
Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 2 siang, Ryan tiba di rumah utama keluarga Aditama.
Datang dengan raut wajah yang berseri seperti itu, tentu membuat Oma Putri dan kakek Agung jadi saling tatap sejenak, sebelum akhirnya kembali fokus pada sang anak.
Kini mereka semua sudah duduk di ruang tengah. Lalu mendengar suara yang tiba-tiba datang menghampiri ...
"Om Ryan!" pekik seorang bocah laki-laki, usianya tahun ini 9 tahun, dia adalah Sean. Keponakan Ryan, anak pertama kakaknya-Mas Reza.
Bocah yang ketika kecil dulu juga dalam pengasuhan Ryan.
"Hei Sean, kamu tidak tidur siang?" tanya Ryan ketika bocah itu masih memeluknya memberikan salam selamat datang.
Sean duduk di sampingnya.
"Tidak mau, aku mau main. Om tumben sekali siang-siang seperti ini datang, apa mau bicara serius dengan Oma dan kakek?" tanya Sean pula, karena di sana dia sudah melihat Oma dan kakeknya menyambut.
Sang ibu-mama Ajeng sedang menidurkan adiknya di kamar.
"Hem, sangat serius, kamu mau mendengarnya?" balas Ryan, dengan pertanyaan juga.
__ADS_1
"Memangnya boleh?" balas Sean, menatap penuh penasaran, biasanya tiap ada pembicaraan serius dia selalu diminta untuk pergi.
"Boleh dong," balas Ryan dengan senyum yang lagi-lagi terukir di bibirnya.
Sikap Ryan yang berubah jadi hangat seperti itu benar-benar membuat kedua orang tuanya tercengang. Entah sudah berapa lama mereka tidak melihat anaknya yang seceria ini.
Beberapa tahun terakhir, mereka berdua hanya melihat Ryan menunjukkan wajahnya yang dingin.
Oma Putri sadar, jika ini semua pasti karena Alika. Tapi kakek Agung belum mengetahuinya.
"Ada apa Ryan? sepertinya kamu senang sekali," tanya Oma Putri, memulai pembicaraan di antara mereka.
Deg! kedua mata kakek Agung langsung mendelik. Pulang-pulang anak keduanya ini langsung mengatakan bahwa dia ingin menikah.
Kakek Agung memang sangat terkejut, tapi tidak dengan Oma Putri, dia langsung tersenyum dan mengucapkan kata syukur di dalam hati.
Alhamdulillah. Batin Oma Putri. Akhirnya sang anak kedua menemukan kebahagiaannya sendiri.
"Alhamdulillah, Oma senang sekali mendengarnya. Jadi mau mu bagaimana? Oma dan kakek langsung menemui Alika?" tanya Oma Putri.
__ADS_1
Ryan menggeleng pelan.
"Tidak perlu Oma, besok pagi aku akan membawa Alika untuk datang kesini," jawab Ryan. Besok adalah hari Minggu, jadi semua orang akan berada di rumah.
Sean yang sejak tadi mendengarkan pun ikut tersenyum juga, jika om nya menikah, itu artinya dia akan mendapatkan Tante baru.
Dia sudah kesal dengan tantenya di rumah ini, kak Rilly yang menyebalkan. Jadi dia sangat beharap tantenya yang baru akan menjadi temannya juga.
"Jadi Om akan menikah? aku punya Tante baru?" tanya Sean dengan antusias.
Dan Ryan menjawabnya dengan anggukan kepala yang tak kalah antusias.
"Ye!!" pekik Sean, dia senang sekali. Semakin ramai keluarganya, maka Sean pun jadi semakin senang.
"Aku pergi dulu!" ucap Sean lagi, bocah itu bahkan langsung berlari entah kemana. Sean sudah tidak sabar untuk menyebarkan kabar bahagia tersebut. Pada papanya, mamanya dan kak Rilly.
Ryan tersenyum, lalu menatap ayah dan ibunya secara bergilir dengan malu-malu.
Untuk pertama kalinya, akhirnya kakek Agung pun ikut tersenyum juga.
__ADS_1
Alhamdulillah, batin kakek Agung.