Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta
Bab 66 - Meminta Untuk Pulang


__ADS_3

Semua pelayan kembali masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Diandra yang jatuh. Bahkan langsung menutup pintu rumah tanpa belas kasihan sedikitpun.


Menutup pintu dengan suara yang terdengar begitu keras hingga semakin membuat dadda Diandra jadi terasa sesak.


Dia benar-benar terusir dari rumah utama keluarga Aditama.


Diandra menangis, air matanya jatuh dengan lebih deras daripada tadi, seumur hidupnya mana pernah dia diperlakukan seperti ini.


Jika tadi Diandra bisa mengesampingkan ucapan Oma Putri, tapi sekarang dia tidak bisa mengabaikan begitu saja ucapan kakak Agung.


Diandra cukup tau bahwa kakek Agung begitu irit bicaranya, dan ternyata begitu menyakitkan ketika ucapan pertama yang dia dengar dari kakek Agung adalah tentang hubungan baik mereka yang telah berakhir.


Diandra bangkit dengan susah payah, coba menghapus air mata tapi tetap saja keluar.


Jika sudah seperti ini apa yang bisa dia lakukan?


Sementara itu di tempat lain, Ryan pun langsung bergegas pergi ke rumah sang calon istri ketika dia mendapatkan kiriman video dari bi Santi.


Daripada menemui Diandra dia memang lebih memilih untuk menenangkan Alika.


Mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, hingga akhirnya tidak butuh waktu lama dia telah tiba di rumah itu.


Tanpa mengetuk pintu Ryan langsung masuk begitu saja, benar-benar sudah merasa bahwa ini adalah rumahnya dan kebetulan saat itu pintu pun tidak dikunci oleh Bi Santi.

__ADS_1


Mendengar suara pintu yang terbuka bi Santi pun langsung bangkit dari duduknya di ruang tengah dan melihat pak Ryan datang.


"Siapa Bi?" tanya Alika, karena saat ini dia juga sedang duduk di sana. Jadi sedikit lebih tenang ketika bi Santi menjelaskan juga kepadanya bahwa dia telah merekam semua pertemuannya dengan Diandra dan bahkan telah mengirimkan video itu kepada pak Ryan.


Dan belum sempat bi Santi menjawab pertanyaan Alika itu, dia sudah lebih dulu melihat Ryan yang datang. Berjalan dengan tergesa-gesa dan langsung duduk di sampingnya, langsung memeluk tubuhnya dengan begitu erat.


Sampai Alika merasa tubuhnya tertarik lebih dalam kepelukan pria tersebut.


Melihat adegan itu tentu saja bi Santi langsung tersenyum dengan lebar, jika sudah seperti ini keadaannya maka dia harus segera meninggalkan ruangan ini jika tidak ingin menjadi obat nyamuk.


Ya Allah, rasanya tenang sekali kalau sudah melihat hubungan pak Ryan dan Alika tetap baik-baik saja seperti itu. Batin bi Santi, seraya berjalan menjauh meninggalkan ruang tengah. Karena waktu sudah sore jadi dia putuskan untuk masuk ke dalam kamarnya dan mandi lebih dulu.


Sebelum Diandra datang tadi, bi Santi sudah menyelesaikan semua tugasnya di dapur.


Tidak bisa dipungkiri bahwa pelukan Ryan ini benar-benar membuatnya jadi merasa lebih tenang, jauh lebih tenang daripada sebelumnya.


Dan mendapatkan balasan pelukan itu, Ryan pun bisa menghembuskan nafasnya dengan lega. Dengan begini dia tahu bahwa Alika tidak marah dengannya.


"Kenapa minta maaf, kamu kan tidak menyakiti aku?" tanya Alika pula.


Ryan melepaskan pelukan itu, tapi kedua tangannya masih berada di pinggang Alika. dalam posisi seperti itu Ryan pun langsung mengecup bibir calon istrinya.


Cup!

__ADS_1


Ciuman tiba-tiba yang selalu membuat jantung Alika jadi berdebar.


"Tidak usah kita bahas yang tadi ya?" tanya Ryan, dan Alika pun langsung mengangguk.


Meski tanpa dijelaskan tapi Alika tahu ke mana arah pembicaraan ini, pasti tentang kedatangan Diandra. Dan beruntunglah Ryan bicara seperti itu, karena dia pun tidak ingin membahas tentang wanita tersebut.


Masih asik saling memeluk dan memandang seperti itu, tiba-tiba terdengar suara getaran ponsel di atas meja. Oma putri menelpon Alika.


Tanpa pikir panjang Alika pun langsung menjawabnya.


"Assalamualaikum, halo Oma," jawab Alika.


"Waalaikumsalam sayang, kamu tidak menangis kan?" tanya Oma Putri langsung, pertanyaan yang membuat Alika malah jadi tertawa pelan.


"Tidak Oma," jawab gadis itu, seraya melirik sang calon suami yang berada di sampingnya.


"Apa Ryan ada disana? katakan bahwa Oma meminta dia untuk pulang, biar Oma yang marahi dia," jelas Oma Putri.


Dan kali ini, ketika mendengar ucapan itu lagi-lagi Alika merasa terharu. Oma Putri memperlakukannya seperti dia adalah anaknya.


Meski calon suaminya tidak bersalah, tapi entah kenapa senang saja ketika oma Putri hendak memarahi Ryan.


"Baik Oma," jawab Alika patuh.

__ADS_1


__ADS_2