Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Seorang Simpanan Tidak Bisa Mengalahkan Istri Sah


__ADS_3

"Sayang aku pulang." terdengar suara bariton milik Jackson membuat mata wanita yang sibuk berada di sofa melihat lelaki itu datang.


Kedatangan Jackson membuat Alice bingung, ia sempat melirik kearah jam dinding dan melihat Jackson sudah tiba di rumah.


"Baru jam segini kenapa Jackson sudah balik ke rumah." batin Alice melihat bagaimana Jackson duduk disampingnya, lalu pria itu sibuk memandanginya.


"Sayang, aku udah bilang sama kamu jangan kerja dulu kamu ini kenapa nakal sekali." ucap Jackson yang merebut laptop yang kini berada di pangkuan Alice, Alice yang melihat itu cuman bisa pasrah saat melihat bagaimana Jackson melarang dirinya bekerja.


Jackson mengambil makanan yang sempat dia beli di jalan dengan mulut terus mengoceh membuat gendang telinganya panas, "Jackson kamu bisa tidak jangan berisik. Mulut kamu itu sangat mengganggu."


"Hehe, maaf sayang aku lupa." Aurora melihat bagaimana pria ini sangat telaten menuangkan sup kesukaan Alice, dia tahu kalau pemilik tubuh ini menyukai sup ikan.


Sedangkan dia sangat anti dengan ikan, "Ini makan kamu paling suka sup ikan aku sudah beli untuk kamu." Aurora melihat bentuk rupa sup ikan itu, dia tidak tahu kenapa saat melihat bentuknya saja di dalam tubuhnya terasa mual.


"Kenapa diam aja." Alice mengambil mangkuk berisi sup ikan tersebut, dia tidak tahu sup ini harus dia apakan.


Dia ingin rasanya bicara jujur kalau dia bukan Alice melainkan Aurora, tapi nanti rencana untuk balas dendam gagal hanya gara-gara makanan.


Mau tidak mau Aurora memakan sup ikan itu, saat masuk ke dalam tenggorokan Aurora mau memuntahkan sup ikan ini. Dia sempat melirik Jackson saat melihat kearahnya, tidak mungkinkan kalau makanan ini dia muntahan di depan mata Jackson.


Akhirnya sup itu di telan secara paksa membuat Jackson tersenyum, "Kamu habiskan sup ikannya ya aku mau ke kamar dulu."


Aurora dengan cepat melangkah ke wastafel untuk memuntahkan sup ikan yang sempat dia telan, tangannya dia gunakan untuk menyalakan air keran buat menyiram dan membasuh mulutnya.


"Makanan apaan sih barusan rasanya gak enak, udah kaya makan ikan amis direbus sama air mendidih. Kenapa si Alice suka makanan kaya gitu, aneh banget kesukaan Alice bikin mual aja." ucap Aurora saat makanan berhasil dia muntahkan.


Aurora kembali ke tempat awal dengan membuang sup ikan itu, hanya mangkok yang sudah kosong yang berada di atas meja dengan satu gelas minuman yang sudah dia minum.


"Sudah selesai makannya?" tanya seorang lelaki yang baru saja datang dari lantai atas, lelaki itu menghampiri Alice yang sibuk memainkan handphone.

__ADS_1


Jackson melihat mangkuk yang berisi sup ikan itu sudah kosong, dia senang kalau Alice menghabiskan makanan yang baru saja ia beli.


"Sayang nanti malam mama ngajak kita makan malam kamu ikutkan?" Alice melihat bagaimana Jackson berharap kalau Alice ikut dengannya.


Saat Aurora ingin menjawab ucapan Jackson tiba-tiba saja pemilik tubuh ini bicara, "Kamu harus hati-hati dengan ibunya Jackson, mereka sama seperti Amara yang memanipulasi keadaan. Kamu harus berhati-hati dengan mereka apalagi makan malam kali ini pasti Amara ikut serta dalam keluarga mereka."


"Kenapa wanita itu selalu ada dimana-mana bukannya dia hanya di keluarga kamu saja." jawab Aurora dalam hati membuat pemilik tubuh itu menggeleng.


"Dia selalu melakukan segala cara untuk menghancurkan aku, dulu aku tidak bisa melawan keluarga suamiku saat ada Amara. Dia selalu menang, aku tidak tahu sebenarnya dia melakukan taktik apa sampai dua keluargaku sampai menyukainya."


"Baiklah kalau gitu aku akan membantumu melawan wanita ular itu." batin Aurora membuat pemilik tubuh itu menghilang, Aurora kembali melihat Jackson yang masih menatapnya.


"Baiklah." Jackson tersenyum saat mendapatkan jawaban dari Alice, dia senang istrinya mau makan bersama dengan keluarganya.


***


"Malam pah, mah." ucap Jackson kepada kedua orang tuanya, lalu Alice ikut gabung dalam satu meja.


"Kamu gak apa-apakan Alice tante ajak Amara gabung bersama kita malam ini." kata wanita itu yang sengaja memancingnya.


