
Sore hari.
Alika dibuat tercengang ketika asisten Romi datang ke rumahnya.
Bi Santi pun ikut menganga ketika melihat kedatangan pak Romi sore itu.
"Ini semua dari pak Ryan, Nona, maaf, anda tidak boleh menolak," ucap asisten Romi. Satu per satu Romi mengeluarkan apa yang dia bawa. Paper bag berisi gaun-gaun indah, sepatu hak tinggi dengan berbagai macam model, tas-tas mewah dan 2 set perhiasan yang begitu memukau.
Alika sontak menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"Tidak tidak, ini semua untuk apa asisten Romi?" tanya Alika setelah kesadarannya kembali utuh.
Kini semua barang-barang itu sudah berjajar rapi di ruang tamu, ruangan yang tidak terlalu lebar itu kini jadi nampak penuh dengan barang-barang pemberian pak Ryan.
"Kata pak Ryan ini hanya hadiah kecil untuk calon istri ku, maaf Nona, itu adalah kata pak Ryan. Dan ini, ada juga surat cintanya," balas asisten Romi dengan sedikit gugup.
Alika sekarang sudah jadi calon istri sang Boss, maka sedikit saja dia membuat wanita itu marah, bisa-bisa pak Ryan pun akan memarahinya.
Alika juga langsung menerima surat cinta itu, surat dengan kertas berwarna merah muda.
"Saya permisi Nona, mari bi Santi," pamit asisten Romi ketika tugasnya sudah selesai di sini.
__ADS_1
"Baik Pak, terima kasih." Bi Santi yang menjawabnya, karena Alika masih tercengang dengan semua ini.
Tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba-tiba pak Ryan memberinya begitu banyak hadiah.
Sungguh, Alika tidak mengharapkan pemberian ini sedikitpun. Tapi tiba-tiba semuanya sudah berada di dalam rumahnya.
Alika duduk di kursi ruang tamu, di bagian kecil sisa-sisa tempat untuk meletakkan semua paper bag itu.
Jangan marah. Tulis Ryan pada kalimat pertama surat tersebut.
Ini hanya hadiah kecil untuk calon istriku. Besok pagi gunakan yang paling kamu suka, aku sudah tidak sabar melihatnya. tulis Ryan lagi.
Deg deg! jantung Alika sudah berdebar hebat. Dan makin berdegup ketika dia membaca satu persatu kata di dalam surat itu.
Perayaan kecil untuk kedua mata mu yang sudah sembuh.
I Love You, your Love-Ryan..
Deg deg! deg deg!
Ya Allah, batin Alika. Tidak ada satu kata pun di dunia ini yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan bahagia yang sedang Alika rasakan.
__ADS_1
Harusnya dia bersorak kegirangan, atau setidaknya sedikit menari menggambarkan suasana hatinya yang berbunga-bunga.
Tapi tidak, Alika malah menangis.
Ketika dia menunduk, air mata itu jadi mengalir lebih cepat.
"Loh loh Al, kok kamu malah nangis?" tanya bi Santi, mendadak cemas ketika melihat Alika yang menjatuhkan air mata. Bukankah gadis ini harusnya bahagia?
Tapi pertanyaannya bi Santi itu, tidak membuat air mata Alika berhenti mengalir.
Gadis itu malah semakin menangis dengan bibir yang mengukir senyum.
Dan melihat senyum Alika, akhirnya bi Santi tau bahwa itu adalah tangis bahagia.
Bi Santi ikut tersenyum dan memeluk Alika erat.
"Sudah sudah, Jangan menangis lagi, lebih baik kita buka paper bag ini satu-satu," ucap bi Santi.
Alika sudah sesenggukan dan membuatnya tidak bisa bicara, jadi Alika hanya bisa mengangguk untuk menyetujui ucapan bi Santi.
Dengan kedua tangan yang sibuk menghapus air mata, Alika pun juga membuka semua hadiah itu.
__ADS_1
Ya Allah, batin Alika lagi, masih tidak menyangka jika hidupnya akan seindah ini.