Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 64 - Menyadarinya Di Awal


__ADS_3

Masih sangat terkejut setelah mendengarkan rekaman itu, tiba-tiba perhatian Oma Putri jadi pecah saat mendengar suara ponselnya berdering di dalam tas.


Oma Putri mengambilnya dengan segera karena kaget dan melihat anaknya Ryan menelpon, seperti sebuah kebetulan jadi Oma Putri pun langsung menjawab panggilan telepon itu dengan cepat.


"Assalamualaikum Oma, Oma dimana? apa di rumah? di sana ada Diandra?" tanya Ryan dengan bertubi.


Dan Oma Putri langsung menjawab iya dengan suara yang terdengar lirih.


Diandra tidak tahu, sekarang ini Oma Putri sedang menjawab telepon dari siapa. Tapi melihat oma Putri yang jadi terus menetap ke arahnya setelah menjawab panggilan telepon itu membuat Diandra jadi merasa tidak nyaman sendiri.


Mulai berpikir bahwa jangan-jangan panggilan telepon itu adalah telepon dari Alika.


Tapi apa yang bisa dijelaskan oleh gadis tersebut, disaat sekarang ini dia punya bukti yang cukup kuat.


Diandra mencoba tenang, terus menunjukkan wajahnya yang teduh.


'Diandra menemui Alika dan mengatakan bahwa dia masih mencintai aku lalu meminta Alika Untuk membatalkan pernikahan kami. Diandra terus menyudutkan Alika dengan kalimat-kalimat yang menyakitkan, bahkan mulai menawarkan sejumlah uang kepada Alika untuk bersedia melepaskan aku. Bi Santi sudah merekam semua kejadian itu. Aku sangat marah Oma, tapi aku tidak ingin bertemu dengan dia, jadi aku mohon, buat Diandra mengerti bahwa kami telah benar-benar berakhir dan aku siap memulai kehidupan dengan Alika. Jangan ganggu kami.' terang Ryan dengan suara yang menggebu.

__ADS_1


Bi Santi diam-diam merekam semua pertemuan di antara Diandra dan Alika beberapa waktu, langsung dikirimkan ke pak Ryan sebelum menolong Alika yang jatuh gara-gara mengejar mobil Diandra.


Sumpah, Ryan saat ini begitu marah. Tapi daripada menemui Diandra. Ryan lebih pilih untuk menemui Alika lebih dulu, menenangkan calon istrinya.


Menyakinkan Alika bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa apapun yang terjadi mereka akan tetap melangsungkan pernikahan.


Cinta bukan perkara main-main bagi Ryan, sekarang dia sudah memantapkan hatinya untuk Alika, jadi cobaan apapun itu akan dia hadapi.


Setelah menjelaskan panjang lebar kepada oma putri, Ryan pun segera memutus sambungan telepon itu.


Dan sekarang Oma pun semakin menatap Diandra dengan tatapan yang jelas nampak begitu dingin.


Oma menyentuh lengan kakek Agung lebih dulu, sebuah isyarat bahwa untuk masalah ini serahkan saja pada dia.


Kakek Agung memahami itu, meski terkejut dan tidak tahu apa-apa tapi dia tetap diam dan memberikan waktu sebanyak-banyaknya kepada sang istri untuk menangani semuanya, tanpa dia cegah bicaranya.


"Apa yang ingin kamu sampaikan setelah menunjukkan rekaman ini kepada kami?" tanya Oma Putri, bicaranya memang masih terdengar lembut, tapi percayalah saat itu suaranya terdengar begitu dingin.

__ADS_1


Diandra bahkan jadi kehilangan keberaniannya untuk mengungkap Semua fakta, sesaat dia jadi terdiam membeku.


"Kamu datang kepada Alika dan mengatakan bahwa masih mencintai Ryan? benar seperti itu?" tanya Oma Putri lagi.


Deg! sungguh kini keberanian Diandra benar-benar hilang, diganti oleh rasa takut.


"Oma sangat menyayangkan sikapmu yang seperti ini Di, kamu coba memfitnah Alika dan berencana untuk membatalkan pernikahan tersebut. Kamu tidak peduli pada perasaan semua orang yang sudah bekerja keras untuk pernikahan ini," tambah Oma Putri lagi.


"Saat kamu menikah, apa ada Ryan mengganggu pernikahan mu? tidak kan? jadi sekarang oma mohon, jangan ganggu Ryan yang sudah bahagia dengan Alika. Dan aku minta, ini terkahir kalinya kamu menunjukkan wajah di keluarga kami," tegas Oma Putri, bahkan dia mulai menggunakan Aku, bukan lagi Oma.


Sebuah kalimat panjang yang akhirnya membuat Diandra mencelos.


"Pergi, sebelum aku mengusir mu degan cara yang lebih parah."


Deg! Diandra seketika menjatuhkan air matanya saat mendengar ucapan terakhir Oma Putri tersebut.


Dan kakek Agung, membuang nafasnya dengan lega. Benar dugaannya, kedatangan Diandra jelas ada niat buruk.

__ADS_1


Beruntung, mereka segera menyadarinya di awal.


__ADS_2