
Rencana yang akan Aurora berikan akan dilakukan, setelah makan di restoran Alice dengan Neo memutuskan menjaga jarak. Dia akan mengikuti apa yang dilakukan Jackson, sampai pria itu yakin kalau dirinya sudah memaafkan Jackson dan merasa kalau dirinya takut kehilangan Jackson.
Jackson apa kamu bisa menjemput ku. Mendapat pesan itu membuat Jackson tersenyum, ini pertama kalinya Alice memberikan chat lebih dulu.
Tanpa menunggu lama ia membalas pesan dari Alice, Bisa. Pulang kantor aku akan jemput kamu.
Aurora juga Neo tersenyum melihat balasan pesan dari Jackson, dia beruntung Jackson sudah mulai masuk ke dalam perangkap yang kini mereka jalani. Dan sebentar lagi pria itu akan mereka hancurkan, setelah rencana ini berjalan lancar.
"Suami tercinta sudah menunggumu." ucap Neo tepat di telinga Alice, saat jam pulang Neo sempat melihat Jackson sedang menunggu kedatangan Alice.
Sedangkan wanita yang di tunggu Jackson sedang menuju kearah Jackson, "Selamat sore pak Jackson. Gimana kabar anda? Baru kali ini saya melihat anda lagi setelah acara pelelangan."
Jackson menatap Neo saat melihat pemilik perusahaan menyapa, "Kabar saya baik." barulah Jackson melirik ke arah Alice lalu memberikan sebuah senyuman manis.
"Kamu tumben minta aku jemput biasanya pulang dengan teman kecilmu itu." kata Jackson sengaja membicarakan Neo di depan orangnya langsung.
Alice menggandeng tangan Jackson dengan manja membuat Neo rasanya ingin tertawa, "Apa aku tidak berhak meminta suamiku untuk menjemput istrinya, bukannya aku ini masih istrimu atau jangan jangan kamu sudah tidak menganggap aku istrimu lagi?"
"Bukan gitu sayang aku hanya heran aja sama kamu tumben banget kamu bersikap seperti ini biasanya tidak seperti ini." balas Jackson membuat Alice kembali bermanja, keduanya melirik Neo yang masih memperhatikan mereka berdua.
"Ekhem. Kalau gitu saya tinggal dulu ya, rasanya saya tidak pantas berada di sini." Neo menatap Alice begitupun dengan Alice, "Kalau gitu saya pergi dulu."
Neo melangkah pergi meninggalkan mereka berdua, sedangkan Jackson langsung membawa Alice ke mobil dan mengantar istrinya pulang. Selama di perjalanan suasa seketika hening, karena Alice sangat sibuk membalas pesan yang diberikan Neo.
Jackson menatap Alice yang sibuk memperhatikan handphone, "Apa kehadiran aku tidak kamu anggap lagi Lice sampai kamu sibuk dengan gadget kamu."
Alice berhenti membalas pesan Neo dia lebih fokus dengan apa yang dikatakan Jackson, "Kamu cemburu?"
"Harus banget aku bilang itu sama kamu, kalau kamu tahu kenapa kamu harus tanya lagi. Seharusnya sebagai istri sudah tahu kalau aku tidak suka kamu fokus dengan duniamu sendiri dari pada rumah tangga kita."
Alice menyimpan hp di dalam tas lalu ia kembali mengatur taktik untuk membuat Jackson senang, "Maaf sayang aku terlalu asik dengan hp ku sampai lupa sama kamu."
Jackson kembali luluh dengan sikap lembut Alice, ia mengelus kepala Alice dengan lembut membuat Aurora muak dengan permainan ini.
__ADS_1
Dia yang membuat rencana ini dan dia juga yang tidak menyukai rencana ini, dan bodohnya ia malah terhasut dengan rencana konyolnya sendiri.
Alice melirik Jackson saat Jackson tidak membawanya ke rumah tempat tinggalnya, malah pria ini membawanya ke tempat dimana mereka tinggal dulu sebelum pernikahan mereka hancur.
"Kamu kenapa bawa aku ke sini?" tanya Alice membuat Jackson menatap Alice setelah sabuk pengaman yang melingkar terlepas.
"Karena aku ingin memulai lebih awal sama kamu, kamu mau kan memulai pernikahan kita dari awal lagi. Aku merasa hubungan pernikahan kita sudah tidak sehat, dan aku tidak mau kehilangan kamu lagi.
Mulai sekarang kita mulai pernikahan kita kembali, dan aku akan berubah menjadi suami yang baik untuk kamu. Kasih aku waktu selama satu tahun untuk berubah, setelah satu tahun kamu bisa memutuskannya kembali."
***
Aurora masih belum bisa menjawab, ia bingung dengan dirinya sendiri. Apakah dia harus menerima Jackson kembali dan memulai dari nol pernikahan ini, tapi nyatanya ini bukan pernikahannya melainkan hubungan pernikahan yang dimiliki pemilik tubuh.
