Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 29 - Sebatas Kekasih


__ADS_3

Di luar rumah, Ryan pamitnya memang untuk menghubungi dirinya sendiri, tapi sebenarnya saat itu dia berniat untuk menghubungi sang kakak, untuk meminta bantuan tentang donor mata Alika.


Ryan duduk di teras rumah, pintu rumah dia biarkan tetap terbuka. Biar angin segar masuk ke dalam rumah.


Untunglah saat itu panggilan teleponnya langsung dijawab oleh sang kakak.


Reza Aditama di ujung sana sedikit mengerutkan dahi ketika melihat sang adik menghubungi, pasalnya selama ini Ryan tidak pernah menghubungi dia lebih dulu.


Jika ada sesuatu hal yang Ryan butuhkan biasanya adiknya itu langsung datang menemuin dia, rasanya begitu canggung di antara mereka berdua jika saling bicara disambungan telepon seperti ini.


"Ehem, assalamualaikum Ryan, ada apa?" tanya Reza, dia sampai berdehem untuk sedikit mengikis rasa canggung tersebut.


"Ehem," Ryan juga melakukan hal yang sama ...


"Waalaikumsalam Pak, aku butuh bantuan," tambah Ryan, sebuah jawaban yang membuat Reza makin bingung.


"Kenapa memanggil ku Pak?" tanya Reza, karena biasanya Ryan memanggilnya Mas.


"Maaf Mas, aku bilang pada Alika mau menghubungi Pak Ryan," jelas Ryan.

__ADS_1


Dan seketika itu juga Reza langsung tertawa terbahak-bahak. Dia tahu tentang Ryan yang harus menyamar jadi Erlan. Semua itu sang adik lakukan hanya demi kenyamanan Alika.


Demi kesembuhan gadis Malang tersebut.


Setelah tawa Reza mereda, barulah dia tanya sang adik butuh bantuan seperti apa.


"Kedua mata Alika masih bisa menangkap cahaya, itu artinya dia bisa menjalani operasi untuk bisa sembuh. Dokter Aresha masih mencari donor untuk Alika, ku pikir Pak Ryan bisa membantu agar bisa lebih cepat mendapatkan donor mata tersebut," jelas Ryan, dia benar-benar memanggil sang kakak dengan namanya sendiri.


Ryan tidak bisa ceroboh, siapa yang tau jika Alika mungkin bisa mendengar pembicaraannya kali ini.


"Baiklah, aku akan carikan juga, ku usahakan secepatnya," balas Reza.


"Terima kasih Pak."


Pertama tentang donor mata untuk Alika, jika sang kakak ikut mengambil peran dia yakin donor tersebut akan lebih mudah untuk ditemukan.


Kedua, tentang hubungannya sendiri dengan sang kakak. Sejak 3 tahun terakhir hubungannya dengan Reza memang sedikit canggung, sebuah jarak yang memang Ryan ciptakan sendiri.


Tapi melalui sambungan telepon barusan Rian seperti telah menyingkirkan semua pembatas itu.

__ADS_1


Mereka bisa kembali memiliki hubungan yang hangat seperti dulu.


"Er," panggil Alika, yang entah Sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu.


Ryan bahkan sontak langsung bangkit dari duduknya dan segera menghampiri sang kekasih. Langsung berdiri di hadapan Alika.


"Kamu disini? apa sudah lama? mendengar telepon ku dengan pak Ryan?" tanya Ryan bertubi.


Alika tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku baru saja tiba dan aku juga tidak mendengar apa yang kamu bicarakan dengan Pak Ryan. karena tidak mendengar suaramu Karena itulah aku panggil," jujur Alika, hanya suara Erlan lah penentuannya saat ini, untuk melihat adakah Erlan di sekitarnya.


"Kenapa? apa ada rahasia yang kamu bicarakan dengan Pak Ryan? sepertinya ada yang ingin kamu sembunyikan," tanya Alika lagi, bertanya penuh selidik.


Pertanyaan Erlan yang bertubi malah membuatnya curiga.


Dan kini giliran Ryan yang tersenyum.


"Tentu saja banyak rahasia, kamu mana boleh tau, kita kan hanya sebatas kekasih. Kalau mau tau semuanya, kamu harus jadi istriku dulu."

__ADS_1


"Huweek," balas Alika seolah ingin muntah, dia bahkan menyentuh dadanya mendalami peran mual.


Dan seketika itu juga tawa Ryan langsung pecah. Padahal Ryan serius dengan ucapannya itu, tapi Alika selalu menanggapinya bercanda.


__ADS_2