Passion Of My Enemy

Passion Of My Enemy
** Find Amy **


__ADS_3

Derek menghela ranting dan dahan pohon di depannya, cahaya senter dan penerangan obor dari orang-orangnya meliuk-liuk di tengah pekatnya malam. Beberapa Helikopter yang ikut dalam pencarian hanya bisa terbang memutar memindai keadaan sekitar hutan, terhalang oleh tingginya pepohonan di dalam hutan. Kekhawatiran merayapi perasaannya Derek, cuaca dingin terasa menembus ke dalam mantel tebal dan jas hujan yang ia pakai.


Topi Amy ditemukan di pinggir sungai dan alas kakinya tak jauh dari situ. Tanah yang lembab karna air hujan dan dedaunan yang masih basah membuat Derek semakin khawatir dengan keadaan Amy saat ini. Apakah gadis itu tersesat di dalam hutan? Ia akan sangat kedinginan. Dimana ia berteduh saat hujan lebat mengguyur hutan itu?


Derek menepis berbagai dugaan buruk yang terlintas setelah melihat temuan topi dan alas kaki yang ditemukan anak buahnya. Ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa Amy hanya ketakutan dan berteduh di suatu tempat di sana. Gadis itu tidak mungkin tengelam di dalam sungai ... itu hanya sungai kecil dengan aliran air yang tidak terlalu deras.


Teriakan salah seorang anak buahnya membuat Derek berlari cepat ke arah sumber suara. Mengikuti arah cahaya senter ke bawah tebing, matanya tertumbuk pada tubuh yang tergolek tak bergerak dibalik sesemakan hutan. Derek menuruni tebing dengan cepat, berlutut dan perlahan membalik tubuh Amy. Memegang kulit gadis itu terasa seperti menyentuh bongkahan es.


"Mike! Segera panggil Barkley ke mansion!"


Derek memindai cepat tubuh Amy, nafas gadis itu sangat lemah. Keningnya terlihat membengkak dengan lelehan darah di seputar wajah yang memucat seputih kapas. Robekan kaos di bahu Amy memperlihatkan luka gores memanjang, Namun Derek bisa sedikit merasa lega karna tidak menemukan anggota tubuh gadis itu yang patah.


menggunakan mantel yang ia pakai Derek menyelubungi Amy dan mengangkatnya dalam pelukan. Mereka menuju pinggiran hutan dimana heli telah menunggu untuk membawa mereka pulang ke mansion.


 


------------------------


 


Reggie mengamuk ... perintah Derek yang tak menyuruh satu orang pun masuk ke dalam kamar Amy membuatnya naik darah. Hanya Derek dan dokter Barkley yang boleh berada di kamar itu. Sesekali pelayan keluar masuk membawakan air hangat dan beberapa keperluan yang dibutuhkan oleh dokter Barkley.


Reggie menggedor pintu sekuat tenaga, walaupun tidak membuahkan hasil sampai tangannya terasa sakit.


"Berhenti membuat keributan Regina!" Mike menyelinap masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya kembali.


"Kau ********! Biarkan aku keluar dari sini!! Aku ingin melihatnya!!" Regina berteriak, memasang posisi siap menghantam Mike jika menghalangi jalannya.


"Belum ada yang bisa kita lakukan sekarang. Derek dan Dokter Barkley akan mengusahakan yang terbaik. Kita akan menunggu sampai besok! Baru meminta Derek mengijinkanmu untuk bertemu dengannya."

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa menahanku!! Aku akan tetap kesana!!" Reggie berkelit menyelinap ke arah pintu di balik tubuh Mike. Namun tubuh besar dihadapannya itu tak bergeming.


"Jangan mengujiku, Woman. Aku sangat lelah, aku lapar dan aku kedinginan. Jangan sampai aku membiusmu kembali." Mike menatap tajam Reggie dan menjepit kuat kedua bahunya.


Reggie mulai berontak ingin melepaskan diri. Jepitan kedua tangan Mike berpindah keseluruh pinggangnya. Mike menahan Reggie di dadanya. Lelaki itu menyerigai.


