Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Kotak Misterius


__ADS_3

Amara mematikan kompor melihat siapa yang bertamu di pagi hari sekali, saat pintu rumah terbuka dia tidak melihat sama sekali orang.


Saat Amara kembali ingin masuk ke dalam tiba tiba saja ada sebuah kotak di bawah, tepat di bagian bawah pintu hampir jauh terkena geseran pintu.


Amara mengambil kotak berwarna coklat berisi dengan pita berwarna putih, sebelum membuka kotak tersebut Amara sempat mencari sesuatu. Siapa tahu ada orang yang meninggalkan kotak ini, atau mungkin orang tersebut memberikan kotak ini dan orang itu pergi gitu saja.


Amara di buat bingung saat mengetahui isi dari kotak ini, setelah mengetahui isi dari kotak tersebut alangkah terkejutnya melihat apa yang ada di dalamnya. Kotak itu berisi beberapa foto yang entah kenapa foto itu seperti orang sedang bercinta.


Ada enam foto yang tersimpan di kotak ini, semuanya foto adegan panas tetapi ia tidak terlalu jelas siapa dua orang ini. Amara berpikir kalau orang yang mengirim ini hanyalah orang iseng, setelah itu ia menemukan sebuah flashdisk di dalamnya. Saking penasaran Amara membawa kotak itu ke dalam dan melihat isi dari benda kecil yang sempat ia pegang.


Amara mengambil laptop di kamar, dan kembali ke ruang tamu. Dia mengambil flashdisk itu dan memasukannya ke lubang laptop, saat membuka file yang ada di dalam flashdisk.


Ada satu file berisi video yang durasinya sangat panjang, mungkin kurang dari dua jam. Amara mengklik vidio itu dan melihat isi cerita yang ada di dalamnya, ternyata adegan panas sepasang kekasih yang sangat menikmati permainan ranjang.


Tetapi setelah di amati terlalu jelas, Amara mendengar suara yang amat dia kenali. Amara memutuskan mendengar suara itu menggunakan earphone di telinga, dan fokus dengan apa yang mereka lakukan.


Seketika Amara melepaskan earphone dari telinganya, dan mematikan vidio ranjang tersebut.


"Apa aku tidak salah dengar... Kenapa suara lelaki di video itu sangat mirip dengan Jackson, dan wanita itu entah aku tidak mengenalinya."


Apa dugaanku benar kalau selama ini Jackson sedang menjalin hubungan dengan wanita lain. Apalagi Jackson bersama dengan Lyona. Atau jangan jangan..." Amara dengan cepat menggeleng, dia tidak mau berpikir negatif lagi tentang Jackson.


Dia harus percaya dengan suaminya, walau sebenarnya dia takut kalau kejadian yang menimpa dirinya akan terjadi.


"Nggak Amara kamu harus percaya dengan suami kamu, dia mana mungkin selingkuh dari kamu. Dia sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu, mana mungkin dia melakukan itu dengan wanita lain." batin Amara terus menyingkirkan pikiran negatif yang selalu berbicara.


"Bagaimana apa kamu sudah memberikannya?" tanya Alice menatap Lyona yang sibuk memakan desert yang sempat mereka pesan.


"Kamu tenang aja aku sudah mengirim bukti itu, tapi aku ingin dia merasakan yang namanya di hantui barulah hadiah istimewa akan diberikan." balas Lyona, mendengar perkataan Lyona membuat Aurora tersenyum puas.


Mungkin ini sebuah kemajuan untuk menghancurkan Amara terlebih dahulu, barulah Jackson yang akan menderita setelah melihat Amara menderita yang paling parah.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu mencintai suamimu?" pertanyaan konyol itu mampu membuat Alice tersedak, saat dia sedang menikmati minuman dan Lyona memberikan pertanyaan yang tidak masuk akal.


"Maksudmu?" Alice menatap Lyona setelah memberikan pertanyaan itu wanita ini malah tersenyum.


"Lice. Kalau kamu tidak mencintai suami kamu mana mungkin kamu melakukan rencana ini dengan waktu yang lama, mungkin dia akan melakukannya secara cepat tanpa menunggu lagi.


Apa sekarang kamu sudah mencintai suamimu sendiri, atau memang kamu tidak tega melihat suamimu hancur."


Alice tertawa mendengar ucapan Lyona, "Seharusnya kamu jaga ucapan kamu itu Lyona, aku mana mungkin jatuh cinta dengan suamiku sendiri. Mungkin dulu aku sangat terobsesi dengan Jackson, karena aku ingin Jackson menerima perasaanku. Tapi kali ini aku tidak melakukan itu lagi, aku ingin dia tahu aku pernah merasakan yang seperti ini."


***


Lyona mengangguk paham atas kelakuan Jackson selama ini, mungkin kalau dirinya berada di posisi Alice ia akan melakukan hal yang sama. Tapi apa wanita ini benar ingin membalas perbuatan Jackson atau Alice tidak tega melihat Jackson hancur.


