Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 76 - Ingin Memberi Lebih


__ADS_3

Benar seperti dugaan Ryan tadi, ketika pesta berakhir dan malam menjelang akhirnya hujan turun dengan begitu lebatnya.


Keluarga besar Aditama sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing. Beberapa orang dari wedding organizer masih berkutat di lantai bawah Villa.


Sementara sepasang pengantin itu pun sudah masuk ke dalam kamar mereka.


Ada canggung yang membuat Alika kikuk, namun tidak bagi Ryan. Pria itu seperti sudah tidak sabar untuk menyantap hidangan utama.


"Mas Ryan, jangan lihat aku terus dong!!" kesal Alika, dia malu, apalagi belum sempat mengganti baju, masih menggunakan gaun pernikahan tadi.


"Tidak bisa Al, kamu mencuri samua perhatianku."


"Iiihhh," antara gemas dan kesal, Alika memukul lengan suaminya pelan. Tapi malah di tangkap oleh Ryan dan langsung di genggam.


Deg deg! deg deg! jantung Alika berdegup tidak karuan.


Dia tidak tahu bagaimana caranya memulai ini semua, jadi yang bisa dilakukan oleh Gadis itu hanya mengikuti alur yang disusun oleh sang suami.


Apapun yang akan dilakukan oleh Ryan akan dia ikuti tanpa banyak protes.


"Aku akan membantumu untuk melepaskan gaun ini," ucap Ryan.


Alika hanya bisa mengangguk.


Ketika tadi dia memakai gaun ini pun membutuhkan bantuan orang lain, jadi tentu saja ketika dia melepaskannya maka Alika butuh bantuan sang suami.


Sejak tadi dia pun ingin mengatakan hal itu, tapi terasa malu untuk mengucapkannya.

__ADS_1


Dengan gerakan yang sangat perlahan akhirnya Ryan menarik resleting panjang di punggung Alika, membuat tubuh istrinya tersebut terpampang nyata di hadapannya.


Sementara Alika sudah sangat gugup, berulang kali dia menggigit bibir bawahnya sendiri.


"Al, Aku ingin membuat sebuah pengakuan padamu," ucap Ryan, dia masih menahan agar gaun itu tidak jatuh ke atas lantai.


"Pengakuan apah?" tanya Alika, suaranya mulai terdengar berat dan terengah, sungguh dia benar-benar merasa sangat gugup.


Hanya seperti ini saja darrahnya sudah terasa mendidih.


"Sebenarnya saat aku masih menjadi Erlan, aku pernah mengintip kamu saat sedang ganti baju." ucap Ryan, mengakui kesalahannya sendiri.


Dan Alika yang mendengar pengakuan itu langsung berbalik dan memukul suaminya dengan sangat kuat ...


Plak!


"Maaf sayang, tapi kan sekarang kita sudah Sah," kilah Ryan, gara-gara melihat tubuh Alika itulah jadi tiap kali dia melihat gadis ini bawaannya selalu ingin lebih.


"Maaf ya," pinta Ryan lagi, bibir Alika mengerucut.


"Mau marah juga percuma, sekarang saja mas bisa melihat tubuhku semaunya," balas Alika, dia langsung menurunkan pandangannya, sedikit menyembunyikan wajah yang bersemu merah.


Bagaimana caranya Alika bisa marah? apa yang terjadi di masa lalu sepertinya tidak ada apa-apanya dibandingkan sekarang.


Sekarang bahkan Alika dengan sukarela menyerahkan semuanya.


"Maafkan aku ya," mohon Ryan sekali lagi dan akhirnya Alika mengangguk.

__ADS_1


Setelah itu Ryan mengikis jarak dan mulai menjangkau bibir Alika.


Setelah jadi suami dan istri, ciuman ini jadi terasa begitu berbeda, tak ada lagi pembatas yang bisa menghentikan keduanya.


Bukan hanya Ryan, tapi Alika pun menginginkan ini semua. Alika bahkan coba bergerak membalas apapun yang sang suami berikan.


Alika tidak ingin hanya ingin menerima, tapi dia juga ingin memberi lebih.


Menciptakan mallam perttama yang akan jadi kenangan yang paling indah.


"Mas," lirih Alika, diantara sakit dan nikmat yang baru pertama kali dia rasakan.


Ryan mengecup bibir Alika dengan lembut, setelah membiasakan diri, dia mulai bergerak untuk mengarungi nirwana.


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah, udah ya mallam perttamanya, wkwkwkwk


Terima kasih untuk semua dukungannya, setelah ini fokus ke cerita Sean ya.. mulai crazy up disana, jadi sebelum puasa udah tamat juga ...


Anak-anaknya mama Ajeng dan Alika nanti nongol dikit di cerita Sean ya ...


Judul : My Beautiful Police


__ADS_1


__ADS_2