
Amy membuka mata, memandang ruangan sekitar tempat tidurnya yang terasa asing ,menyadari dimana ia sekarang berada dan mencoba mengingat mengapa ia berakhir di ranjang putih rumah sakit.
"Kau kecelakaan, Nona."
Amy menoleh ke arah suara. Seorang pria dengan rambut hitam yang diikat, dan anting berlian di telinga kirinya tengah tersenyum.Amy mengernyit...mengingat saat-saat ketika ia mendengar suara ledakan dari arah rumah diatas bukit.
"Anda yang menolongku...?"
"Aku minta maaf ,Nona....mobilmu.......... Kami meninggalkannya disana."
Amy mengibaskan tangannya.
"Itu tidak penting..lagi pula itu bukan mobilku."
"Kau melajukan mobilmu terlalu kencang ,Nona. Untunglah hanya cidera kepala ringan."
"Ledakan itu!!...aku harus kembali kesana!" Amy bergerak ingin turun dari tempat tidur, tidak memedulikan kepalanya yang masih terasa pusing.
"Upsss, stop! ...Tenanglah, kau harus memulihkan dirimu! Aku akan memberi kabar kesana. Mereka akan menjemputmu."
Lucius mencoba menenangkan Amy, menghentikan Amy turun dari tempat tidur. Ia sebenarnya tidak tau situasi yang terjadi di bukit. Apa yang menyebabkan ledakan sebesar itu terjadi disana. Namun nama Derek yang dibisikkan gadis itu saat pingsan memberikan sebuah ide di kepala Lucius. Menahan gadis itu sampai ia tau hubungannya dengan Klan Langton dan memastikan keinginannya di perjanjian bersama Mike dipatuhi oleh Derek.
Sebuah panggilan di hp nya membuat senyum terkembang di bibir Lucius..sesuai tebakannya. Mike menghubunginya lagi.
" Maaf ,Nona. Aku akan memastikan kau di jemput oleh Mike. tetapi setelah kau pulih dari kecelakaan ini. Aku merasa berkewajiban membantu perawatanmu. "
"Kau mengenal Mike!"
"Ya....jadi tunggu dan beristirahatlah. Aku keluar dulu."
Tanpa menunggu persetujuan Amy ,Lucius pergi meninggalkan kamar perawatan. Memberikan instruksi pada orang orangnya untuk melakukan penjagaan ketat terhadap gadis itu.
"Pastikan tidak ada orang yang bisa menemuinya!"
__ADS_1
Anggukan serentak mengiringi perintah Lucius sebelum meninggalkan koridor rumah sakit.
*****
"Kalian mencari seorang gadis?" Lucius menyerigai memandang jalanan yang dilewati oleh mobilnya. Suara Mike di sebrang sana terdengar tak sabar .
"Mobil yang dikendarainya terlihat di jalanan di wilayah villa dekat markas Jonathan. Sepertinya telah terjadi kecelakaan......, katakan padaku,apakah kau punya informasi tentang ini?"
"Hmmm.......sepertinya aku bisa sedikit membantu. Temui aku di kantorku sekarang, Mike! pastikan Derek ikut bersamamu!"
Lucius mematikan telpon, " Segeralah,Lance! Aku tak sabar menemui singa Langton yang sombong dan Arogan itu. Sekarang dia sendiri yang malah mencariku!"
tawa senang menghiasi kata kata Lucius. Merasa yakin jalan panjang yang harus dilaluinya demi gadis mungilnya yang berambut hitam sudah mulai terbuka.
*****
Lucius mengatur posisi duduknya di belakang
meja sesantai mungkin. Ekspresi wajahnya tenang ketika menyambut pintu kantornya yang terbanting disusul kemunculan 3 sosok pria bertubuh besar. Mike dengan seorang pria yang masih mengenakan seragam tentara, seperti baru saja kembali dari medan pertempuran.Sedang kan Derek Langton tampak berantakan dengan kemeja yang tidak dikancing di bagian atas. Noda kemerahan menghiasi dibahu kirinya..
"Siapa?"
"Jangan pura-pura! aku tau gadis itu ada padamu!"
Lucius tersenyum tenang. Memandang Mike dan Derek bergantian.
"Sebelum menjawab pertanyaanmu, aku ingin memastikan Kau memenuhi perjanjian yang dilakukan Mike atas namamu."
"Biarkan aku melihat dulu gadis itu!"
"Dia baik baik saja,.....well, ada sedikit luka di keningnya." Lucius menunjuk kekeningnya sendiri
Tarikan tiba tiba pada krah bajunya membuat tubuh Lucius bangkit dari tempat duduk. Wajah Derek yang mengancam sudah berhadapan dengan wajahnya.
__ADS_1
Desisan marah terdengar kemudian.....
"Luka katamu!! kenapa ia terluka!"
"Lepaskan aku! gadis itu yang melaju kencang dan menabrakku! "
Mike memegang bahu Derek . berusaha memisahkan Derek dari Lucius...
"Derek......lukamu berdarah lagi! kita harus segera menemui Barkley" Mike sangat khawatir melihat wajah Derek yang mulai pucat. Ia tau dari tadi lelaki itu menahan rasa sakitnya.
"Dia benar! keluarkanlah pelurunya! aku memegang kata kataku......gadis itu akan kembali pada kalian dengan selamat. Dia hanya sedang beristirahat setelah kecelakaan itu. Hanya cidera kepala ringan. "
Derek mundur, rasa pusing mulai berputar di kepalanya
"Apa yang kau inginkan sebagai balasannya!"
"Mike sudah tau apa yang aku inginkan! Aku hanya ingin memastikan kau mematuhi kesepakatan yang dia buat untuk menyelamatkanmu."
Derek memandang Mike.....bertanya lewat sorot matanya. Sebuah anggukan mantap dari Mike membuat Derek yakin atas apa yang harus ia lakukan.
"Baiklah.....semuanya akan seperti yang kau inginkan..."
Lalu Derek terhuyung, rasa sakit dari bahunya dan kehilangan banyak darah dari luka tembakan yang seharusnya sudah ditangani dari tadi membuat tubuhnya mulai lemas.
Mike segera menyangga tubuh Derek. Membawanya ke sofa dan membantu Derek duduk bersandar. Kemeja yang ia pakai kembali terlihat basah.
Mike mengambil ponselnya. Menghubungi beberapa orang, mengumamkan beberapa perintah ...
"Aku akan membawanya ke atas ,Sanchez. Aku butuh landasan helypadmu. Sebentar lagi akan datang orang kami yang akan menjemput."
Lucius menjawab dengan anggukan, "Ya....bereskan luka itu, dan hubungi aku jika kalian sudah siap menjemputnya"
Mike mengangguk, memberi tanda pada Alex agar membantunya membawa Derek menuju pintu lift . Derek sudah diambang ketidak sadaran
__ADS_1
"Pastikan kau menjaganya dengan baik, Sanchez. Entah apa yang akan dia lakukan jika menemukan gadis itu terluka!"
Mike meneriakkan ancamannya sebelum masuk ke dalam lift dan berlalu menuju puncak gedung.