Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** I'M So Sorry **


__ADS_3

Derek memandangi istrinya yang masih terisak-isak. Sudah lama sekali ia ingin menangisi masa itu. Dirinya yang terlambat menyelamatkan satu-satunya orang yang sangat Eve sayangi. Namun dia memendam semuanya, menyimpan tangisnya di dalam hati dan sekarang, wanita mungil yang cantik di hadapannya ini menggantikannya menangis. Menangis untuk David yang telah tiada, menangis untuk Eve yang kehilangan orang terpenting dalam hidupnya, dan menangis untuk Derek yang mengalami penyesalan tidak terperi untuk kedua kakak beradik itu.


"Sekarang kau mengerti kan, Sweety , kenapa aku bilang aku mencintai Eve. Aku menyayanginya seperti adikku sendiri, terlepas dari kalimat terakhir David yang memintaku menjaganya. Aku akan melakukannya tanpa ia minta."


Amy mengangguk, membersihkan hidungnya yang terasa penuh. Derek mengulurkan tisu untuk istrinya itu, yang segera diambil oleh Amy untuk mengelap hidung dan airmatanya.


"Aku turut menyesal, Derek. Sungguh aku tidak tahu kau dan Eve punya cerita hidup seperti itu."


Derek mengulurkan kedua tangannya menggenggam kedua tangan Amy yang terulur di atas meja.


"Terima kasih sudah memahamiku, Sweety. Kau mempercayaiku sekarang kan? Kau menangis untukku, aku sungguh berterima kasih. Sudah lama aku ingin menagisi kepergian David. Sekarang kau menangis untuknya ...."


"Oh, Derek ... aku turut menyesal. Tentu saja aku percaya padamu."


 Pembicaraan mereka terhenti dengan datangnya pelayan yang menghidangkan pesanan mereka. Keduanya segera melepaskan genggaman tangan mereka di atas meja. Aroma wangi makanan dan uap yang mengepul membuat Derek merasa lapar. Energinya seolah habis mengingat masa lalunya yang penuh penyesalan.


"Aku mempercayaimu. Namun bisa kau jelaskan kenapa kalian ada di kamar hotel waktu itu, Derek?" Amy kembali  mengingat posisi Derek yang setengah telanjang dan Eve yang hanya mengenakan Lingerie.


"Andai kau menunggu dan bertanya padanya, Eve pasti akan menjelaskannya padamu. Relasi bisnis kami saat itu mengajak minum. Laki-laki itu rupanya kebal alkohol. Aku tak lagi sanggup menemaninya minum, lalu meminta  istirahat di kamar sebelum aku tumbang. Mike yang juga mulai mabuk meminta Eve mengantarkanku. Baru beberapa langkah kami pergi, aku muntah. Mengotori bajuku dan baju Eve yang memapahku."


Derek melihat ketika pemahaman memasuki kepala istrinya itu.


"Karenanya ia membuka bajuku dan membuka bajunya sendiri untuk membersihkan muntah di pakaian kami. Jika kau mau membuka selimutku, saat itu aku masih mengenakan celanaku, Manis." Derek tertawa ketika melihat rona merah menjalar di wajah istrinya.


"Eve sebenarnya mengejarmu. Mencoba menghentikanmu kabur. Namun seorang pria yang menangkapnya karena hanya mengenakan lingerie di lorong hotel membuat ia tertahan."

__ADS_1


Amy membelalakkan bola matanya mendengar cerita Derek.


"Apa yang dilakukan laki-laki itu pada Eve?" Ia akan merasa sangat menyesal jika sesuatu terjadi pada Eve karena harus  mengejarnya hanya dengan memakai pakaian dalam. Derek menggeleng mendengar nada khawatir di suara Amy.


"Tidak perlu merasa khawatir. Eve sungguh bisa menjaga dirinya sendiri. Aku menyekolahkannya dan melatihnya ilmu bela diri, menggunakan senjata dan berkelahi. Dia cerdas ... segala sesuatu yang ia pelajari sangat cepat ia kuasai. Laki -laki itu babak belur sesudah mencoba menangkap Eve."


