Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Ini Bukan Cinta Melainkan Balas Dendam


__ADS_3

Tinggal dia memberitahuku Neo tentang rencananya, Neo yang mendapatkan kabar baik sangatlah senang. Dia sempat memberitahu kabar baik ini ke Alice, kekasihnya juga sangat bahagia dengan kabar yang diberikan Neo.


"Oh ya kamu cari wanita seperti Lyona ketemu dimana. Apa kamu sudah sempat mengenalnya?" pertanyaan itu membuat Neo tersenyum lalu lelaki tampan itu fokus menatap Alice.


Intinya Neo mengenal Lyona saat wanita itu pernah menjadi anak buahnya, karena dalam keadaan sulit membuat mereka semua kehilangan arah. Dulu sebelum membangun perusahaan dia sempat menjadi mafia, seorang mafia yang memiliki banyak anak buah.


Dan dia juga ditakuti oleh banyak orang, tapi saat ia bertemu dengan Alice kehidupannya berubah total. Mulai saat itu ia mulai meninggalkan dunia gelap, dan mulai melakukan bisnis secara legal.


Sekarang dirinyalah yang berperan dari kehidupan Alice, dia tidak ingin kalau wanita pujaan hatinya merasakan sakit seperti dulu.


Aurora sangat kagum dengan Neo, ini pertama kalinya Aurora merasakan kekaguman terhadap lelaki. Mungkin saat di dunianya, dia tidak pernah merasakan berada di posisi ini. Tapi kali ini dia bisa melihat sangat jelas kalau di sisi Alice banyak sekali yang peduli dengan pemilik tubuh ini.


"Kamu kenapa menatapku seperti itu?" tanya Neo yang melihat Alice terus memandanginya, dia merasa kalau Alice sikapnya mulai aneh dibandingkan biasanya.


Alice menggeleng sambil tersenyum, sedangkan Lyona yang sudah mulai bekerja merasa ruangan ini sangat nyaman dan sesuai dengan permintaannya. Lyona datang lebih dulu sebelum Jackson, dia merapikan kembali penampilannya dan juga riasan wajahnya.


Rok span berwarna coklat dengan pakaian yang senada dengan bajunya, ditambah lagi bodynya sangat cocok dengan pakaian yang kini dia gunakan. Apalagi riasan kali ini sangat mencolok, seperti riasan untuk menggoda pria. Tak hanya itu saja Lyona menambahkan sedikit parfum untuk menggoda pria.


Parfum yang sempat ia beli di luar negeri, parfum yang memang sempat dia pesan. Lyona tersenyum melihat kedatangan Jackson, ia akhirnya bisa mengambil peran untuk menggoda pria itu.


Lyona masuk saat pintu sudah dia ketuk, wanita itu memberikan semua jadwal yang akan dilakukan Jackson hari ini. Tapi Jackson sama sekali tidak mendengar ucapan Lyona, dia malah fokus dengan penampilan Lyona dan juga wangi tubuh wanita ini.


"Apa aku merasa kalau wanita ini sangatlah berbeda dari biasanya, apa mungkin aku salah menilai wanita ini. Tapi entah kenapa aku merasa tertarik dengan Lyona." batin Jackson terus memandangi Lyona dan juga menikmati wangi tubuh Lyona.


Lyona sengaja dekat dengan Jackson supaya wangi parfum yang baru saja dia beli bisa ke cium oleh Jackson, dan benar saja kalau Jackson mulai masuk ke dalam perangkapnya.


"Pak! Apa bapak barusan mendengar ucapan saya?" pertanyaan itu membuat Jackson sadar, selama ini dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Apalagi Lyona sudah membuatnya mabuk, "Maafkan saya mungkin saya tidak enak badan makanya saya tidak bisa fokus."


"Perlu saya buatkan teh hangat untuk bapak?" Lyona sengaja menawarkan diri, karena baginya ini kesempatan bagus untuk menarik Jackson.

__ADS_1


"Tidak usah Lyona saya hanya sedikit pusing saja." timpal Jackson yang menyentuh keningnya, Lyona yang melihat reaksi Jackson tersenyum puas.


Karena parfumnya bekerja dengan sempurna, "Baiklah. Kalau begitu saya bantu meringankan sakit kepala bapak, sebelum jam kerja dimulai pak."


Lyona melangkah maju, dia meletakan jadwal Jackson di meja. Ia berdiri di belakang kursi dengan memberikan sebuah sentuhan tepat di kening Jackson, sentuhan lembut tangan Lyona mampu membuat Jackson nyaman. Apalagi tangan wanita ini sangat lembut bagaikan sutra, ini adalah kenikmatan yang pernah dia rasakan.


"Gimana pak dengan pijatan saya apa bapak suka?"


"Saya sangat suka Lyona. Kamu ternyata sangat pandai dalam apapun ya." ucap Jackson, ia terus memejamkan mata saking nikmatnya sentuhan Lyona.


"Bapak bisa aja. Saya hanya membantu saja pak." Lyona terus menyentuh kening Jackson, sampai rasa pusing itu menghilang.


***


Jackson yang merasa sentuhan Lyona berhenti mulai membuka mata, dia melihat Lyona sudah berada di sampingnya.


"Maaf pak. Sepertinya bapak harus mulai bekerja, saya takut nanti bapak lalai dalam pekerjaan." ujar Lyona membuat Jackson tersenyum malu.