"Aku sangat lapar ... dan kau terlihat menggiurkan seperti biasa ketika mengamuk. Bagaimana kalau aku makan saja dirimu, Kucing liar." Mike mendekatkan wajahnya, ia menjepit Reggie lebih kuat ke tubuhnya.


"Hehhh! ... Aku tidak takut ancamanmu! Lepaskan aku! ... atau pisau ini akan mengiris lehermu!"


Sensasi dingin di lehernya membuat Mike tersadar akan keberadaan pisau tipis yang sangat tajam yang siap mengiris urat nadinya. Mata abu abu itu memandang dingin ke arah Reggie. Perempuan ini kembali bersikap menyulitkan, keinginannya untuk segera tidur dan beristirahat terpaksa tertunda. Untunglah ia selalu siap dengan segala kemungkinan ketika harus berhadapan dengan gadis ini.


"Kalau begitu kita berdua akan menyambut kematian bersama-sama disini, Regina sayang!"


Mike menyerigai kejam ketika mengetahui moment saat Regina tersadar akan keberadaan pistol di belakang punggungnya.


Lama bintik hitam mata gadis itu menatap mata abu-abu milik Mike. Mike menunggu ... menatap ke arah bibir ranum yang begitu dekat dengan bibirnya sendiri.


Perlahan ia menurunkan kepalanya, menyentuhkan bibirnya seringan kupu- kupu, lalu kembali mengangkat kepalanya lagi. Pisau tipis itu belum berpindah ... Mike melihat ketika bintik hitam mata itu berpindah dari manik mata ke arah bibirnya. Secepat kilat lengan Mike memelintir tangan Reggie, melempar pisau ke sudut kamar lalu kembali menjepit gadis itu.


"Jangan pernah bermain dengan nyawaku, Regina!"


dengan kasar Mike ******* bibir ranum gadis itu. memeluk nya erat ke dada, memaksa gadis itu membuka bibir agar lidahnya bisa masuk dan berpesta dengan kelembutan yang menyambutnya.


Mike merasakan tangan Regina yang mengepal meninju dadanya berulang-ulang, Namun Mike tidak peduli. Ia memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka. Badannya yang awalnya terasa dingin sudah panas seperti terbakar.


Mike mengangkat kepala, memandang Regina yang bernafas cepat meraup udara sebanyak mungkin ke dalam parunya. Bibirnya terlihat merah dan bengkak, membuat Mike kembali mendekatkan kepalanya ke arah bibir gadis itu. Regina segera menahan dada Mike dengan kedua tangan.


"Cukup." Regina menelan ludah, matanya melebar memandang Mike yang terkekeh .

__ADS_1


"Aku lelah woman ... demi keamanan ku kita akan tidur dengan borgol di tanganmu."


Mike menyeret Reggie ke arah tempat tidur. Mengambil borgol dalam laci nakas, memasangnya pada tiang tempat tidur lalu mamasang lingkaran borgol satunya pada tangan Reggie .


Mike meninggalkan Reggie yang terikat di tempat tidur menuju kamar mandi. Merasa aman meninggalkan gadis itu untuk menyelesaikan kebutuhannya. Keinginan untuk mandi air hangat segera berganti menjadi mandi air dingin, berharap air yang dingin juga dapat mendinginkan darahnya.


Reggie terbelalak memandang Mike yang keluar dari kamar mandi tanpa pakaian , hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Kau tidak bermaksud tidur di sini kan!?"


Mike tersenyum senang.


"Aku akan tidur di ranjang itu sambil menjagamu Regina."


Mike berjalan kearah Reggie yang duduk di pinggir tempat tidur, membuka borgol yang dikunci di tiang ranjang lalu memasangnya ke lengannya sendiri.


Reggie melotot melihat Mike mengunci tangannya pada tangan lelaki itu.


"Aku hanya ingin memastikan kau tidak akan pergi kemanapun, " ujar Mike licik


"Tidurlah, aku juga ingin tidur. Aku sangat lelah." Mike bergerak ke atas ranjang diikuti reggie yang terpaksa bergerak karena tangannya yang terborgol.


**********


**please Like, coment, favourite and coin sincerely yours .... all my readers


Thank you so much**


😘😍😘

__ADS_1


__ADS_2