
Di pagi yang cerah itu dengan suaranya yang begitu jelas dan tegas Ryan akhirnya mengucapkan kalimat ijab Kabul untuk menikahi Alika.
Sampai akhirnya menggema kata SAH dan Alhamdulillah yang beruntun.
Di akhiri dengan air mata yang jatuh dari kedua mata Alika.
Alhamdulillah, ucap gadis itu saking terharunya dia tidak bisa bicara, jadi hanya bisa membatin.
Di tengah-tengah tamu yang sedang membacakan doa untuk sepasang pengantin, ada Diandra disana. meski dia tidak mendapatkan surat undangan tapi wanita itu tetap memutuskan untuk datang.
Biarlah meski hanya jadi tamu yang tidak diundang.
Tapi apa yang mengganjal di dalam hatinya benar-benar ingin Diandra tuntaskan.
Selesai ijab kabul itu acara masih terus berlangsung, Ryan dan Alika mulai duduk di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari semua tamu undangan.
Banyaknya tamu yang datang membuat sebagain orang tidak punya kesempatan untuk berjabat tangan dengan sang pengantin.
Apalagi ketika menjelang sore, tiba-tiba langit jadi mendung.
Merasa nanti malam akan hujan deras Ryan senang sekali.
"Mas Ryan, kak Alika, kata Oma turun saja dari pelaminan, jadi biar lebih mudah bertemu dengan tamu yang lain," ucap Rilly, dia naik ke atas pelaminan untuk menyampaikan pesan tersebut.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Ryan singkat, dengan menggandeng tangan istrinya akhirnya mereka semua pun turun dari pelaminan itu.
Mulai bertemu secara langsung dengan para tamu undangan yang datang.
Sampai akhirnya Ryan dan Alika berhadapan langsung dengan Diandra.
Oma Putri yang melihat pertemuan itu ingin bergerak cepat untuk menarik Diandra keluar dari sini, tapi Rilly buru-buru menahan pergerakan sang ibu.
"Ma, aku yakin mas Ryan bisa menangani ini, jadi kita tenang dulu, Jangan membuat acara pernikahan ini jadi rusak," bisik Rilly.
Oma Putri membuang nafasnya kasar, terpaksa sekali dia mendengarkan ucapan anak perempuannya tersebut.
"Mas Ryan," panggil Diandra, dia yang lebih dulu buka suara.
"Ku pikir, hubungan kita belum berakhir Mas. Dulu aku meninggalkan kamu, tapi sekarang aku sudah kembali, apa kamu sedang membalas ku dengan menikahi wanita ini? kalau iya hentikan sekarang Mas, aku akan memaafkan kamu, ayo kita mulai Semuanya dari awal," ucap Diandra, begitu lancar ketika dia mengucapkan kalimat tersebut.
Bahkan seolah sudah kehilangan malu, karena beberapa tamu undangan mampu mendengar ucapannya itu.
Astaghfirullahaladzim, batin Ryan. dia menggenggam semakin erat tangan istrinya.
"Maafkan aku Di, tapi diantara kita benar-benar sudah tidak ada apa-apa lagi. Aku tidak tahu kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Tapi asal kamu tau, sekarang Alika adalah istri ku, satu-satunya wanita yang aku cintai. Satu-satunya wanita yang aku inginkan untuk jadi teman hidupku. Bukan kamu. Aku harap, kamu juga bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri," balas Ryan.
Sebenarnya dia begitu marah dengan kedatangan Diandra ke acara pernikahannya, bahkan wanita itu sampai berani-beraninya bicara seperti ini.
__ADS_1
Tapi Rian coba mengendalikan emosinya sendiri, tidak ingin merusak suasana bahagia. Karena itulah dia coba memberi pengertian.
Dan setelah menjawab seperti itu, Ryan pun segera mengajak Alika untuk kembali menyapa para tamu undangan yang lain.
Meninggalkan Diandra begitu saja.
Diandra tak bisa berkutik, dia mati kutu. Bukannya mendapatkan dukungan dia malah mendapatkan tatapan tak ramah dari semua orang.
Di tengah-tengah keramaian itu Diandra benar-benar merasa seperti orang yang terbuang.
Jenny bahkan langsung menarik Diandra untuk pergi meninggalkan tempat acara.
"Astaghfirullahaladzim Di, kamu benar-benar keterlaluan," ucap Jenny, tak habis pikir. dia benar-benar merasa kecewa, jadi meski Diandra belum sempat menjawab ucapannya itu Jenny pun langsung pergi meninggalkan dia untuk kembali masuk ke tempat acara tersebut.
Beruntung karena ulah Diandra barusan tidak merusak acara ini, semua orang kembali ceria seolah tidak terjadi apa-apa.
Alika juga tidak mempermasalahkan tentang kedatangan Diandra itu, justru bagus jika wanita itu datang ke sini, karena akhirnya Alika bisa memeluk lengan suaminya dengan posesif.
Mungkin Ryan memang mantan Diandra, tapi sekarang pria itu adalah suaminya.
Daripada merasa rendah diri, Alika lebih pilih untuk menjaga Ryan baik-baik, mencintai dengan tulus. Mereka hidup untuk masa depan bukan bergelut dengan masa lalu.
"Cium cium cium!!" teriak semua orang saat tiba di penghujung acara.
__ADS_1
Dan tanpa pikir panjang, Ryan langsung melahap bibir Istrinya.