Alice tersenyum, "Gak apa-apa mah lagian Amara sudah menjadi bagian dari keluarga kita."


"Muak sekali aku bicara seperti tadi." batin Aurora.


"Nak kamu ini kenapa kurusan sekali seharusnya kamu makan yang banyak supaya ada vitaminnya." kata ibu mertua Alice dengan melirik kearah Alice yang sibuk makan, sedangkan Amara tersenyum senang melihat bagaimana ibu Jackson berpihak kepadanya.


Amara tersenyum saat mereka berdua sengaja memancingnya, tapi Aurora sama sekali tidak terpancing dengan tingkah laku mereka. Dia malah menikmati makanan yang tersedia di depan matanya, begitupun dengan Jackson yang memberikan makanan di piring Alice.


"Makasih sayang." ucap Alice membuat Jackson terkejut dengan ucapan Alice, melihat ucapan Alice membuat papa mertuanya terkekeh melihat menantu kesayangannya.

__ADS_1


"Gimana enak masakan di sini nak." tanya seorang lelaki yang duduk di dekat kaca.


"Ya pah enak banget. Gak kaya disebelah bukan keluarga malah datang seenaknya ke acara orang lain." ucap Alice sambil menyindir dan melirik Amara yang sibuk makan.


"Makan yang banyak nak supaya kamu punya tenaga melawan musuh kamu." ayah mertuanya itu meletakan daging sapi ke piring Alice membuat dua wanita itu kesal dengan perhatian yang diberikan ayah mertuanya.


"Papa tenang aja aku bakal menang melawan musuh, melawan musuh aja aku berhasil apa lagi melawan pelangton rumah tangga. Benar gak pah." lontar Alice membuat papa mertuanya terkekeh, tidak dengan Amara yang kesal dengan sikap Alice yang selalu menyudutkannya.


Melihat kemarahan Amara membuatnya tersenyum puas, wanita itu sekarang sudah pergi meninggalkan meja. Setelah kepergian Amara Alice pamit untuk ke kamar kecil, di sana dia melihat Amara masih memandangi wajahnya di depan cermin.


Amara menatap Alice yang sibuk mencuci tangan, "Kamu sengaja mempermalukan aku di depan keluarga Jackson, sebenarnya kamu ini maunya apa sampai bicara seperti itu di depan orang tua Jackson."


Alice mengeringkan kedua tangannya, lalu tubuhnya tertarik dengan Amara yang masih menunggunya. Amara sangat marah saat menatap Alice yang hanya diam tanpa merasa bersalah sedikitpun, dia malah ingin menyakiti wanita ini di sini.


"Aku tahu sebenarnya kamu iri sama aku 'kan. Karena ibunya Jackson berpihak kepadaku dari pada kamu, dan dia lebih sayang denganku dari pada kamu. Aku yakin suatu saat kamu akan dibuang oleh keluarga Jackson dan keluarga kamu sendiri." Alice masih memperhatikan Amara yang selalu bicara dengan angkuh, dia yakin sudah saatnya wanita ini berada di posisi Alice.


"Oh ya. Kalau gitu kenapa gak dari dulu aja keluarga suamiku dan keluargaku membuang ku bukannya aku sangat merepotkan bagi mereka. Kenapa kamu malah takut kalau aku masih di antara keluargaku sendiri, apa jangan-jangan kamu merasa tersaingi dengan apa yang aku miliki." Alice sengaja mengatakan hal itu kepada Amara karena dia ingin lihat seberapa hebatnya wanita ular ini.


Seketika Amara terdiam, dia tidak bisa melawan wanita sialan ini. Dia tidak tahu kenapa wanita di depannya ini berani melawannya, dulu dia sangat mudah menghancurkan wanita ini tapi entah kenapa Alice selalu melakukan segala cara untuk melawannya.


"Kenapa kamu diam saja Amara. Kamu takut kalau rencana kamu akan diketahui oleh semua orang termasuk keluarga Jackson." kata Alice kembali membuat wajah Amara seketika menjadi panik.


Alice tersenyum melihat bagaimana ekspresi yang diberikan Amara, wanita ini cuman bisa mengancam tapi dia masih punya sisi kelemahan yang bisa dihancurkan oleh Aurora.


Aurora si wanita pemberani ini melangkah maju kearah Amara, saat dia melihat Amara melangkah mundur untuk menjauhinya. Sampai dia melihat kalau tubuh Amara tidak bisa mundur lagi, barulah ia bisa melawan wanita ular ini.


"Ingat Amara kamu ini hanya wanita simpanan suamiku, kamu itu tidak sebanding denganku yang notabenenya istri sah dari kekasih kamu. Jadi jangan pernah macam-macam denganku, aku bisa saja melakukan sesuatu untuk menghancurkan kamu sebelum kamu menghancurkan aku." kata Alice dengan memberikan sebuah ancaman untuk Amara.


selesai bicara dengan Amara Alice memutuskan keluar dari toilet, dengan langkah santai membuat keluarga Jackson tidak curiga kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2