Amy terkekeh. Merasa lega mendengar tidak terjadi sesuatu pun pada Evangeline.


"Sekarang berhentilah dulu, Manis. Aku lapar. Ayo makan." Ajak Derek. Ia segera mengambil sendok dan garpunya.


"Tapi Derek, kau belum mengatakan satupun perihal Reggie. Ada apa? Dia baik-baik sajakan?"


Derek mencoba memberikan senyum terbaiknya agar meyakinkan. "Tentu saja ia baik-baik saja. Kita makan dulu. Aku benar-benar lapar."


Amy menghentikan pertanyaannya. Menuruti keinginan Derek. Ia mengambil sendok dan ikut menyuap mengisi perutnya. Mereka makan dalam diam, Derek berusaha memilih kata yang tepat untuk menceritakan kepergian Reggie yang sampai saat ini tidak tahu di mana rimbanya.


"Sekarang katakan padaku ada apa dengan Reggie, Derek." Amy menatap suaminya yang hanya diam dan sepertinya kesulitan mengucapkan kata-kata.


"Oh ayolah! Katakan saja! Kau membuatku khawatir dengan bersikap seperti itu." Amy menjadi tidak sabar.


"Reggie pergi." Derek menghentikan ucaoannya dan kembali diam. Berusaha mencari dan memilih kata-kata.


"Pergi? Apa maksudmu pergi? Ia mencariku?" Amy melihat Derek menggeleng.


"Tidak. Dia tidak tahu kau kabur, Sweety. Kurasa ia pergi hampir bersamaan dengan saat kau kabur."

__ADS_1


Amy melotot. "Tapi kemana? Ke ... Kenapa?"


"Ia meninggalkan secarik kertas untuk Mike. Mengatakan kalau ia pergi untuk beberapa waktu. menyuruh Mike mengatakan padamu agar jangan khawatir dan meminta Mike mengatakan padaku agar selalu menjagamu."


Amy merasa gelisah. Ia berdiri dan mengajak Derek pulang. " Kita pulang sekarang Derek. Reggie tidak mungkin meninggalkanku. Ada sesuatu yang mengganggunya berminggu-minggu ini. Kita harus segera mencarinya."


"Jangan khawatir. Mike sudah mencarinya sejak ia pergi. Kita akan segera tahu ia ada di mana."


"Benarkah?" Derek segera mengangguk dan ikut berdiri dari kursinya. Mengulurkan tangan menyentuh pipi istrinya.


"Sepertinya ia hanya butuh menenangkan diri. Sepertimu, ia pergi atas kehendaknya sendiri, bukan diculik atau ditangkap seseorang. Kurasa Mike akan segera menemukannya. Seperti aku yang menemukanmu sekarang." Derek mendekat, menyentuhkan wajahnya ke wajah Amy, Lalu menyentuh bibir istrinya dengan lembut. Amy memejamkan mata. Mereka berbagi ciuman di dalam restoran, saling memaagut melepas kerinduan selama mereka berpisah.


"Astaga, Mom. Aku juga ingin punya pacar dan dicium seperti itu."


Suara seorang gadis kecil membuat Amy dan Derek seketika memisahkan diri. Menoleh, mereka melihat seorang gadis kecil sepuluh tahunan  menggandeng tangan ibunya yang terus berusaha menariknya menjauh dari tempat Amy dan Derek berdiri.


"Kalian ... carilah tempat lain sehingga gadis kecilku tidak perlu melihat adegan seperti ini. Ini restoran tempat makan!" Sang ibu kembali menarik paksa putrinya sambil mengomel. Derek tertawa sambil segera menarik Amy menuju kasir. Membayar makanannya dan keluar dari restoran dengan memeluk bahu istrinya yang merah padam .


**********


From Author


Vote, Vote, jangan lupa yah pembaca.


Like, koment, fav, rating bintang lima buat vitamin author...

__ADS_1


Thank's ... see you at the new chapter


Salam, DIANAZ


__ADS_2