Seperti biasa Lyona selalu melakukan perannya, sebelum itu ia menyapa Amara di pesan dengan nomor yang baru saja dia beli. Nomor ini sangat berguna untuk dirinya, dan benar pesan itu terkirim dengan cepat secepat kilat.


Mendapat pesan tak di kenal membuat Amara mengerutkan kening, mungkin dia pikir orang ini adalah orang gila menyapa tanpa kenal namanya. Amara membiarkan saja, lagian dia tidak perlu pusing dengan pesan ini.


Pria itu adalah Jackson, yang tiba tiba saja pria ini datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"Ada apa? Apa aku tidak boleh melihat siapa yang mengirimkan pesan di handphonemu itu?" Lyona menyembunyikan handphone itu, dan fokus dengan Jackson.


"Bukan gitu sayang ini aku sibuk mengirim pesan dengan sahabatku. Apa kamu ingin ikut nimbrung juga dengan para wanita?" kata Lyona dengan lembut dan ia juga menjulurkan kedua tangannya tepat di leher Jackson.


"Tidak. Aku rasa aku tidak perlu ikut campur masalah wanita, karena semua wanita sangat merepotkan." balas Jackson membuat Lyona melepaskan tangannya.


"Apa aku juga sangat merepotkan bagimu?" mendengar pertanyaan itu membuat Jackson kelagapan, bagaimana bisa ia salah bicara di saat bersama dengan Lyona.


"Bukan gitu sayang. Maksud aku bukan kamu melainkan Amara istriku."


Lyona menatap Jackson dengan mengucap, "Maksudmu?"

__ADS_1


Jackson menceritakan keluh kesahnya setelah menikah dengan Amara, dia semakin dibuat pusing dengan tingkah laku Amara. Mulai dari wanita itu mencurigainya sampai ke arah posesif. Mungkin semua orang pasti memakluminya tapi lama kelamaan dia tertekan dengan sikap Amara.


"Jadi kamu bosan dengan Amara seperti kamu bosan dengan Alice istri pertama kamu?" mendengar itu Jackson menatap Lyona, dia baru tersadar apakah selama ini ia terlalu berlebihan bersikap tidak manusiawi kepada Alice.


"Kenapa kamu diam saja Jackson, kalau kamu bosan dengan Alice kenapa kamu tidak menceraikannya saja dan hidup bersama dengan Amara. Buat apa kamu mempertahankan rumah tangga kamu dengan Alice, kalau sikap kamu seperti ini." kata Lyona menatap Jackson yang tidak bicara apapun.


Pria itu sama sekali tidak mau bicara, mungkin pria ini mulai sadar akan kelakuannya tapi semuanya sudah terlambat Alice sudah sakit hati dengan kelakuan mereka berdua. Termasuk dengannya, mungkin kalau dia di posisi Alice akan melakukan hal yang sama.


"Sudahlah aku malas bahas ini, lebih baik kamu istirahat aja aku tidak ingin di ganggu." ucap Jackson seketika mengusir Lyona dari hadapannya, walau mengusirnya dengan cara perkataan Jackson.


"Baiklah." Lyona bangun dari tempat duduk, ia pergi meninggalkan Jackson di hotel.


"Aku rasa kamu sudah mencintai Alice Jackson, tapi kamu tidak ingin melakukan hal itu atau kamu tidak mau tahu tentang perasaan kamu sendiri." batin Lyona saat dia sempat melihat Jackson yang masih termenung.


Ia kembali melangkah ke luar hotel, entahlah hari ini ia akan bertemu dengan Draco kekasihnya yang berada di hotel yang tidak jauh dari hotelnya.


Lyona tersenyum saat bertemu dengan Draco, dia langsung memeluk tubuh kekar Draco dengan erat membuat Draco bingung melihat sikap Lyona.


"Ada apa sayang? Apa pria itu sudah menyakiti kamu?" tanya Draco yang sibuk mengelus rambut Lyona dengan lembut.


Lyona melepaskan pelukannya dan menatap Draco, "Tidak, hanya merindukan kamu saja."


Draco mengajak Lyona ke hotel, tidak lupa ia memberikan mantel di tubuh Lyona. Karena cuaca di sini sangat dingin membuat keduanya sedikit kedinginan.


"Mau aku buatkan coklat hangat." Draco melihat ke arah Lyona saat dia menawarkan minuman hangat.


Lyona menatap, "Boleh, jangan lupa cemilannya juga."


Draco tersenyum lalu mengangguk, pria itu kembali membuat minuman coklat hangat. Sedangkan Lyona meletakan mantel yang diberikan Draco, tak butuh waktu lama akhirnya Draco selesai menyiapkan dua coklat hangat dan juga beberapa cemilan.


"Ini tuan putri coklat hangatnya." ucap Draco memberikan segelas coklat hangat.

__ADS_1


__ADS_2