
Pasukan Derek bergerak tanpa suara, mereka menyebar mengelilingi daerah itu seperti hantu. Semuanya berpakaian serba hitam. Pemimpin mereka bergerak paling depan, memindai setiap sudut lokasi gudang tua yang telah lama di tinggalkan itu, memberi perintah hanya dengan gerakan tangan dan jari-jarinya.
Satu demi satu kawanan pembunuh bayaran dan orang orang Jack yang mengamankan lokasi gudang tua itu hilang misterius. Mati dengan tubuh berlubang oleh pistol berperedam, patah leher atau tusukan pisau tajam tanpa menimbulkan kegaduhan sedikitpun.
"Tidak ada pergerakan di dalam sana, Derek."
suara Mike dari arah samping gudang terdengar dari alat komunikasi yang terpasang di telinga masing- masing anggota pasukan.
"It's clear ...." bisikan pemimpin pasukan yang merupakan anggota legiun pembasmi untuk kepentingan kerajaan bisnis Klan Langton terdengar di alat komunikasi mereka. Perlahan Derek mengikuti para pria bersenjata lengkap yang memandu mereka masuk ke dalam gudang.
Pemandangan di dalam gudang membuat Derek mengernyit. Amy yang terikat di atas kursi dengan mulut tersumpal terlihat menyedihkan, memindai menyeluruh tubuh gadis itu Derek merasa lega karena tidak menemukan luka atau memar di tubuhnya.
Suara tepuk tangan mengalihkan perhatian Derek ke sumber suara.
"Welcome, Derek ... kami sudah menunggu kedatangan mu. "
Suara dingin yang muncul dari kegelapan di sudut kiri gudang itu membuat semua anggota Derek siaga mengangkat senjata. Siap menghabisi semua musuh yang ada di hadapan mereka.
"Sebaiknya kau pikirkan lagi, aku baru saja akan bernegosiasi denganmu mengenai nyawa gadis itu."
Seorang pria dengan topeng dan jubah yang menutupi keseluruhan tubuhnya muncul dari balik bayangan. Diikuti oleh beberapa penjaga dan juga Jack Langton.
Derek mengawasi ketika Jack Langton mendekati Amy lalu memeluk tubuh gadis itu dari belakang kursi sambil menumpukan dagunya di bahu Amy.
"Sayangku ... katakan pada Derek apa yang telah kami pasang di balik pakaianmu ini." Jack menyeringai kearah Derek yang mengatur ekspresinya tetap datar tak terbaca.
Jack membuka jaket yang disampirkan ke tubuh Amy , memperlihatkan bom yang telah diikatkan ke sekeliling tubuhnya.
"Ketika ayahku menekan tombol pada detonatornya ... bummmm! Gadis cantik ini akan menjadi serpihan!"
Tawa menghiasi ucapan Jack di gudang tua itu. Kata 'ayahku' yang ditangkap Derek mengakibatkan ia fokus memandang laki laki bertopeng yang muncul menyambut mereka, menelisik di balik kegelapan wajah yang ada di bawah topeng yang menutupinya.
"*U*ncle Jonathan ...." bisik Derek.
"Informan mu memang hebat, Derek. Begitu juga dengan anjing tangan kananmu ."
Pria itu mendengus. Memandang keseluruhan pasukan yang datang bersama Derek.
"Tarik orang orang mu ... suruh mereka mundur. Atau aku akan meledakkannya menjadi serpihan!"
__ADS_1
Derek memandang kearah pemimpin pasukannya, lalu mengangguk, lama mereka berpandangan tanpa ada yang mulai bergerak.
"Sepertinya kau butuh bukti bahwa aku tak main main dengan ucapan ku ... gadis ini tak ada artinya untukku. Dia hanya kupakai untuk memancing mu datang dan menangkap mu, Keponakanku!"
Jonathan melangkah mendekati Amy , mengeluarkan sebilah pisau kecil tipis mengkilat yang terlihat sangat tajam. Lalu mulai membuka ikatan tali di lengan Amy. Jack yang masih memegang Amy dari belakang menekan kedua bahu gadis itu agar tetap duduk di kursinya.
"Aku memindai seluruh tubuhnya dan sudah mengetahui alat yang kau tanam di lengannya, Derek. Bagaimana kalau aku melakukan sedikit irisan untuk mengeluarkannya."
Jonathan menyeringai memandang Derek yang melotot padanya. Seketika ia memberi tanda pada pemimpin pasukannya untuk segera mundur dan menjauh.
"Aku tahu anjingmu, Mike masih di luar sana! Perintahkan mereka pergi dari sini!"
"Mike! Pergilah! Tarik semuanya mundur!"
Derek memberi perintah lewat alat komunikasi. Terdengar suara protes dan mengumpat dari Mike.
"Kerjakan perintahku, Mike!"
Hening beberapa menit kemudian. Jonathan memberi tanda pada anak buahnya untuk melucuti Derek.
Dua orang memeriksa Derek secara keseluruhan. Mengambil senjata dan seluruh alat komunikasi yang ada padanya kemudian mulai memindai seluruh tubuh Derek dari ujung rambut sampai kakinya.
Setelah memastikan Derek bersih dari pelacak, dua orang itu mengikat kedua tangannya di belakang, kemudian melilitkan lagi tali ke sekeliling tubuhnya, memastikan talinya kuat dan kencang dan terakhir menempelkan lakban ke mulut Derek.
