Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 41 - Benar-benar Pak Ryan


__ADS_3

"Sebagai pak Ryan?" tanya Ryan sekali lagi, sungguh dia ingin memastikan semuanya diantara mereka berdua. Tidak ingin ada hubungan yang ragu-ragu, mengingat betapa seriusnya dia tentang hubungan ini.


Ryan bahkan sudah menyiapkan cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Alika, kini cincin itu berada di saku celananya.


Namun sejak tadi selalu melihat wajah Alika yang cemas, hingga membuatnya urung untuk mengeluarkan cincin tersebut.


"Pak Ryan siapa? kekasih mu, atau boss mu?" tanya Ryan lagi dan lagi.


Hingga membuat Alika merasa jadi semakin terpojok. Tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana berdegupnya jantung wanita itu.


Deg deg! deg deg! dengan tidak tenang.


Mungkin pak Ryan lupa, bahwa beberapa bulan lalu mereka pernah beberapa kali bertemu di perusahaan Aditama Air.


Alika adalah salah satu pramugari yang dia marahi habis-habisan, hanya karena sebuah kesalahan kecil.


Saat itu Alika merasa, pak Ryan sedang memiliki masalah dengan hidup pribadinya sendiri tapi kemudian melampiaskan kekesalan itu pada seluruh karyawannya.


Dan sialnya Alika kena.


Itu hanya satu dari banyak kenangan buruk pak Ryan bagi Alika.


Hinggap pria dengan posisi paling tinggi di perusahaan Aditama Air itu begitu ditakuti oleh seluruh karyawan.

__ADS_1


Dan kali ini saat pak Ryan terus memberinya banyak pertanyaan, Alika jadi tidak punya kemampuan untuk menjawab.


Belum lagi suara pria itu yang selalu membuatnya terlena.


Ya ampun, Alika benar-benar bingung sebenarnya siapa yang sedang dia hadapi saat ini.


Astaghfirullahaladzim, batin Alika, coba menenangkan dirinya sendiri.


Bagaimana bisa kalian seperti punya dua kepribadian. Bagaimana bisa selama ini dia bersikap seperti Erlan, pria yang begitu lembut. Batin Alika lagi, meski mulutnya selalu diam tapi dia selalu membatin.


"Jawab Alika, sebagai siapa? atasan mu atau kekasih mu?" tanya Ryan lagi, nampak jelas raut penuh harap di wajahnya.


Suara itu pun makin membuat Alika dilema.


"Se-sebagai ke-kasih ku," balas Alika, meski dengan susah payah namun dia ucapkan juga.


dan mendengar jawaban itu akhirnya Ryan bisa menghembuskan nafasnya dengan wajah.


Dengan begini dia tidak akan cemas meskipun memberi waktu kepada Alika sebanyak-banyaknya untuk membiasakan diri.


Ryan lantas menggerakkan tangan kanannya dan mengelus lembut puncak kepala sang kekasih.


Sentuhan itu membuat Alika akhirnya membuka mata, Tapi tetap saja dia tidak berani membalas tatapan pria ini, hanya menatap sebatas dadda pria itu saja.

__ADS_1


"Benar, aku adalah kekasih mu, dan kamu adalah kekasih ku," balas Ryan, dia tersenyum lebar sekali.


Tapi sayangnya Alika tidak melihat senyum itu. Yang ada di dalam benaknya hanyalah pak Ryan yang dingin.


Alika hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk membuat Pak Ryan semakin yakin dengan jawaban dia tadi. Bahwa sekarang mereka adalah sepasang kekasih.


Bukan lagi antara Alika Dan Erlan.


Tapi Alika dan pak Ryan.


"Kamu ingin bertemu dengan Bi Santi?" tanya Ryan.


Alika mengangguk lagi, sungguh, dia bingung bagaimana caranya untuk bicara dengan sang CEO.


Apakah menggunakan bahasa yang formal atau tidak.


Entah lah Alika benar-benar bingung.


"Tunggu sebentar, aku akan panggil kan bi Santi." Ryan kembali mengelus puncak kepala Alika dengan lembut.


Ryan tidak tahu, jika sikapnya itu membuat tubuh Alika jadi merinding.


Astaghfirullahaladzim, itu benar-benar pak Ryan. batin Alika, saat melihat punggung pria tampan itu keluar dari ruangan ini.

__ADS_1


__ADS_2