tahu ada apa dengannya."


"Itu akan segera aku ceritakan. Tapi sebelumnya kau harus mendengarkanku." Derek menunggu istrinya membantah. Namun Amy diam dan menatap ke arahnya, menunggu, memberitahu Derek bahwa ia akan mendengarkan.


"Aku mencintai Eve, Sweety...."


Kalimat Derek terputus ketika melihat perubahan mimik wajah istrinya. Darah seolah surut dari wajah itu. Membuat Derek memaki dirinya sendiri.


Sialaan! Kenapa kau selalu salah memilih kata, Derek Langton!


**********


From Author


Akhirnya selesai juga part ini. Jangan jengkel ma Derek ya ....


Buat yang udah baca sampai part ini, mampir juga ke Love Seduction yah and kasih komentar kalian.


Doain semoga semua lolos review admin. Soalnya apapun yang Author update, harus llmelalui proses review dulu dari pihak manga/noveltoon.

__ADS_1


thank semua ....


Salam, DIANAZ.


__ADS_2