Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 60 - Tidak Pantas


__ADS_3

Diandra sedikit bersembunyi agar tidak terlihat oleh Ryan ketika pria itu melewati lobby dengan menggandeng seorang wanita.


Tak ada yang bisa menerka apa yang sedang dirasakan oleh wanita cantik tersebut, rasa kecewa dan patah hati yang datang bersamaan.


Diandra, jadi mengurungkan niatnya untuk menemui Ryan. Dia justru menelpon temannya yang bekerja di perusahaan ini untuk bertemu.


Lalu menunggu di sebuah cafe yang tak jauh dari sana.


Di saat mereka berdua sudah bertemu, Diandra tidak banyak basa-basi, dia langsung menanyakan pada inti pembahasan yang ingin dia ketahui kebenarannya.


"Alika, nama itu sepertinya tidak asing bagiku, Apa kamu tahu siapa dia sebenarnya?" tanya Diandra.


Jenny tau kenapa tiba-tiba Diandra menanyakan tentang hal ini kepadanya, pasti karena berita heboh yang sedang menggemparkan perusahaan Aditama Air, tentang sang CEO yang akhirnya menikahi pramugari yang selamat dalam kecelakaan beberapa bulan lalu, Alika Rahman.


"Tentu saja aku tahu, dia adalah pramugari yang selamat dalam kecelakaan itu. Selama Alika menjalani pengobatan untuk kedua matanya pak Ryan sering menemui dia, Jadi sepertinya karena kedekatan itulah akhirnya mereka memiliki perasaan lebih, lalu menjalin hubungan dan akhirnya memutuskan untuk menikah," jelas Jenny apa adanya, tidak ada yang dia lebih-lebihkan tentang kabar itu.

__ADS_1


Tidak ada pula niat untuk membicarakan tentang sang Boss dan calon istrinya, entah itu Alika atau wanita lain dia tak punya hak untuk menilai.


Diandra terdiam sesaat, jika seperti ini keadaannya dia langsung menilai bahwa wanita bernama Alika itu memang menggoda Ryan, memanfaatkan ketidakberdayaannya untuk menjerat sang CEO.


Ryan adalah pria yang sangat baik, pria itu tidak akan pernah lepas dari tanggung jawabnya. Dan Alika mengambil peluang untuk masuk ke dalam kehidupan Ryan.


Wanita itu benar-benar licik. Batin Diandra.


"Apa kamu masih mencintai pak Ryan Di?" tanya Jenny pula, dia sedikit merasa khawatir tentang sang sahabat. Jika Diandra masih menaruh hati pada pak Ryan, maka Diandra harus segera meredamnya.


Dan diberi pertanyaan seperti itu Diandra tidak langsung menjawabnya, lebih tepatnya dia bingung mau menjawab apa. Jadi Diandra hanya terdiam dan menunjukkan senyum kecil.


Tidak begitu lama pertemuan di antara mereka berdua, sebelum habis jam istirahat Jenny pun kembali ke kantornya.


Sementara Diandra menghubungi anak buahnya untuk mencari alamat rumah Alika.

__ADS_1


Sungguh, dia tidak bisa hanya diam saja seperti ini dan membiarkan Ryan jatuh ke permainan wanita licik itu.


Diandra memang mengurungkan niatnya untuk menemui Ryan secara langsung, tapi sekarang dia akan putuskan untuk menemui Alika saja.


Jam 4 sore barulah Diandra mendapatkan alamat rumah calon istri sang mantan kekasih, tidak mengulur waktu lebih lama dia langsung mendatangi rumah tersebut.


Rumah yang di matanya terlihat sangat kecil. Diandra bahkan menatapnya dengan tatapan jijjik.


Bagaimana bisa Ryan memutuskan untuk menikahi seorang wanita yang tinggal di rumah seperti ini. Alika bahkan tidak jelas asal usulnya dari mana, dia hanya seorang gadis yang besar di panti asuhan. Batin Diandra.


Anak buahnya bukan hanya mendapatkan informasi tentang alamat rumah ini tapi juga data diri tentang gadis tersebut.


Makin Dia baca tentang Alika, makin dia merasa wanita itu tidak pantas bersanding dengan Ryan.


Tok tok tok! Diandra mulai mengetuk pintu rumah tersebut.

__ADS_1


Dan tidak butuh waktu lama akhirnya pintu itu pun terbuka ...


__ADS_2