"Oh ya maaf, saya lupa dengan tugas saya mungkin karena keasikan menikmati sentuhan kamu."


"Nggak apa-apa pak." Lyona keluar dari ruangan Jackson diikuti dengan pemilik perusahaan, lelaki itu sempat tidak fokus dengan keberadaan Lyona.


Tapi sekarang ia sudah terbiasa dengan keberadaan Lyona, mulai dari wanita itu memperhatikan secara detail isi dari meeting hari ini sampai dia menulis hal-hal penting mengenai perusahaan. Tiba-tiba saja ia tersenyum melihat bagaimana Lyona bekerja, mulai dari wanita itu sangat detail apalagi kerapihan yang dimiliki wanita ini.


Sangatlah sempurna di matanya, selesai meeting Lyona merapikan kembali berkas di depannya. Dia sempat memperhatikan Jackson saat pria itu malah sibuk menatapnya.


"Pak! Pak Jackson." ucap Lyona yang sengaja meninggikan suaranya, membuat Jackson tersadar akan lamunannya sendiri.


"Maaf." Jackson berdiri begitupun dengan Lyona, wanita itu mengikuti langkah kaki Jackson sampai di depan ruangan.


Sebelum masuk Lyona sempat menawarkan diri untuk membeli sarapan untuk bosnya, tetapi Jackson menolak dengan alasan kalau dirinya akan kedatangan tamu yaitu istrinya. Lyona membiarkan Jackson, dia malah ingin tahu siapa wanita itu sebenarnya.

__ADS_1


Mungkin dia mengetahui selingkuhan Jackson di foto saja tidak melihatnya secara langsung, tapi suatu saat wanita itu akan merasakan kehancuran di tangannya sendiri. Karena Neo sudah menceritakan yang sebenarnya, mungkin awalnya dia ingin membunuh pria seperti Jackson.


Tapi niatnya gugur saat mengetahui rencana yang akan dilakukannya, ia akan melakukan segala cara untuk menjalankan misi ini. Jackson masuk ke dalam di sana sudah ada Amara, wanita itu masih tetapi saja berpenampilan seksi dan cantik. Apalagi wanita itu datang membawa makan siang untuk dirinya.


"Maaf ya sudah membuat kamu menunggu lama." ucap Jackson yang melangkah tepat dimana Amara berada.


"Nggak apa-apa sayang. Lagian aku tidak terlalu lama datang ke kantor kamu."


"Hari ini kamu bawa makanan apa? Apa semua ini masakan kamu semua?" tanya Jackson melihat makanan yang dibawa Amara cukup banyak.


"Tidak. Semua ini aku beli di restoran langganan kita, kamu tahu kalau aku tidak bisa masak."


"Ya. Tapi aku suka kalau kamu masak sendiri, kalau kamu beli makanan terus nanti boros. Aku gak mau kamu menghambur-hamburkan uang hanya makanan yang seperti ini." tutur Jackson membuat mood Amara berubah, bagaimana bisa Jackson bicara seperti itu di saat mood awalnya sudah bagus.


"Sudahlah kamu jangan bahas itu lagi, lebih baik makan jangan membuat mood ku hancur gara-gara ucapan kamu." kata Amara, dia mengambil beberapa makanan dan salah satu makanan itu diberikan oleh Jackson.


Lyona yang baru saja datang selesai istirahat, dia sempat melihat ada seorang wanita keluar dari ruangan Jackson. Mungkin wanita itulah yang dibicarakan Neo, tapi sayangnya ia hanya melihat punggungnya saja tidak melihat secara langsung.


Lyona masuk keruangan Jackson, dia melihat kalau pria itu seperti memiliki banyak masalah.


"Permisi pak. Maaf kalau saya lancang masuk keruangan bapak, apa bapak baik-baik aja?" pertanyaan itu sontak membuat Jackson menatap Lyona, wanita itu berdiri dengan memperhatikan dirinya.


"Kenapa kamu berdiri di situ Lyona sini duduk di samping saya." ucap Jackson yang menunjukan telapak tangannya untuk wanita itu duduk di dekatnya.


"Maaf pak. Menurut saya, saya tidak berhak duduk di samping bapak. Seakan saya tidak sopan atas perilaku saya ke bapak."


"Lagian bukan kamu yang minta tapi saya yang meminta kamu duduk di samping saya." itulah jawaban yang keluar dari mulut Jackson, bagaimana bisa mulut itu sangat ringan bicara seperti barusan.


Lyona mengikuti apa yang dikatakan Jackson, ia sempat terkejut melihat sikap Jackson. Pria ini malah bersandar di pundaknya dengan memejamkan mata.


"Menurut kamu apa aku salah menginginkan masakan buatan istri?" kata Jackson mulai membuka mata.

__ADS_1


"Tidak salah pak. Mungkin istri bapak belum terbiasa masak, atau dia belum mau belajar masak. Tapi bapak beruntung memiliki istri, walaupun istri bapak tidak pandai memasak dia sangat perhatian sama bapak. Coba diluar sana banyak wanita atau pria selingkuh di belakang pasangannya, bapak termaksud beruntung tidak mengalami itu." kata Lyona yang sengaja bicara seperti itu.


__ADS_2