
Hari hari dilalui Amy di mansion Garden dengan menyibukkan diri di taman yang di desain oleh ibunya. Ditemani Jason yang dengan senang hati menemani Amy berkebun dan menghabiskan waktu mendengar semua kisah masa lalu ibunya ketika berada di tempat itu .
Tempat yang indah dimana taman dengan petak petak bunga terhampar luas di sisi kiri kanan jalan menuju gerbang. Lalu ada juga perkebunan sayur yang berada di lereng bukit tempat Jason mengajak Amy mengambil dan memetik sendiri beberapa sayuran segar untuk keperluan dapur mereka.
Amy menilai semua kejadian di mansion dengan seksama. Orang-orang yang bekerja atau sekedar datang memenuhi segala keperluan untuk mansion.
Amy menyadari letak tempat ini lumayan terpencil, perlu lebih kurang 2 jam untuknya mencapai kota dan bandara kecil tempat Derek menurunkannya ketika pertama kali datang.
Transportasi hanya ada mobil yang keluar masuk dengan penjagaan orang-orang Derek dan tanpa luput dari pengawasan Jason. Amy menyadari keberadaan helipad di bagian atas kiri mansion. Tempat transportasi tuan rumah sehingga bebas pergi pulang kapanpun ia mau.
Kesempatan keluar dari mansion adalah saat Jason mengajaknya melihat perkebunan sayur di lereng bukit. Jason yang mengerti akan kebosanan yang dialaminya karena terkurung sengaja mengajaknya berjalan-jalan menyusuri kebun-kebun sayur yang menghijau.
Amy melihat di ujung perkebunan itu terdapat anak sungai yang mengalir jernih , pekerja perkebunan kerap terlihat datang dari jalan setapak di pinggir sungai, Jalan kecil itu mengarah masuk ke dalam hutan.
Dari pekerja kebun yang berhasil ia ajak bicara, Amy mengetahui ada desa kecil tak jauh dari perkebunan sayur itu. Ia hanya perlu menelusuri jalan setapak kecil di sepanjang aliran sungai untuk sampai ke sana. Namun dari cerita wanita pemetik sayur yang bernama Bess, Amy mengetahui bahwa sebagian besar dari orang orang yang tinggal di sana bekerja di mansion dan juga di perkebunan Derek. Mustahil meminta bantuan mereka untuk melarikan diri pikir Amy.
Tak mungkin Amy mengaku sebagai tawanan tuan mereka, akan membuat mereka semakin menjauhinya. Juga tak mungkin meminta bantuan dengan mengaku sebagai tamu, karena akan membuat mereka bertanya-tanya kenapa ia tidak langsung mengatakan keinginannya pada Jason atau langsung pada tuan rumah.
__ADS_1
"Haishhhh ...." Amy mendesah lelah. Di kejauhan ia memandang Bess yang tengah berjongkok memetik sayur. Amy melambaikan tangannya dan berteriak,
"Bessssss!! Aku akan pulang lebih dulu! Bisakah kau menyampaikan pada paman Jason nanti!"
Amy melihat Bess melambai dan kemudian mengangguk. Ia memandang lereng tempat Jason sebelumnya berada dengan gerobak sayur yang sudah dipetik, namun Jason sudah tidak ada di sana. Amy mengendikkan bahu lalu mulai melangkah dengan kedua tangan memegang topi lebar di atas kepalanya.
Seekor kelinci tertangkap mata Amy tengah mencari makanan di kebun sayur itu. Amy mendekat perlahan, tertarik pada bulu putih lebat yang di lihatnya.
"Oh ... ya ampun, lucunya ...." Amy tersenyum dan mulai mengikuti langkah kaki kelinci kecil yang mulai berlari pergi karena terpergok olehnya.
"Jangan lari ... Aku hanya ingin melihatmu." Amy berjalan cepat, menahan langkahnya agar tidak menakuti kelinci itu.
Amy terus melangkah melihat-lihat keberadaan kelinci putih yang diikutinya. Makhluk lucu itu kadang muncul, mengintip, untuk kemudian pergi bersembunyi kembali.
Tanpa sadar Amy melangkah semakin jauh kedalam hutan. Mengikuti aliran air, sampai ia tiba di bebatuan besar di pinggir sungai. Memutuskan menikmati sensasi air dingin di jari-jarinya Amy membuka alas kakinya lalu melangkah diantara bebatuan masuk kedalam aliran air yang jernih dan tenang.
Air dingin yang mengelus kakinya terasa sangat nikmat hingga Amy ikut memasukkan kedua lengannya ke dalam air dan mencuci wajahnya.
__ADS_1
Keheningan tempat itu dan suara burung-burung hutan membuat tempat itu terasa seperti surga bagi Amy yang selama 19 tahun tidak pernah menikmati kesempatan seperti ini. Dirinya selalu di dampingi, dilindungi dan selalu dijaga oleh ayahnya serta orang-orangnya. Setidaknya selalu ada Reggie kemanapun ia pergi.
Amy duduk di bebatuan dengan air sungai yang mencapai betis. Ia meletakkan topi lebarnya di atas batu dan memandang ke arah langit. Beberapa awan hitam mulai memayungi daerah itu, Amy tersadar kalau cuaca mendung dan udara sekitarnya mulai terasa dingin. Ia bergerak ke tepian sungai, ingin cepat meninggalkan hutan sebelum gelap mendatangi.
"Ckkk ... Aku lupa waktu," ujarnya. Bergegas Amy berlari kembali menyusuri pinggiran sungai, tanpa sadar meninggalkan topi dan alas kakinya.
Suara guntur mendahului rintik hujan yang mulai turun semakin lama semakin deras. Amy bergidik ketika kilat menerangi hutan itu yang sudah gelap karena naungan pohon-pohon besar di dalamnya. Amy berlari mengikuti nalurinya tanpa tahu pasti arah jalan untuk pulang. Suara aliran sungai tak lagi terdengar karena kalah oleh suara hujan.
Amy terus berlari sambil memicingkan mata menahan rembesan air hujan diantara bulu matanya . Sebuah ranting pohon membuat lengan kausnya tersangkut dan menggores bahu Amy.Rasa nyeri membuat Amy memelankan langkah. Ia berputar memindai sekelilingnya, kebingungan dengan arah yang harus ia ambil selanjutnya.
Suara menggelegar guntur dan kilat yang kembali bersahutan membuat Amy terpaksa mengambil langkah. Ia harus keluar dari hutan ini, kaki nya yang sedari tadi berlari tanpa alas mulai terasa perih, entah berapa banyak luka yang menggores telapak kakinya. Namun Amy tidak menghentikan larinya, tak ia hiraukan rasa nyeri yang mendera kedua kaki dan bahunya.
Kondisi kaki yang terasa sakit membuat tapakan kaki Amy goyah, ia jatuh, terpeleset ke arah tanah miring di depannya.
Amy terjatuh dan terguling tanpa dapat menahan laju tubuhnya sendiri. Hantaman tubuhnya ke sebuah batu menghentikan Amy berguling lebih jauh. Air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya membuat ia menggigil. Amy menyentuh dahinya yang terasa berdenyut dan menyadari noda darah yang melekat di antara jari jarinya sebelum noda itu luruh oleh air hujan.
"Derek ...." bisikan Amy disahuti oleh suara guntur yang menggelegar sebelum kemudian kegelapan total menyelimuti seluruh kesadarannya.
__ADS_1
**********