Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 65 - Lebih Parah


__ADS_3

"Oma, aku bisa menjelaskan semuanya. Apa tadi Alika yang menelpon Oma Putri?" tanya Diandra, sungguh dia tidak ingin keadaan jadi seperti ini. Dia yang terpojokan.


Dengan gerakan cepat Diandra pun menghapus air matanya, coba menstabilkan nafas yang hampir terengah karena tangis.


Sungguh, Diandra tidak ingin oma Putri dan kakek Agung jadi menaruh salah paham kepadanya. Padahal niatnya sungguh tulus, hingga detik ini juga Diandra belum merasa bahwa dia salah.


Diandra coba mengesampingkan Semua ucapan Oma Putri.


Dan mendengar pembelaan Diandra itu, benar-benar membuat Oma Putri dan kakak Agung jadi merasa semakin kecewa.


Begitu jelas niat Diandra untuk menjelek-jelekkan Alika. Datang di saat hari pernikahan semakin dekat, lalu memprovokasi mereka berdua untuk menganggap Alika adalah gadis yang buruk.


"Bukan Alika yang telepon, tapi Ryan," balas Oma Putri.


Saat itu Ryan juga mengirimkan rekaman video yang dikirim oleh Bi Santi kepada Oma Putri. Jadi di saat Diandra bertanya seperti itu, maka Oma Putri pun langsung menunjukkan video itu pada wanita tersebut.

__ADS_1


Diandra hanya punya rekaman suara, sementara mereka punya rekaman video. Bahkan bukan hanya di saat Alika bicara tentang bisa mendapatkan uang lebih ketika menikahi Ryan, tapi video itu sejak Diandra mengatakan bahwa dia mencintai Ryan dan berharap Alika membatalkan pernikahan ini.


Deg! Diandra seketika tersentak. keringat dingin mulai membasahi dahi dan kedua telapak tangannya. setelah melihat video itu dia tidak bisa bicara apa-apa lagi. Hanya bertanya-tanya siapa orang sial yang telah merekam semuanya.


Kakek Agung yang belum tahu bagaimana cerita sebenarnya, lalu melihat video itu jadi semakin geram juga. Selama ini dia selalu diam, tapi entah kenapa untuk sekarang mulutnya terasa gatal sekali untuk ikut bicara.


"Cukup Diandra, kamu tidak perlu menjelaskan apapun. Tapi satu yang harus kamu tahu, hari ini kamu datang ke sini untuk mengakhiri hubungan baik kita," ucap kakek Agung, akhirnya dia buka suara juga.


Dan mendengar kalimat suaminya tersebut Oma Putri pun menganggukkan kepalanya setuju. kedatangan Diandra dengan niat buruknya itu tak bisa disembunyikan, ini hanya seperti petunjuk bahwa mereka tidak bisa menjalin hubungan lagi.


"Ayo Ma, kita masuk saja," ucap kakek Agung lagi, sungguh baginya pertemuan ini hanya membuang-buang waktu saja dan dia tidak ingin memperpanjangnya.


Diandra hendak menahan tangan oma Putri, namun kemudian dia kalah cepat dengan pelayan yang lebih dulu menahan tubuhnya.


Pelayan yang tadi membukakan pintu untuk Diandra berada yang tak jauh dari sana, dia memang menunggu berjaga-jaga jika dipanggil maka akan bisa datang lebih cepat.

__ADS_1


Tapi ternyata dia malah mendengar semua pembicaraan itu dan sangat menyesal telah mengizinkan Diandra masuk ke dalam rumah ini, bahkan memberikan nomor oma Putri juga.


Ya Allah, pelayan itu benar-benar merasa sangat bersalah. Jadi sekarang tanpa segan dia akan mengusir Diandra.


"Keluar, anda tidak boleh masuk lagi ke rumah ini!!" ucap Pelayan itu dengan suara yang cukup tinggi, hingga terdengar oleh pelayan yang lain.


Sampai akhirnya berbondong-bondong para pelayan pun datang ke sana dan memeriksa keributkan itu. Bi Asmi sebagai pelayan senior pun sampai menampakkan diri juga.


"Bi, dia ini berencana Untuk membatalkan pernikahan Pak Ryan dan Mbak Alika, Oma Putri meminta dia keluar dari rumah ini dan tidak boleh datang lagi," ucap pelayan itu dengan begitu lancar, dan seketika menyulut amarah semua pelayan.


Oh kurrang ajjar.


Berani-beraninya kamu ya.


Dan masih banyak lagi ucapan semua orang, sampai akhirnya mereka semua mendorong Diandra untuk keluar dari rumah ini. Bahkan sampai jatuh terjerembab di samping mobilnya sendiri.

__ADS_1


Jatuh dengan lebih parah dibandingkan ketika Alika jatuh sendiri saat mengejar mobilnya tadi.


Brugh!!


__ADS_2