Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 71 - Mendadak Jadi Seperti Rilly


__ADS_3

Malam bergulir.


Saat pagi datang dan semua keluarga berkumpul di meja makan, Oma Putri jadi memperhatikan interaksi antara Ryan dan kakak iparnya.


Bibir wanita paruh baya itu tersenyum, saat dia tidak menemukan sebuah keanehan.


Ryan benar-benar bisa tersenyum disaat sedang berkumpul seperti ini. Sesekali bersama Rilly meledek mbak Ajeng yang hamil terus.


Ya Allah, Alhamdulillah. Batin Oma Putri.


Dia juga jadi tidak sabar untuk segera mempersunting Alika, jadi makin lengkap lah keluarga Aditama nanti.


Sesuai rencana, hari ini Ryan dan Alika akan fitting baju, Oma Putri juga akan menemani. Awalnya Oma Putri tidak berencana ikut, tapi ternyata ada hal yang juga harus dia bicarakan dengan bagian wedding organizer-nya, jadi ya sekalian saja pergi bersama Ryan.


Jam 8 pagi ibu dan anak itu sudah mengetuk pintu rumah Alika.


Ini adalah kali pertama Oma Putri datang kesini.


Dia tersenyum, saat melihat banyak tanaman bunga di depan rumah Alika.

__ADS_1


Klek! pintu terbuka, dan betapa terkejutnya Alika saat melihat Oma Putri ada disini.


"Oma," sapa Alika langsung, segera Salim dengan sangat hormat.


"Ayo masuk dulu Oma," ajak Alika pula, tak sopan rasanya jika mereka langsung pergi, jadi sebelum Oma Putri menjawab ajakannya tersebut, Alika langsung saja menarik Oma Putri untuk masuk ke dalam rumah.


Dipaksa seperti itu bukanya marah, Oma Putri malah tersenyum lebar. Ryan juga sama, ikut masuk dengan senyum yang nampak jelas.


Alika langsung membawa Oma Putri ke ruang tengah rumah ini.


"Silahkan duduk Oma, aku buatkan minum dulu sebentar," ucap Alika.


Alika menurut, tak lama kemudian Bi Santi juga keluar dan menyapa Oma Putri.


"Oma penasaran sekali, saat Ryan tinggal di sini dia tidur di mana?" tanya Oma Putri. Wanita paruh baya itu bertanya untuk menggoda tapi Alika yang deg-degan malah merasa sekarang ini dia sedang diinterogasi.


Oma Putri pasti akan marah jika anak nya itu diperlakukan tidak adil di sini.


Ya Allah, bagaimana ini? Batin Alika, apalagi di saat sedang gugup seperti ini dia paling tidak bisa berbohong.

__ADS_1


"Mas Ryan, ti-tidur di sofa ini Oma," jawan Alika gugup.


Ryan mengulum senyum mendengar jawaban itu, Sementara Oma Putri langsung terkekeh pelan.


"Benarkah?" tanya Oma Putri lagi dan Alika hanya mampu mengangguk sebagai jawaban, dia terlalu lemas untuk menjawab dengan kata-kata.


Dan melihat betapa berjuangnya Ryan untuk kesembuhan Alika, membuat Oma Putri jadi semakin yakin jika anak laki-lakinya itu memang benar-benar sangat mencintai Alika.


Alhamdulillah, batin Oma Putri lagi.


"Kenapa wajahmu terlihat takut seperti itu? Oma tidak akan marah meskipun Ryan tidur di lantai, jawaban mu itu hanya membuat Oma semakin yakin bahwa Ryan sangat mencintai kamu," jelas Oma Putri, kini satu tangannya terangkat naik untuk mengelus pundak Alika.


Sentuhan, tatapan, dan tutur kata yang begitu lembut, selalu mampu membuat Alika merasa terharu.


"Aku memang sangat mencintai Alika Oma, sangat sangat sangat," ucap Ryan, seperti sedang memotong pembicaraan kedua wanita tersebut.


Hingga membuat haru Alika jadi hilang dan diganti jadi malu-malu, bagaimana tidak malu ketika Ryan mengutarakan kata cintanya langsung di hadapan dia dan Oma Putri.


"Ya ya ya, jadi sebaiknya kita langsung pergi saja sekarang," balas Oma Putri, mendadak jadi seperti Rilly, yang geli tiap kali mendengar anak laki-lakinya mengutarakan kata cinta.

__ADS_1


__ADS_2