Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 28 - Lihat Saja Nanti


__ADS_3

Menjelang jam makan siang barulah Ryan dan Alika tiba di rumah.


"Terima kasih Pak," ucap Alika pada sang supir taksi, pikirnya sejak tadi supir taksi itu sudah sangat banyak membantunya dan Erlan. Bahkan menunggu saat mereka berada di toko aksesoris.


Dan mendapati ucapan terima kasih itu, seketika Romi jadi kikuk sendiri pasalnya selama ini dia tidak pernah bicara ketika berada di dekat Alika, saking bingungnya dia langsung menatap ke arah sang Tuan, wajahnya terlihat cemas.


Ryan menganggukkan kepalanya kecil, tanda jawab saja.


"Ehem, sama-sama Mbak," jawab Romi, namun dia berusaha membuat suara yang berbeda, dibuat jadi lebih besar seolah dia adalah bapak-bapak tua.


Melihat tingkah Romi itu, kini giliran Ryan yang mengulum senyum. Merasa lucu ketika melihat sang asisten pun ikut bersandiwara.


"Ayo masuk," ajak Ryan, dia bahkan langsung memeluk pinggang Alika untuk segera diarahkan masuk ke dalam rumah.


Sebelum kembali membuat Romi kesulitan.


Dan setelah pak Ryan dan Alika pergi barulah Romi bisa membuang nafasnya dengan lega.


Buru-buru pergi dari sana.


Di dalam rumah, bi Santi langsung menyambut dengan antusias. Dia juga sudah tidak sabar mendengar apa yang disampaikan oleh sang dokter tentang kesehatan mata Alika.


Namun sebelum Ryan dan Alika duduk di meja makan untuk makan siang bersama mereka berdua lebih dulu mencuci tangan.

__ADS_1


Ryan berada di belakang Alika dan memeluk, dalam satu kali aliran air westafel tersebut Ryan dan Alika mencuci tangan bersama.


Bi Santi pura-pura tidak lihat, untunglah dia sudah lebih dulu duduk dan memunggungi wastafel tersebut.


"Er, jangan seperti ini! terlalu dekat," ucap Alika.


Ryan terkekeh, "Iya-iya," jawabnya pasrah.


Melepas pelukan dan kembali mengambil jarak aman. Kembali hanya menggenggam tangan Alika saat berjalan, tidak ada adegan peluk-pelukan.


"Bagaimana Er, apa kata dokter tadi?" tanya bi Santi, dia bertanya pada sang majikan.


"Aman Bi, tinggal tunggu ada donor mata nanti Alika bisa langsung operasi. Dia masih bisa melihat sedikit cahaya," jelas Ryan. Ketika jadi Erlan begini, setidaknya tak ada wibawanya sebagai seorang CEO.


Dan Alika hanya mampu tersenyum saat mendengar penjelasan Erlan tersebut.


"Alhamdulillah," balas bi Santi, dia pun sangat bersyukur. Itu artinya masih banyak harapan Alika bisa sembuh. Gadis ini tidak akan selamanya mengalami kebutaan.


"Al, siang ini biar bibi yang suapi kamu ya?" pinta bi Santi dan saat itu Alika langsung menganggukkan kepalanya setuju.


Sekarang Alika memang tak akan menolak semua kebaikan bi Santi dan Erlan.


Dia akan terima dengan senang hati, tanpa berpikir jika dia dikasihani.

__ADS_1


Selesai makan siang, Erlan pamit ke depan untuk menghubungi pak Ryan. Alika dan bi Santi masih di dapur.


Alika menunggu bi Santi membereskan meja.


"Bi," panggil Alika.


"Hem, kenapa Al?" jawab Bi Santi, tapi dia tidak menghentikan aktivitasnya. Masih tetap beres-beres.


"Kalau aku sudah sembuh nanti, bibi dan Erlan tidak akan bersamaku lagi seperti ini ya?" tanya Alika.


Sebenarnya dia tidak ingin menanyakan tentang hal ini, Tapi tetap saja mulutnya selalu gatal ingin bertanya.


Dan Bi Santi malah langsung mengulum senyum ketika mendengar pertanyaan tersebut. mana bisa mereka tidak bersama setelah Alika sembuh nanti, yang ada malah gantian, Alika yang akan ikut dengan mereka untuk pulang ke rumah utama keluarga Aditama.


Sedikit banyak bi Santi tahu tentang pak Ryan, majikannya itu selama ini seperti membatasi diri dengan yang namanya wanita.


Tapi bersama Alika itu tidak berlaku, mengisyaratkan bahwa Alika adalah wanita yang spesial.


Mungkin akan segera dipinang.


Ya Allah, hanya membayangkannya saja bi Santi sudah ikut senang.


"Bibi tidak tahu Al, kita lihat saja nanti," balas bi Santi, dia tersenyum lebar.

__ADS_1


Dan Alika mengerutkan dahi, dari suara yang dia dengar, terdengar jelas jika bi Santi sedang bahagia, membuatnya jadi bingung sendiri.


__ADS_2