
Derek memperhatikan Amy yang penuh semangat menceritakan petualangannya pada Reggie. Dari penangkapannya, penyekapan dan kecelakaan yang ia alami sehingga harus berakhir di rumah Lucius Sanchez. Gadis itu tidak memperhatikan perubahan yang terjadi pada wajah Reggie.
Derek dan Mike menyadari dengan heran saat nama Lucius Sanchez disebutkan, Reggie menjadi sedikit pucat. Tak henti ia menggosok kedua lengannya sendiri.
"Kau tahu ... ia dan ayahnya mencari seseorang selama bertahun-tahun, tidak satu pun informasi yang ditemukan. Orang itu seperti telah hilang ditelan bumi,dan yang mengherankan, ia merasa itu ada hubungannya dengan ayahku dan juga Ayah Derek."
Amy mengakhiri ceritanya, akhirnya menyadari Reggie yang sedikit pucat.
"Kau tidak terlihat sehat. Apakah kau sakit?"
Amy mendekat, memegang kening Reggie lalu kedua lengannya.
"Aku tidak apa-apa, Nona." Reggie tersenyum melihat Amy yang cemberut karena panggilannya. Gadis itu keberatan sejak dulu dipanggil Nona. Namun Reggie memaksa.
"Kau menggosok lenganmu sejak tadi. Apakah kau kedinginan? Makanmu juga hanya sedikit saat makan malam tadi."
Amy kembali memegang kepala Reggie, memindai tubuhnya, memeriksa keseluruhan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki.
"Mike tidak berbuat macam-macam padamu kan?"
Pertanyaan tiba-tiba itu membuat Regina terkejut, dan Mike yang tengah meminum kopinya tersedak sampai terbatuk-batuk. Derek terkekeh, menepuk punggung Mike berulang kali.
"Derek bilang kau diamankan di apartemen Mike agar kau tak kabur ikut untuk pergi menyelamatkanku."
Reggie yang sudah dapat menguasai dirinya tertawa sambil menutup mulut. Tawa geli lolos dari bibirnya melihat Mike yang tersedak.
"Apa yang kau fikirkan gadis jahil! Kau tahu aku diserahkan padanya dari awal sejak kita tertangkap."
__ADS_1
"Oh, sekarang kau harus tinggal di sini bersamaku, Di manapun aku. Kita akan bersama-sama lagi mulai dari sekarang. Boleh begitu kan, Derek?"
Amy berpaling, menatap Derek dengan mata birunya. Memohon.
Derek menaikkan kedua alisnya, menatap pada Mike yang seolah-olah tidak mendengar dan kembali menyesap kopi.
"Ehem ...." Derek berdehem, pura-pura melegakan tenggorokan, memberi tanda agar Mike membantunya menjawab. Namun Mike hanya menatap ke arah gelas kopinya tanpa mempedulikan tanda dari Derek. Merasa geram, Derek menginjak ujung kaki Mike, hingga pria itu terpaksa menatap ke arahnya.
"Kurasa itu bukan kehendak kita, Nona. Aku ingin sekali ikut kemana pun kau pergi. Tapi bukankah kita masih tawanan?"
Reggie memandang dua pria yang saling berpandangan ketika mendengar ucapannya.
"Derek ... bukankah kau sudah bisa membebaskan aku? Jack dan Jonathan yang membunuh ayahku juga sudah pergi. Apakah aku masih tawanan di sini?"
Amy menyipitkan mata, memandang tajam kearah Derek .
"Jika kau tawanan, maka tempatmu adalah penjara bawah tanah yang gelap dan pengap, Sweety. Tapi kau duduk di sini bukan? Makan malam bersama kami dan bebas pergi kemanapun yang kau suka."
"Kau dengar itu kan ... kita bukan tawanan Reggie sayang. Kita bebas pergi kemanapun."
"Tentu saja tetap dalam pengawasanku, Sweety. "
Amy kembali menoleh cepat ke arah Derek.
"Kenapa begitu? Kenapa aku harus diawasi?"
Amy mengernyit.
__ADS_1
Reggie ikut menimpali kata-kata Amy. Namun arah matanya tertuju pada Mike.
"Benar, tidak ada alasan kalian menahan kami di sini. Apakah kami tidak bisa pulang?"
"Tidak, tiada siapa pun yang menunggu kalian di sana." Mike baru bersuara sekarang. Derek sedikit merasa lega ada yang membantunya bicara.
"Meski begitu, di sini juga bukan rumah kami kan. Sedangkan Nonaku punya rumahnya sendiri."
"Seluruh aset keluarga Sky sudah jatuh ke tangan Langton. Rumah itu dan termasuk kalian." Mike menimpali ucapan Reggie.
Reggie mendengus keras, sama sekali tidak feminin. Dan ia tidak sedikit pun merasa malu.
"Siapa yang mengatakan begitu. Nonaku punya haknya sendiri terhadap kekayaan keluarga Sky. Ia pewaris sah yang masih hidup."
"Sampai ia berumur 21 tahun atau sudah menikah! Jangan lupakan itu!"
"Ya ... tapi sambil menunggu ia berumur 21 tahun, bukankah kami bisa tinggal di manapun kami suka."
Derek tersenyum mendengar kata-kata Reggie, lalu dengan ringan menyuarakan perintahnya.
"Berhenti berdebat kalian semua. Aku memutuskan kalian akan tinggal bersamaku. Dalam perlindunganku. Titik."
Semuanya terdiam. Reggie terlihat menerawang, seolah banyak sekali yang ia pikirkan. Matanya fokus pada satu titik di kejauhan. Namun Mike berani bertaruh, tiada apapun yang ia lihat di sana. pikiran gadis itu berada di tempat lain.
******
From Dianaz
__ADS_1
#Maaf gak bisa selalu update setiap hari ya semuanya.....
# Jangan lupa Like, coment, favorite and bintang 5 nya juga ya...😘😘