"Tentu saja aku tetap harus mengeluarkan pelacak di lengan gadis itu ... hahaha"
Suara tawa Jonathan membuat Derek merinding. Ia memandang Amy yang ketakutan dan menggelengkan kepalanya dengan kuat.
Derek ingin berteriak, namun suara yang ia keluarkan hanya berupa gumaman tidak jelas.
Jonathan mengangkat lengan kiri Amy, memberikannya pada Jack yang menjepitnya kuat ke arah kepala, sehingga lengan dalam Amy terlihat jelas.
Tangan Jack yang satunya menyatukan tangan kanan Amy ke belakang kepala dan kembali menjepitnya.
Jonathan memegang tangan Amy dengan satu tangan dan mulai mendekatkan ujung pisau ke bagian dalam lengannya.
Amy bergerak-gerak gelisah. Suara mencit ketakutan terdengar dari mulutnya yang di tutup lakban.
Derek bergerak ingin mendekat menjauhkan pisau Jonathan dari kulit Amy. Namun tendangan kuat di punggungnya membuat ia tersungkur ke arah depan. Nyeri yang terasa akibat tendangan itu membuat Derek terbatuk-batuk.
__ADS_1
"Sebaiknya kau menonton saja Derek! Atau anak buahku dengan senang hati membuatmu babak belur." Jonathan tertawa senang melihat Derek yang kesakitan.
Jack melihat wajah pucat Amy , tanpa suara melihat apa yang akan dilakukan ayahnya. Ia telah mengusulkan untuk membawa profesional untuk mengeluarkan alat itu, namun ayahnya tak menggubris. Jack tidak tahu bahwa ayahnya berniat mengeluarkan sendiri benda itu.
Amy memandang Derek yang tersungkur, kemudian berdiri dengan dipegang oleh dua orang di sisinya. Lelaki itu tetap memberontak dan di hadiahi tendangan dan pukulan di setiap gerakannya. Amy meringis. Derek akan bertambah buas jika melihat ia ketakutan, lelaki itu akan membiarkan tubuhnya dipukuli untuk mengalihkan perhatian para ******** ini. Memikirkan itu Amy menguatkan dirinya, ia menangkap mata Derek, memandangnya dengan tekad di kedua bintik birunya, lalu duduk diam tak bergerak. Menekan ketakutan dan kegelisahannya di dalam hati.
Jonathan menoleh ke arah Amy karena merasakan gadis itu diam tidak lagi bergerak-gerak gelisah seperti tadi. memandang Amy yang hanya menatap Derek dengan tekad di kedua matanya.
"Oh ... sepertinya gadis berani ini sudah siap."
jonathan mendekatkan ujung pisau, mengiris kulit lengan yang lembut itu hingga darah mengucur dari luka yang ia buat. Ia berhenti sejenak, memandang ke wajah Amy yang pucat dan hanya sebentar memejamkan mata saat mata pisaunya mengiris kulitnya.
Derek yang berpandangan dengan mata biru itu merasa sangat lemas. Seluruh kesakitannya terpancar lewat mata. Ia menanam alat itu dengan sangat hati-hati. Takut membuat gadis itu merasa sakit, dan sekarang ******** itu seenaknya mengiris kulit Amy untuk mengeluarkannya.
Dua orang yang memegang kedua sisi tubuhnya membuat Derek tak dapat melakukan apapun. Amy yang sempat memejamkan mata tanda ia menahan rasa nyeri yang ia rasakan membuat seluruh tubuh derek merasa lunglai.
Sekilas ia melihat kepala gadis itu menggeleng, mata birunya memandang Derek penuh tekad, seolah memberitahunya bahwa ia akan bisa menanggung rasa sakit itu.
"Well... sepertinya aku harus mengorek sedikit lebih dalam."
Jonathan menggoyangkan ujung pisaunya di daging bagian dalam lengan Amy, mencari di bawah kulit itu pelacak yang ingin ia keluarkan.
Ia berhenti ketika merasakan ujung pisau nya menyentuh sesuatu. Tanpa memedulikan darah yang membanjiri lengan putih gadis itu dan yang menetes ke atas lengan kursi, ia mulai mencungkil benda itu dengan ujung pisaunya.
Amy mengetatkan geraham, mencoba menahan rintihan atau suara apapun yang dibuat tenggorokannya. Namun sekuat apapun ia menahan, rasa sakit tanpa sadar membuat air mata meleleh di pipinya. Matanya yang masih memandang mata Derek melotot dan wajahnya menjadi sepucat kain berwarna putih.
Derek melihat wajah Amy yang terpapar di depannya dengan rasa shock luar biasa. Merasa gagal melindungi gadis itu, merasa bersalah karena ialah yang membuat gadis itu sebagai umpan dan menanam pelacak itu di lengannya.
Sebuah benda yang melenting ke tanah membuat Jonathan menghentikan tindakannya mengorek ngorek lengan Amy. Jack yang melihat ayahnya sudah berhenti , melepaskan lengan Amy dan mengambil kotak emergensi yang sudah ia siapkan. Ia mengeluarkan perban , mulai menyeka darah dan menekan luka di lengan gadis itu. Tanpa suara membersihan darah yang terus mengalir di lengan Amy.
"Sekarang ikuti aku Derek! Atau bom di tubuh gadis itu akan aku ledakkan hingga ia menjadi serpihan!"
Cast : Derek Langton
Cast : Amy Sky
__ADS_1