Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 47 - Sudah Tidak Bisa Dikendalikan


__ADS_3

Alika tentu sangat tercengang ketika mendengar ucapan pak Ryan, dia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata dan mulutnya jadi sedikit menganga.


Sebenarnya sampai sekarang masih belum bisa percaya jika pria yang dulu dia kenal begitu dingin sekarang sudah berubah jadi sangat hangat.


Pak Ryan seperti berubah hanya dalam waktu satu malam saja.


"Malam ini istirahatlah dulu, Besok pagi aku akan kembali datang menjemput kamu dan kita sama-sama temui kedua orang tuaku," jelas Ryan lagi, langsung sat set menyusun rencana untuk masa depan mereka.


Ryan kemudian mengelus puncak kepala Alika dengan lembut, sedih juga ketika ingat jika Alika tidak punya keluarga yang bisa dia ajak bicara tentang hidupnya.


Alika selama ini hanya sendirian.


Dan mendapati elusan lembut di kepalanya, Alika seketika menciut. Dia luluh dan hanya jantungnya yang berdegup.


Sumpah, Ryan sudah tidak sabar menjadikan Alika sebagai istrinya. Lantas setelah itu Ryan benar-benar akan jadi sandaran wanita ini.


Wanita yang selalu terlihat kuat, namun memiliki hati yang begitu lembut.


Tangan Ryan yang mengelus kepala Alika kini turun, ganti menggenggam tangan gadis tersebut.

__ADS_1


Sementara tangannya yang lain mengambil cincin yang sudah dia siapkan di saku celana.


Sebuah cincin berlian yang lebih indah dibandingkan cincin pasangan mereka.


Sebenarnya cincin pasangan itu hanya akal-akalan Ryan, untuk mendapatkan ukuran jari Alika yang sesungguhnya, lantas cincin berlian ini lah yang sebenarnya asli ingin dia beri.


Tanpa meminta izin lebih dulu, ataupun menunggu jawaban Alika lebih dulu, Ryan langsung saja memasangkan cincin indah itu di jari manis tangan kanan Alika.


Diamnya Alika bagi Ryan adalah iya, iya bahwa Alika setuju mereka akan segera menikah.


Setuju besok mereka menemui kedua orang tuanya untuk meminta restu.


Ya Allah, Alika gugup sekali, dia bahagia tapi tetap saja ada rasa yang mengganjal di dalam hati.


Benarkah, dia layak bersanding dengan Ryan Aditama?


"Mas," panggil Alika lirih. Mas adalah panggilan kedua yang sudah mereka sepakati selain sayang.


"Hem, kenapa?" tanya Ryan dengan lembut.

__ADS_1


"A-aku, aku tidak punya latar belakang yang baik, a-ku tumbuh di panti asuhan. Aku sendiri tidak tahu siapa kedua orang tua ku. Aku_"


Ucapan Alika terputus ketika Ryan langsung memeluknya erat. Sangat erat sampai Alika merasa tubuhnya ditarik masuk lebih dalam.


"Aku sudah tau semuanya, tidak apa-apa. Itu bukan penghalang untuk kita Al."


"Bagaimana dengan Oma Putri dan kakek Agung, beliau pasti ingin menantu yang layak. Aku_"


"Kamu yang paling layak, tidak ada yang lain." Ryan terus memotong ucapan Alika sebelum gadis itu berhasil menyelesaikan ucapannya.


"Bukan hanya aku, tapi kami sudah tau semuanya. Oma Putri dan kakek Agung sudah sangat tau siapa kamu. Percaya padaku Al, aku melamar kamu seperti ini, karena sudah mendapatkan restu mereka juga," terang Ryan, tak sudah-sudah dia meyakinkan Alika.


"Jadi jangan pernah berpikir untuk mundur, kita mulai semuanya bersama. Ya?" tanya Ryan, dia melerai pelukan dan kini menatap Alika lekat.


Dan melihat Alika yang diam saja, Ryan pun perlahan mengikis jarak dan mencium bibir Alika dengan lembut.


Lihatlah, betapa Ryan selalu tergoda untuk melakukannya.


Ryan sudah tidak bisa dikendalikan.

__ADS_1


"Kita harus segera menikah," putus Ryan. Alika tidak bisa membantah, karena nafasnya pun terengah-engah karena ciuman itu.


__ADS_2