Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** The Trick **


__ADS_3

Suara langkah kaki di lorong gelap di luar membuat Derek waspada.


"Amy ... bangunlah." Derek mengguncang tubuh mungil yang tertidur di pangkuannya. Gadis itu kelelahan, dan Derek sungguh merasa malu mengingat apa yang tadi ia lakukan.


Kali pertama ia memaksakan kehendaknya pada Amy, dan sekarang, saat kali kedua , ia mengajak gadis itu bercinta di tempat yang mengerikan ini.


Bercinta dengan Amy di lantai penjara yang dingin, dalam kegelapan dan udara pengap, entah bagaimana keadaan tubuh Amy sekarang. Apakah ia menyebabkan memar? Atau malah membuat luka Amy berdarah lagi. Derek merasa marah pada dirinya sendiri yang tidak dapat menahan gairah.


Amy terbangun, membuka mata namun tak dapat melihat apapun, Hanya lengan hangat yang memeluknya yang memberitahu bahwa Derek masih bersamanya.


"Berapa lama aku tertidur?" Amy meringkuk ke dada Derek, merasakan kehangatan dalam udara dingin penjara.


"Aku tidak tahu, Sweety." Derek mengecup puncak kepala Amy. merapatkan kaosnya yang sudah robek yang telah ia sampirkan ke bahu Amy saat gadis itu terlelap.


Cahaya dari lampu senter dari penjaga yang masuk menyilaukan mata , Derek menyipit, mencoba melihat para pria yang datang dan mulai membuka kunci terali mereka.


"Berdirilah, Sweety." Derek membimbing Amy berdiri bersama-sama. Menyambut para pengunjung mereka.


"Ikuti kami!" kalimat perintah itu dibarengi dengan todongan senjata ke arah mereka. Derek melangkah pelan membimbing Amy di hadapannya, menjaga gadis itu berjalan tak jauh darinya.


Cahaya terang menyambut mereka saat keluar dari pintu penjara bawah tanah, memperlihatkan bahwa hari sudah menjelang siang. Derek mengikuti ketika ia di dorong ke ruangan yang sama tempat Jonathan, Jack dan pengacaranya telah menunggu.


"Apakah kau sudah siap ,Derek? atau kita perlu sesuatu yang lebih agar kau mau bekerja sama? "


"Kau tak akan mendapatkan apa apa dengan menyiksaku, uncle. Lebih baik kau dengarkan penawaranku dan kita semua akan mendapatkan apa yang kita mau."


"Kau tawanan, Derek! Tidak punya hak apapun mengajukan kesepakatan denganku!"

__ADS_1


"Baiklah, bunuh saja sekarang, dan kau tak mendapatkan apapun! Biarkan semua yang jadi milikku dihibahkan ke departemen sosial, semua hartaku akan diolah orang lain jika sesuatu terjadi padaku. Kau juga tidak akan mendapatkannya apa apa, Paman."


Keheningan yang menyambut kata katanya membuat Derek melihat kesempatan melanjutkan penawarannya.


"Aku akan menandatanganinya setelah kau melepaskan Amy."


Amy terbelalak ... rencana Derek yang tiba tiba membuatnya sangat terkejut.


"Derek...." panggilnya lirih. Derek menoleh, tersenyum pada gadis itu dan mengangguk pelan..


"Kau butuh Barkley segera, lukamu harus segera diobati."


"Tapi...."


"Ikuti perintahku, Amy!"


"Pastikan dia pergi dari sini dengan selamat. Maka aku akan menuruti apapun yang kau katakan." Derek memandang Jonathan tajam, memperlihatkan tekadnya yang tak terbantah.


Jonathan menatap Derek lama, seolah menilai keuntungan kesepakatan itu baginya.


"Aku malah akan membantumu agar semua proses peralihan atas namamu berjalan sebagaimana mestinya. Termasuk bagian Margareta yang sekarang jadi milik putrinya."


Amy makin terkejut.


"Dan semua milik Arthur Sky!! Kau akan menguasai Klan terbesar di wilayah kita. Apapun yang kau inginkan, dunia bawah tanah akan melancarkannya untukmu."


Jonathan tertawa terbahak bahak. Merasa senang atas ucapan Derek. Jack yang menyimak di sudut ruangan mulai bersuara.

__ADS_1


"Ayah, jangan mempercayainya. Kau tidak boleh melepaskan Amy."


"Diamlah, Jack! Kau bisa mengantarkan gadis itu sesuai permintaan Derek." saran Jonathan.


"Tidak ... biarkan Amy pergi sendiri dengan aman. "


Amy memucat, Derek benar benar serius ingin ia pergi dan meninggalkannya.


Jack mengetatkan gerahamnya. Jonathan sudah berjanji memberikan putri Arthur padanya. Dan sekarang Gadis yang seharusnya jadi miliknya itu dijadikan alat pertukaran untuk keserakahan Jonathan.


"Baiklah ... aku menyetujuinya Derek."


Derek tersenyum menyerigai..


"Senang berbisnis denganmu, Paman...."


"Bagaimana dengan Kerajaan bisnis Arthur? "


"Klausal di wasiat Arthur adalah semua akan diserahkan pada putrinya jika ia sudah berumur 21 tahun atau sudah menikah. Sedang kan warisan Steve untuk bibi Margareta ... kau tahu sendiri bagaimana isi klausal tersebut."


Jonathan terkekeh, mengangguk anguk atas penjelasan Derek.


Amy merasa bimbang, keraguan kecil muncul di hatinya. Menebak nebak apa yang Steve inginkan di klausal wasiat kakeknya itu.


"Kita atur kepergian gadis ini dulu, Derek! Selanjutnya kita bicarakan lagi bisnis yang menarik ini."


"Sudah kukatakan tadi ... senang berbisnis denganmu, Paman!"

__ADS_1


__ADS_2