"Aku harus gimana Lice. Apa kamu tidak bisa muncul di saat suasana yang mendesak ini." batin Aurora masih melihat Jackson, sedangkan hatinya terus berbicara dan meminta Alice muncul.
Tapi pemilik tubuh tidak muncul, membuat Aurora gelisah dan dia tidak tahu harus mengambil keputusan seperti apa kalau sudah kaya gini.
Jackson mengangguk dan tersenyum setelah tahu kalau Alice menerimanya lagi, "Terima kasih sayang aku janji akan berubah demi pernikahan kita." kata Jackson yang mencium punggung tangan Alice.
Barulah keduanya keluar dari mobil, Jackson mengambil tangan Alice untuk di gandeng sedangkan Aurora merasa kaku dengan sikap Jackson yang tiba tiba membuatnya panas dingin.
Jackson membawa Alice masuk ke dalam rumah, rumah yang sudah lama tidak mereka tinggalkan lagi. Mungkin sangat lama sampai Jackson lupa bagaimana dia membawa Alice kemari, dan menjadi Alice istrinya sampai dunianya berubah setelah dia bertemu dengan Amara.
Mulai saat itu dia mulai tidak peduli dengan Alice dan fokus dengan Amara wanita selingkuhannya, sekarang ia harus memulainya dari awal untuk mempertahankan rumah tangganya bersama dengan Alice.
"Kamu duduk dulu di sini ya aku akan buatkan kamu minuman untuk kamu." Alice mengangguk dan Jackson bergegas ke dapur untuk membuatkan minuman segar.
Tak butuh waktu lama akhirnya minuman segar buatan Jackson selesai dibuat, pria itu melangkah membawa dua minuman dan memberikan satu minuman untuk Alice.
"Silakan kamu minum Lice." Aurora mengambil minuman itu, saat Aurora ingin menyentuh bibir ke gelas tiba tiba saja suara Alice menghentikannya.
"Jangan di minum Aurora, dia sudah memasukan sesuatu ke dalam minumannya."
__ADS_1
"Apa kamu yakin dengan ucapanmu itu?"
Alice mengangguk, Aurora memutuskan untuk pura pura minum dan tersenyum setelah minum air buatan Jackson.
"Ternyata pria ini sangat licik, untung aku bisa menahannya dan kamu segera memberitahuku kalau tidak aku tidak tahu nasibku kaya gimana." batin Aurora menatap Jackson yang sibuk meneguk minuman.
"Gimana kamu suka dengan minuman yang aku buat?" Alice mengangguk dan tersenyum setelah melihat sikap Jackson yang tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Aku rasa Jackson tidak bisa aku kalahkan. Dia sangat pintar untuk bermain, aku harus berjaga jaga supaya aku tidak masuk ke dalam perangkapnya." batin Aurora setelah ia berada di dalam kamar, tepatnya di kamar biasa yang ia tinggalkan.
Setelah makan malam Alice kembali ke kamar saat Jackson memintanya untuk satu kamar dengan pria itu, sejujurnya dia sangat takut dengan sikap Jackson yang begitu manis. Setelah tahu maksud tujuan Jackson, akhirnya ia tidak bisa lengah gitu aja.
Seperti biasa Jackson mengantar Alice ke kantor, mereka berdua seperti melakukan hubungan suami istri pada umumnya walaupun hubungan mereka sempat renggang. Dan sekarang kembali lagi, melihat kepergian Jackson barulah ia masuk ke dalam kantor.
"Selamat pagi Aurora." sapa seseorang yang menempelkan minuman dingin ke pipi kanan Aurora.
Aurora terkejut dengan sikap Neo, pria itu tertawa melihat reaksi lucu dari Aurora. Ia duduk dengan membawa minuman dingin.
"Gimana dengan hubungan kamu dengan Jackson apa ada kemajuan?" tanya Neo tiba tiba saat mereka baru saja tiba di kantor.
Aurora menghela nafas setelah duduk di sofa, "Kemajuan apanya dia hampir saja menjebak ku kalau Alice tidak memberitahuku."
"Maksudmu?" kata Neo penasaran dengan apa yang dikatakan Aurora.
"Ya kemarin dia hampir ingin menjebak ku, untung pemilik tubuh datang memberitahu rencana Jackson kalau tidak aku tidak tahu nasibku seperti apa."
"Tapi bagaimana bisa Jackson melakukan itu ke kamu, bukannya katamu dia akan memperbaiki hubungan kalian kenapa dia melakukan hal bodoh itu."
Aurora mengangkat kedua bahunya, "Entahlah aku tidak tahu isi kepala pria itu sampai nekat berbuat seperti itu."
"Yasudah kamu harus lebih berhati hati lagi dengan Jackson, sepertinya dia bukan pria yang kita anggap bodoh." Aurora mengangguk setuju dengan perkataan Neo, kali ini dia akui kalau Neo berkata benar.
Tapi dia tidak tahu nasib kedepannya seperti ini, semoga saja berjalan dengan lancar dan dia bisa kembali ke dunia asalnya.
__ADS_1