Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 72 - Masih Ada Yang Mengganjal


__ADS_3

Di butik milik kenalan Oma Putri, Ryan dan Alika mulai mencoba untuk memakai baju pengantin yang akan mereka kenakan di hari pernikahan nanti.


Gaun berwarna putih yang menjuntai begitu panjang, Alika nampak seperti seorang putri dari kerajaan. Belum lagi Alika menggerai juga rambut panjangnya, makin memperindah penampilan dia hari ini.


Bukan hanya Ryan yang terpesona, tapi Oma Putri juga.


Oma Putri bahkan langsung memeluk Alika, merasa gemas sendiri, seperti dia sedang mempersiapkan pernikahan anak perempuannya.


Sayangnya Rilly belum menikah, karena itulah dia begitu gemas pada Alika.


"Cantik sekali," ucap Oma Putri.


"Apa aku juga boleh memeluk Alika, Oma?" tawar Ryan, dia juga gemas, tapi karena ada ibunya di sini jadi tidak bisa leluasa untuk mengekspresikan apa yang dia rasa.


Jadi serba harus menahan diri.


"Tidak!" jawab Oma Putri ketus.


Ryan seketika memasang wajahnya yang murung, sementara Alika langsung tertawa pelan. Entah kenapa jadi merasa lucu sendiri tiap kali melihat anak dan ibu Ini saling berdebat seperti itu.

__ADS_1


Fitting baju sudah selesai.


1 Minggu sebelum pernikahan itu digelar undangan sudah disebar.


Semua desas-desus akhirnya terjawab dengan adanya undangan pernikahan tersebut. semua orang yang bertanya-tanya Siapa calon pengantin Ryan akhirnya mendapatkan jawaban.


Bukan Diandra, melainkan Alika Rahman.


Pramugari di Aditama Air yang selamat dalam kecelakaan beberapa bulan lalu.


Kini cerita jadi berganti, semua orang jadi membicarakan nasib baik yang dialami oleh Alika. Karena setelah kecelakaan itu dan dia sempat kehilangan penglihatannya kini Alika justru diangkat jadi menantu keluarga Aditama.


Diandra tidak mendapatkan undangan pernikahan tersebut, dia hanya bisa membaca dari undangan milik Jenny.


Ditanya seperti itu, Diandra diam saja.


Tidak mungkin juga menjawab bahwa sekarang hubungannya dengan keluarga Aditama sudah berubah.


Diandra malu untuk mengakui bahwa dia telah membuat sebuah kesalahan. bahkan sempat diusir dari rumah itu.

__ADS_1


Dia malu untuk mengakui itu semua, dia ingin semua orang tetap berpikir seperti apa yang Jenny pikirkan, bahwa di antara dia dan keluarga Aditama masih baik-baik saja.


"Aku sengaja bilang pada Ryan untuk tidak perlu mengirim surat undangan, bagaimanapun kami menjaga perasaan Alika," jawab Diandra bohong. Entahlah, tiba-tiba mulutnya bicara begitu lancar ketika mengatakan tentang kebohongan tersebut.


"Oh, apa sebelumnya kamu sudah bertemu dengan Pak Ryan?"


Diandra mengangguk.


"Hanya sempat bertemu sebentar, kami sekarang sudah jadi teman," balas Diandra lagi, dia bahkan tersenyum dengan sangat lebar ketika mengatakan kalimat itu, ingin membuat Jenny benar-benar percaya dengan apa yang dia ucapkan.


Dan Diandra langsung membuang nafasnya lega ketika melihat Jenny pun tersenyum, seperti sudah mempercayai ucapannya itu.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, Aku senang mendengarnya," ucap Jenny.


Diandra menganggukkan kepalanya, menelan dengan susah payah menahan sesak di dadda ketika menatap undangan pernikahan tersebut.


Meski Oma Putri dan kakek Agung sudah mengakhiri hubungan diantara mereka, tapi tetap saja Diandra merasa belum puas karena dia belum bertemu dengan Ryan secara langsung.


Masih ada yang mengganjal di dalam hatinya.

__ADS_1


Selalu berbisik bahwa sebenarnya masih ada cinta di hati Ryan untuk dia.


Mereka hanya butuh waktu untuk bertemu.


__ADS_2