
Alika seketika tersentak saat melihat seorang wanita yang begitu cantik berdiri tepat di depan pintu rumahnya.
Dia tahu, wanita itu adalah mantan kekasih calon suaminya.
Diandra.
Deg! baru siang tadi dia membahas tentang wanita itu dengan Ryan, tapi sekarang tiba-tiba Diandra sudah berdiri di sini.
Tapi mengingat di antara mereka berdua tidak pernah saling bertemu, Alika pun memutuskan untuk pura-pura tidak mengenal wanita ini. Dia melakukan itu semua juga untuk menutupi jantungnya yang sudah mulai berdegup cepat.
"Maaf, anda siapa ya?" tanya Alika, lebih dulu buka suara mengingat ini adalah rumahnya. Dia juga tidak mempersilahkan Diandra untuk masuk, Alika berdiri diambang pintu seperti menutup jalan.
Dan mendengar pertanyaan Alika itu, Diandra sontak tersenyum kecil. Entah kenapa terasa lucu sekali di telinganya jika ada orang yang tidak mengenal dia.
Apalagi selama ini Alika bekerja di perusahaan Ryan, jelas tidak asing pula dengan namanya mengingat Dia adalah mantan kekasih pemilik perusahaan tersebut.
__ADS_1
Bukan hanya mantan kekasih, tapi Diandra juga adalah pengusaha kuliner yang cukup ternama.
"Kamu tidak tahu siapa aku?" tanya Diandra dengan suaranya yang terdengar begitu lembut.
Alika terdiam dia menggenggam kedua tangannya dengan erat, tangan yang sudah mulai dihuni oleh keringat dingin.
"Aku adalah mantan kekasihnya Ryan, Diandra," jelas Diandra langsung, dia tidak suka basa-basi. Tiap kali dia berucap seperti itu suaranya terdengar lembut, tapi sorot matanya nampak sekali jika tidak ramah.
Dan ketika Diandra memperkenalkannya seperti itu, Alika makin terdiam karena tidak tahu harus menanggapi bagaimana.
Meski Alika terdiam, tapi dia terus membalas tatapan Diandra dengan tatapan yang tak kalah dingin.
Alika bisa saja bersikap sopan andai wanita ini melakukan hal yang sama, tapi sepertinya tidak bisa begitu.
Dari sorot mata itu Alika tahu bahwa kedatangan Diandra menemui dia sekarang bukanlah untuk tujuan yang baik, mungkin Diandra masih mencintai calon suaminya dan berharap dia bersedia meninggalkan Ryan.
__ADS_1
"Aku akan mengatakan jujur padamu, bahwa aku masih sangat mencintai Ryan. Kisah cintaku bersama Ryan begitu rumit, banyak hal yang belum selesai diantara kami. Jadi aku mohon, batalkan pernikahan itu dan aku akan memberikan apapun yang kamu mau," mohon Diandra.
Dia tahu bahwa Alika begitu licik, memanfaatkan kecelakaan itu untuk menjerat Ryan, menggunakan kedua matanya yang buta untuk membodohi Ryan yang lugu.
Tapi Diandra tak akan membiarkan hal ini, akan dia hentikan.
Sementara Alika sungguh tidak menyangkan jika Diandra akan mengatakan terang-terangan tentang perasaannya seperti itu. Jika dilihat-lihat Diandra begitu baik, tapi entah kenapa semua yang keluar dari mulutnya seperti berniat menyakiti.
"Kamu butuh uang kan? katakan, aku akan berikan berapapun yang kamu mau, kita juga bisa menjadi teman," ucap Diandra lagi.
Dan sebelum menjawab semua ucapan wanita itu, Alika lebih dulu menarik dan membuang nafasnya dengan perlahan.
"Maaf, aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak butuh uang Anda dan aku juga tidak butuh pertemanan dengan Anda," balas Alika dengan suaranya yang sangat dingin, tidak peduli meski Diandra bicara dengan suara yang lembut, namun Alika tetap menunjukkan sikapnya yang dingin.
Tidak ingin bersikap munafik seperti wanita ini, bicara lembut namun memiliki niat yang buruk.
__ADS_1