
"Apa?" tanya Oma Putri, dia takut salah dengar. Rasanya tidak mungkin jika Ryan juga menyukai kakak iparnya sendiri.
Astaghfirullahaladzim. Batin Oma Putri.
"Dulu, aku juga mencintai Mbak Ajeng Oma. Karena itulah aku keluar dari rumah, aku tidak bisa melihat kemesraan mbak Ajeng dan mas Reza," jujur Ryan, kurang gamblang apalagi dia menjelaskan semuanya.
Raut wajahnya pun menunjukkan sebuah keseriusan, dia membalas tatapan Oma Putri dengan lekat.
Tak ada lagi yang dia tutup-tutupi.
"Astaghfirullahaladzim," gumam Oma Putri, bicara dengan suara yang pelan tapi Ryan masih mampu mendengarnya dengan jelas.
Dan dia sangat memaklumi bahwa ibunya itu akan sangat terkejut dengan apa yang dia sampaikan.
"Kamu serius Ryan?"
"Iya."
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim," ucap Oma Putri lagi, entah sudah berapa kali dia mengucapkan kata istighfar tersebut. Bahkan di dalam hatinya pun terus mengucapkan hal yang sama untuk meredam keterkejutan yang luar biasa ini.
Agar hatinya tetap tenang.
Ryan kemudian secara perlahan menjelaskan bagaimana dia bisa menyukai kakak iparnya tersebut. Bahkan Ryan mulai menaruh rasa pada wanita itu saat dia masih menjalin hubungan dengan Diandra.
Ryan masih menunggu waktu untuk memutuskan hubungannya dengan sang kekasih, tapi ternyata mas Reza lebih dulu menjalin hubungan dengan mbak Ajeng.
Karena itulah ketika di Jogja waktu itu Ryan enggan pulang bersama Diandra, tapi Oma Putri malah memaksa.
"Astaghfirullahaladzim," ucap Oma Putri lagi, dia tidak bisa bicara apa-apa lagi dan hanya bisa menanggapi semua cerita itu dengan mengucapkan istighfar.
"Tapi itu semua sudah berlalu Oma, sekarang aku sudah mantap untuk menikahi Alika, aku tidak ingin kehilangan Alika, seperti aku kehilangan mbak Ajeng dulu," terang Ryan.
Dan akhirnya saat itu, Oma Putri bisa percaya pada anaknya sendiri.
ternyata selama ini dialah yang salah paham, ternyata Diandra tidak ada artinya apa-apa di dalam hidup sang anak. Untunglah, karena ternyata Diandra bukanlah gadis yang baik.
__ADS_1
Oma Putri kemudian mengelus pundak Ryan.
"Maafkan Oma Ryan, Oma selama ini tidak tahu kesedihan kamu," balas Oma Putri. Tapi tentang Ajeng memang tidak bisa dinegosiasikan lagi, gadis itu telah jadi jodoh anak pertamanya.
"Tidak perlu meminta maaf Oma, aku yang salah, tapi aku tidak cukup dewasa untuk menyalahkan diriku sendiri. Aku malu mengakui bahwa aku adalah pria yang egois, saat itu aku masih bersama Diandra, tapi kemudian malah menaruh rasa pada Mbak Ajeng. Jadi wajar saja, jika pada akhirnya aku tidak bisa mendapatkan mbak Ajeng," balas Ryan.
Kini dia bisa mengucapkan kalimat itu dengan bibir yang tersenyum, tidak seperti dulu yang selalu menyalahkan mas Reza ataupun menyalahkan mbak Ajeng yang seperti membalas cintanya.
Dulu Ryan selalu menyalahkan orang lain, sangat malu untuk mengakui bahwa sebenarnya dialah yang paling salah.
Dan mendengar keikhlasan sang anak itu, akhirnya Oma Putri pun ikut tersenyum juga, lega dan bersyukur bahwa Ryan telah benar-benar tumbuh menjadi pria yang dewasa.
Oma Putri jadi sangat yakin, bahwa Ryan memang telah siap menikahi Alika.
Ryan yang nanti akan terus membahagiakan Alika.
"Alhamdulillah," ucap Oma Putri, akhirnya kalimat itu terucap setelah sejak tadi dia terus mengucapkan kata Astaghfirullahaladzim.
__ADS_1