Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 32 - Je t'aime


__ADS_3

"Apa seperti itu caranya memberikan ciuman untuk pria dewasa sepertiku?" tanya Ryan.


Sementara Alika sudah menunduk merasa malu, kini kedua pipinya nampak merah merona.


Kata siapa dia ingin mencium? Alika hanya ingin menjawab pertanyaan Erlan dengan tindakannya, karena lidahnya sendiri pun terasa kaku untuk bicara.


"Aku akan menunjukkan caranya ciuman yang benar," ucap Ryan.


Deg! Alika tentu sangat terkejut ketika mendengar hal itu, namun belum sempat dia melakukan apa-apa. Alika sudah lebih dulu merasa jika tubuhnya direngkuh, tengkuknya ditahan dengan begitu kuat dan akhirnya dia merasa bibirnya dilumat dengan begitu lembut.


Emh! Alika hanya bisa melenguh, merasakan tubuhnya yang berdesir dan darrah yang mengalir jadi semakin deras.


Alika awalnya berontak, namun sentuhan lembut itu akhirnya membuat dia hanyut.


Erlan mencium bibirnya dengan begitu lembut dan dalam, sampai rasanya mereka saling bertukar saliva. Ryan bahkan menelusupkan lidahnya masuk, menyusuri mulut Alika dengan kedua mata yang tertutup.


Ciuman itu mengalirkan debar dan rasa yang sama bagi keduanya.


Jika diteruskan, Ryan tahu dia akan kehilangan kendali. Jadi susah payah dia hentikan hasratnya sendiri dan melepaskan pagutan itu.

__ADS_1


Hah! nafas Alika terengah, seperti dia baru saja berlari jarak jauh. Bibirnya nampak basah dan makin menggoda di mata Ryan.


"Harusnya kamu katakan langsung jika sangat mencintai aku, jadi tidak perlu ada ciuman seperti ini," goda Ryan.


Alika yang wajahnya sudah merah padam, langsung memukul dada pria ini, kesal tapi cinta.


Ryan terkekeh.


Dia peluk Alika dengan sangat erat.


"Aku sangat mencintai kamu Al, i love you, Ich liebe dich," ucap Ryan, diakhiri dengan bahasa Jerman untuk mengucapkannya kata cinta.


Ryan tahu, jika belum lama ini Alika sedang belajar bahasa Jerman. tentu saja informasi itu dia dapatkan dari data yang diberikan oleh Romi.


Ryan terkekeh, di balas Alika yang tersenyum malu-malu.


"Tunggu, Bagaimana bisa kamu mengerti banyak bahasa seperti itu?" tanya Alika, buru-buru dia menghentikan tawanya ketika menyadari jika ternyata Erlan adalah pria yang pintar.


Dipikirnya karena Erlan adalah seorang pelayan dia tidak akan tahu apa-apa, apalagi tentang banyak bahasa asing.

__ADS_1


Tapi Erlan bisa mengucapkan bahasa Jerman dengan begitu fasih, meskipun hanya satu kalimat.


Namun aksen yang keluar dari mulutnya begitu mirip dengan orang Jerman asli.


Sama seperti guru privat bahasa Jermannya.


Deg! mendapati pertanyaan itu kini jantung Ryan yang tidak tenang, dia merasa hampir saja kebohongannya ketahuan.


"Emm tidak, sebenarnya aku tidak tahu apa-apa. itu hanya kalimat yang sering diucapkan oleh majikanku terdahulu," kilah Ryan, tidak tahu harus memberikan alasan apa, hanya itu yang terpikir di dalam benaknya.


"Ohh, tapi pengucapan mu fasih sekali, Aku suka mendengarnya," kagum Alika, dia bahkan tersenyum saat mengucapkan kalimat tersebut.


Sampai membuat Ryan kembali terpana.


"Aku akan mengucapkannya untuk mu setiap hari," balas Ryan.


Alika terkekeh.


"Nanti, saat aku sudah sembuh kita belajar bahasa asing bersama-sama, mau?" tawar Alika.

__ADS_1


"Tentu saja, ada banyak hal yang akan kita lakukan berdua," jawab Ryan. Sebuah jawaban yang sebenarnya banyak sekali mengandung makna.


Setelah Alika sembuh, Ryan juga punya rencananya sendiri, dia ingin segera menikahi Alika.


__ADS_2