
"Astaghfirullahaladzim Omaaa, hih!" saking gemasnya Ryan pada sang ibu, dia sampai menarik tangan kanan omanya dan hendak digigit.
Oma Putri yang terkejut pun langsung menarik tangannya dengan cepat, lalu menatap sang anak dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Jawab," ucap Oma Putri lagi, menuntut penjelasan.
Semenjak Ryan keluar dari rumah ini mereka memang tidak punya waktu untuk bicara berdua seperti ini. Meminta Ryan pulang seperti ini saja dia harus memanfaatkan Alika lebih dulu.
Jadi Oma Putri malam ini harus benar-benar mendapatkan jawaban dari semua rasa penasarannya selama 3 tahun terakhir.
Benarkah karena putus dari Diandra Ryan keluar dari rumah, sibuk dengan pekerjaan dan berubah jadi pria yang sangat dingin.
Jika benar, maka cinta Ryan pada Diandra tak main-main, jelas Ada kemungkinan mereka akan kembali bersama mengingat status Diandra yang sekarang sudah sendiri.
Dan Oma tidak akan pernah menyetujui hal itu, Ryan harus lah tetap pada pendirian awalnya untuk menikahi Alika.
Bersungguh-sungguh membuka hati untuk Alika Dan menikah untuk ibadah.
__ADS_1
Oma tidak ingin, Ryan jadi pria yang bejjat, sudah melamar Alika tapi ujungnya malah menikahi Diandra.
Astaghfirullahaladzim, jika sampai Ryan seperti itu, Oma tidak akan pernah bisa memaafkan.
"Ya Allah Oma, aku memang patah hati sebelum bertemu dengan Alika, tapi bukan Diandra alasannya," jelas Ryan.
"Lalu siapa? jangan bohong kamu? Jangan mencari-cari alasan untuk menghindari pertanyaan Oma."
"Astaghfirullahaladzim, kalau aku ceritakan semuanya Oma pasti terkejut. Biar saja ini aku simpan sendiri, lagi pula aku sudah berdamai dengan semuanya. Aku sudah sangat mencintai Alika."
Oma Putri terdiam sesaat, meski ucapan sang anak terdengar begitu meyakinkan. Tapi tetap saja ada sedikit keraguan di dalam hatinya. Dia belum puas.
Jika Ryan keluar dari rumah ini karena telah menikah itu tidak masalah, tapi Ryan keluar dari rumah ini dengan pamit yang suaranya begitu lirih.
Tak pernah pulang meski dia minta, kadang saat Oma berkunjung ke rumahnya, Ryan tetap sibuk berkurang di ruang kerja.
Ya Allah, jika ingat masa-masa itu Oma sedih sekali. Kesedihan yang dirasakan oleh sang ibu, berkali-kali lipat dibandingkan sedih yang dirasakan oleh sang anak.
__ADS_1
Dan melihat wajah ibunya yang begitu sendu, Ryan pun tak tega sendiri. Mungkin sudah saatnya ada yang tau tentang masa lalu dia.
Dan itu adalah sang ibu.
"Oma benar ingin tau?" tanya Ryan dan oma Putri mengangguk.
"Jangan terkejut ya?" tanya Ryan lagi.
"Iya iya, cepat katakan." balas Oma Putri.
"Tapi satu hal yang perlu Oma tau, ini semua hanya masa lalu, hanya karena aku yang bersikap kekanak-kanakan. Tapi sekarang semuanya tidak seperti itu lagi, aku benar-benar tulus mencintai Alika," ucap Ryan, dia harus menegaskan ini sebelum menguak semua fakta.
Tak ingin Oma Putri kembali menuduhnya yang bukan-bukan setelah dia menyebut nama sang kakak ipar.
"Iya, sekarang katakan, apa yang terjadi padamu?" tanya Oma Putri.
"Dulu, aku juga mencintai Mbak Ajeng," jawab Ryan gamblang.
__ADS_1
Deg! seketika jantung Oma Putri tersentak.