Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** Rescue Force **


__ADS_3

Amy di dorong di pelataran parkir dimana sebuah mobil telah menunggunya. kepalanya mengawasi keseluruhan tempat itu, mencari sosok Derek diantara mereka.


"Lepaskan ikatannya sekarang ,Jack" Perintah dari sebuah suara yang amat ia kenali membuat Amy menoleh. Derek dengan tangan terikat ke belakang menatap tajam kearahnya.


Amy berlari mendekat... " Derek , bagaimana denganmu. Kau berjanji takkan kemanapun tanpa aku." Amy memandangnya khawatir...


Derek menyeringai......memastikan Jonathan dan Jack mendengar apa yang ia katakan.


"Kembalilah ke Keluarga Langton!......pastikan kau tak pergi kemanapun!"


Amy menelan ludah.....Mamandang wajah dingin penuh tekad di hadapannya. Sampai bisikan pelan Derek memasuki pendengarannya....


" Please sweety.....ikuti kata-kataku......."


mereka saling memandang , menahan keinginannya untuk memeluk lelaki dihadapannya itu, Amy segera berbalik....berjalan cepat menuju mobil yang disiapkan untuknya. Mendatangi Jack yang segera melepas ikatan di tangannya dan masuk melalui pintu yang dibukakan oleh Jack....


"Sampai bertemu lagi, Sayang. Sebagai anggota keluarga Langton...." Senyum menghiasi wajah Jack, membuat Amy mendengus jijik.


Derek menghembuskan nafas lega. Merasa segala sesuatunya sudah dalam kendali. Apapun yang akan terjadi di rumah itu Amy sudah tidak berada di sana lagi.


"Bukankah klausal Ayahku mengatakan...Margareta harus kembali ke keluarga Langton untuk mendapatkan bagiannya di wasiat ayahku." Jonathan memecahkan keheningan.


"Benar sekali ,Paman. Dan keponakanmu itu sudah kembali sekarang. Kau hanya perlu menahannya di sisi keluarga kita. " Derek menyipit...merasa kebas saat mengucapkan kata" keluarga kita", Jijik menyebut Jonathan sebagai keluarganya. Orang yang tanpa belas kasih telah membunuh saudaranya sendiri.


"Ya......dan klausal Arthur harus menunggu sampai ia berusia 21.......berapa usianya ,Derek?"


Derek memandang Jonathan lalu Jack bergantian. Mengatur wajahnya datar sebelum menjawab pertanyaan itu.

__ADS_1


"Kurasa sekarang gadis itu 19 tahun. Masih lama jika kau menunggu ,Paman. Sedangkan ada klausal pernikahan di sana. Kurasa 'Jackmu' tidak keberatan segera memenuhi klausal menikah untuk gadis itu."


Derek memandang pria yang lebih muda darinya itu. Melihat ekspresi senang yang terpancar dan segera menimpali perkataan Derek...


"Itu ide bagus, Ayah........." Jack memandang ayahnya seperti seekor anak anjing yang memohon dilempari tulang...Derek merasa ingin mendengus.


"Hahhahahaha....aku yakin itulah yang kau inginkan anak brengsek! "


Jonathan memaki Jack dan tertawa terbahak -bahak. Merasa segala sesuatunya akan berjalan baik...Sebentar lagi ia akan jadi penguasa kerajaan bisnis Langton sekaligus Sky.


Derek mengedarkan pandangannya di pelataran rumah besar dua tingkat itu.Melihat mobil yang dikendarai oleh Amy telah benar benar hilang dari pandangan. Memandang matahari yang bersinar terik di puncak cakrawala.....kilauan yang menyilaukan matanya di suatu sudut pandangan berbaur dengan cahaya matahari. Hembusan angin meniup rambutnya, Derek berdiri agak lama . Memastikan kehadirannya pada angin.....menghirup udara kebebasan di bawah langit terang yang menaunginya.


Derek tersenyum .....memastikan sebuah tanda yang ia tunggu, memandang musuh - musuh di hadapannya dengan rasa senang luar biasa. Adrenalin mulai berpacu dalam aliran darahnya.


Sesuai prediksiku....Kau tak pernah mengecewakan, My Big brother Mike!! Derek membatin.


******


Siluet tubuh Derek di kejauhan terlihat jelas di bawah sinar matahari. Mike tersenyum bersama Alex ketika melihat Amy yang berjalan menjauh, menaiki mobil kemudian pergi menjauhi rumah besar itu....Sendirian.


Mike terkekeh......tau pasti Derek mengetahui kedatangan mereka dan entah bagaimana berhasil membuat gadis itu menjauh dari rumah yang akan menjadi ladang pertempuran bagi mereka.


Mereka menunggu......berharap Amy sudah jauh dari rumah itu....berada di luar perimeter yang sudah mereka buat.


" Bersiaplah berpesta ,Alex...." Mike mendesis, disambut suara serak yang terkekeh.


"Dengan senang hati, Kawan!"

__ADS_1


*****


"Sudah cukup ,Derek! Banyak yang perlu kita kerjakan. Masuklah !!"


Derek berbalik ke arah Jonathan. Memandang Pamannya dengan wajah memelas...


"Kau keterlaluan ,Paman. Kau mengurungku di tempat pengap dan gelap itu. Izinkan paru paruku menikmati udara bersih ini sebentar lagi."


Derek mengulur waktu.....berharap Amy sudah jauh meninggalkan daerah itu.


"Biarkan kulitku dihangatkan cahaya matahari...." Kembali Derek mendongak...menatap langit biru yang menaungi mereka.


"Ah........apakah gadis itu tadi malam tidak menghangatkanmu? Ckckck......rupanya kau sama tidak mempesonanya seperti ayahmu, Erland" Jonathan terkekeh , geli oleh perkataannya sendiri.


"Tidak ada bedanya dengan dirimu, Paman. Kau sama sekali tidak ada menariknya bagi ibu gadis itu." Derek tersenyum, membalas kata kata Jonathan dengan telak, hingga Jonathan terdiam. Dan yang terdengar kemudian adalah kekehan dari Jack .


"Diamlah, Jack!! Sekarang jangan bermain main lagi ,Derek! masuk dan tandatangani perjanjian kita!"


Dengan rahang mengeretak Jonathan menarik lengan Derek. memaksa menyeretnya masuk...


Kuda -kuda kaki Derek yang menapak kuat dan telah bersiap membuat tarikan Jonathan pada lengannya tidak membuat Derek bergerak sedikitpun.


Menyipit ia mendesis pada lelaki berjubah itu


" Bersiaplah menyambut kematianmu, Paman....."


******

__ADS_1


**Please bintang lima ,like, koment, and favourite ya para pembaca 😘😘😘😘😘


** BTW ....kalo karakter Mike and Reggie dibikin untuk novel selanjutnya pada mau gak ya.....kasih koment ya gaes...😉😉😉


__ADS_2