
Derek memutuskan kembali ke rumah orang tua Amy di atas bukit. Awan hitam bergulung dan hari semakin gelap, hujan pasti akan turun sebentar lagi. Mereka akan terjebak bila memutuskan langsung kembali ke kota kecil itu. Lagi pula dengan cuaca buruk seperti ini, pilot pesawat mereka mungkin tidak akan bisa mendarat di bandara.
"Apa yang nenek Pablo bisikkan padamu tadi, Sweety?" Derek bertanya pada istrinya yang tengah mengernyit memandang langit.
"Tidak ada." Amy mengelak. Merasa belum siap memberitahu Derek. Derek hanya diam, tidak mau memaksa Amy untuk berterus terang, walaupun firasatnya mengatakan ada sesuatu yang istrinya itu sembunyikan.
Suara guntur menggelegar mengawali hujan yang kemudian turun dengan deras. Suasana gelap menghias daerah perkebunan, Derek menarik napas lega ketika mereka telah sampai di depan rumah di atas bukit.
"Ayo, kita berlindung di dalam." Derek turun dan segera membuka pintu mobil untuk Amy. Mereka berlari menembus hujan, Derek memeluk bahu istrinya, tangannya berusaha melindungi mata dari tetesan hujan.
Sesampai di teras pakaian keduanya telah basah. Pintu dibuka oleh Sofie yang menyambut mereka dengan tersenyum.
"Aku akan menyiapkan makan malam," ucap Sofie.
Mereka mengangguk dan meninggalkan Sofie menuju kamar untuk mengganti pakaian.
Amy melepas gaunnya yang basah tanpa menyadari tatapan lapar suaminya yang menatap tak berkedip ke arah kulitnya yang telanjang. Ia melangkah menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti ketika lengannya ditarik dan tiba-tiba ia telah berada di dalam gendongan Derek.
"Ap ... apa ...." Amy terbata ketika melihat Derek yang menyeringai ke arahnya.
"Aku yang akan memandikanmu," ucapnya. Ia masuk dan menurunkan istrinya di bawah shower. Mengatur suhu air dan ikut bergabung bersama Amy di bawah guyuran air.
Derek memeluk dan mencium istrinya dengan rakus. Melampiaskan rasa rindunya yang sudah terkekang berhari-hari. Amy membalas dengan penuh semangat hingga membuat Derek makin bergairah, ia mengangkat tubuh mungil Amy makin menempel ke tubuhnya.
__ADS_1
"Aku menginginkanmu," ucap Derek parau. Amy membelai wajah suaminya dengan penuh kelembutan sebelum kembali mencium dan memaagut bibir Derek yang sudah terbakar gairah. Napas keduanya terengah, mereka melepaskan pagutan dan saling memandang, tahu jika mereka sama-sama saling menginginkan.
Derek berbalik untuk menarik sebuah handuk lebar. Ia mematikan air dan mulai mengeringkan tubuh mereka sebelum akhirnya kembali menggendong istrinya ke arah ranjang. Ia menurunkan Amy pelan, lalu ikut turun. Bibir mungil yang tiba-tiba menciumnya membuat Derek tertegun. Ia tidak membalas ciuman Amy. Hanya menatap hingga membuat Amy menghentikan ciumannya.
"Derek?" Pandangan bertanya dari dua mata biru yang telah dilumuri gairah itu membuat Derek merasa sangat bahagia.
"Katakan kau juga merindukanku, Sweety." Derek membelai wajah Amy, mengelus hidung mungil Amy dengan ujung jarinya, Lalu berpindah pada bibir merah yang merekah seolah sudah siap menyambut ciuman darinya.
Suara hujan dan guntur di luar rumah bersahutan. Seolah menyemangati keduanya untuk saling menumpahkan perasaan, saling terbuka dan berterus terang.
"Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu." Mata mereka bertatapan, Derek menatap istrinya dengan perasaan membuncah. Betapa ia sangat mencintai perempuan mungil yang telah menjadi istrinya itu. Wajah cantik yang tersenyum bahagia dengan mata yang dilumuri gairah untuknya.
"Aku mencintaimu, Sweety," ucap Derek sepenuh hati tanpa mengalihkan tatapannya. Pernyataan cinta dan luapan perasaannya tercetak jelas di kedua bola matanya.
"Tak apa jika sekarang kau tidak mencintaiku, karena aku akan membuatmu jatuh cinta padaku pada akhirnya, Amy."
Kata-kata penuh tekad dari Derek yang masih terus memandangnya lekat membuat Amy tersadar. Ia mengangkat kedua tangannya, membelai sisi wajah Derek yang dipenuhi bulu karena sudah lama tidak bercukur. Ia tersenyum penuh cinta pada laki-laki di atasnya itu.
"Oh, Derek. Kau tahu sudah berapa lama aku menantikan kau mengucapkan kata-kata itu untukku." Amy menaikkan wajahnya mengecup ringan bibir Derek.
"Aku juga mencintaimu, Derek," ucapnya tersenyum dengan mata dilumuri perasaan bahagia.
Derek menatap wanita di hadapannya yang tengah tersenyum dengan perasaan bahagia yang melumuri kedua bola mata birunya, membuat wanita itu makin terlihat cantik di mata Derek.
__ADS_1
"I Love You, Sweety. Really love you. Aku akan mengatakannya setiap hari mulai saat ini."
Keduanya saling menyatakan perasaan sebelum kabut gairah yang telah menyelimuti mereka sebelumnya kembali menguasai, menenggelamkan dan membuat mereka mengarungi arus untuk dapat sampai ke puncak tertinggi kenikmatan yang dapat mereka bagi berdua.
**********
Derek terbangun ketika kilat petir menerangi kamar. Ia memicingkan mata dan melihat ke arah jendela. Hujan deras masih mengguyur bumi di luar sana. Ia menarik tubuh polos Amy mendekat ke arahnya, lalu menutup tubuh mereka dengan selimut. Derek memeluk tubuh istrinya dari belakang. Mengelus bahu, dada sampai jari-jari tangannya tiba di perut istrinya.
Angan tiba-tiba berputar di kepala Derek. Membayangkan seorang bayi yang menghuni rahim istrinya itu. Tentulah kebahagiaan mereka akan terasa makin berlipat-lipat.
"Well....Kita akan berusaha untuk itu. Bukankah begitu, Sweety ...." Derek kembali memeluk erat tubuh Amy yang hanya menggumam di dalam tidurnya. Membuat senyum terkembang di wajah Derek yang merasa gemas melihat wajah Amy yang polos dengan rambut berantakan bertebaran di atas bantal mereka.
**********
From Author
Hai ... nikmati episode -episode keduanya yang lagi berbahagia 😘😘
Apakah sudah menuju part-part terakhir kisah ini?
Stay di sini terus ya pembaca, jgn lupa like, love, rating bintang lima komentar dan vote untuk saya ya😍😁
Thank's
__ADS_1
Salam, DIANAZ