Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Bercinta Dengan Wanita Bayaran


__ADS_3

Sepulang kantor Jackson meminta Amara pulang dengan taksi, dia tidak mungkin bilang kalau ia ingin melakukannya lagi. Sekian lama membujuk Amara akhirnya wanita itu menyetujui perkataannya.


Sekarang dia sedang menuju kesebuah diskotik yang terdapat di kota, diskotik yang membuka 24 jam. Diskotik inilah yang paling sering dikunjungi dan juga tempat inilah yang menurutnya sangat oke.


Jackson memarkirkan mobilnya disebelah mobil berwarna merah, dia turun dari mobil menuju ke pintu utama diskotik. Penyambutan di sini sangat ia sukai, apalagi pelayanan yang dimiliki diskotik ini. Semua wanita yang disewakan berbagai macam wanita, tidak hanya itu-itu saja melainkan banyak.


Akhirnya dia masuk ke dalam untuk mencari asisten pribadinya, lelaki itu memintanya untuk masuk ke dalam kamar. Karena asisten pribadinya sudah meletakan dua wanita di kamar ini.


"Bagus kalau gitu kamu boleh pergi sekarang." ucap Jackson kepada lelaki yang masih ada disebelahnya, lelaki itu mengangguk dan pergi dari tempat terlarang.


Jackson masuk ke dalam kamar, kamar yang sudah disewa olehnya. Tak hanya kamar melainkan dua wanita yang disewa untuk memuaskan hasratnya. Dia tersenyum melihat dua wanita cantik dan seksi menyambut kedatangannya.


Satu wanita itu memiliki rambut pendek dengan kulit sawo matang, apalagi saat wanita itu tersenyum terdapat lesung pipi di kedua pipinya. Di sebelahnya wanita cantik memiliki kulit putih susu, dengan pakaian yang sangat ketat sesuai dengan bentuk tubuhnya. Dua-duanya memiliki tubuh yang sesuai dengan kriterianya, apalagi mereka sangat cocok untuk memuaskan hasratnya malam ini.


"Baby, kenapa kamu lama sekali datangnya. Aku sudah lama menunggu kamu di sini." ucap wanita berambut pendek.


"Maafkan aku cantik di jalan macet jadi lama datangnya." balas Jackson saat dia melihat bagaimana wanita ini sangat berpengalaman, buktinya saja wanita berambut pendek sudah meraba tubuhnya.


Sedangkan wanita satunya tidak mau kalah dengan aksi yang diberikan temannya, tanpa menunggu wanita putih susu itu mencium bibirnya dengan lembut membuat Jackson menyukai wanita agresif seperti mereka berdua.


Bermain dengan dua wanita sekaligus tidak pernah dipikirkan olehnya, yang dia tahu dia hanya bermain dengan Amara yang notabenenya sekretaris pribadinya. Sedangkan malam ini dia dibuat kenikmatan atas service yang dilakukan dua wanita ini.


Secara bergantian wanita ini terus menyerangnya tanpa ampun, Jackson belum berani untuk menyerang karena dia ingin melihat bagaimana agresif wanita bayarannya.


Jackson semakin puas dengan kedua wanita ini, Jackson yang sudah tidak sabar lagi memulai menyerang wanita ini secara bergantian membuat keduanya sama-sama saling menikmati sentuhan yang dilakukan Jackson.


"Ahhh... Tuan Jackson kau sangat nikmat." desah wanita kulit putih susu itu, lalu wanita berambut pendek mengeluarkan ******* yang sama seperti wanita satunya.


Jackson berapa kali menyerang dua wanita ini, sampai benar-benar puas dengan permainan yang dia lakukan. Permainan itu masih Jackson lakukan untuk memuaskan hasratnya, sampai dirinya dan kedua wanita itu tergeletak lemas di ranjang.


Jackson membiarkan dua wanita ini untuk istirahat begitupun dengannya, paginya Jackson tersenyum melihat bagaimana liarnya dia. Bagaimana tidak liar ia menyerang dua wanita sekaligus tanpa henti, membuat tenaganya terkuras habis begitu juga dengan wanita bayarannya.

__ADS_1


Sebelum Jackson masuk ke dalam kamar mandi, dia sempat membangunkan wanita bayarannya dengan cara menyentuh area sensitif. Dan benar saja dugaannya kalau wanita itu menikmati sentuhannya, dan wanita satunya sama. Mereka sangat menikmati apa yang dia lakukan, sampai dua wanita itu terbangun.


"Baby, hari ini saya sangat puas dengan service yang kalian lakukan. Aku akan memberikan tips untuk kalian berdua." kata Jackson kepada dua wanita bayarannya.


"Wah yang benar tuan." kata wanita berkulit putih susu, Jackson mengangguk dan mengirimkan uang lewat rekening mereka berdua.


Kedua wanita itu saling menatap saat mendapatkan notifikasi melalui akun rekening, "Tuan! Tuan tidak salah memberikan tips sebanyak ini? Apa tuan ingin kita lakukan lagi supaya tuan puas."


***


Jackson turun dari ranjang lalu ia kembali menatap wanita bayaran, "Tidak perlu kalian sudah melakukan tugas kalian hari ini. Itu hadiah untuk kalian karena kalian berhasil memuaskan ku."


Dua wanita itu tersenyum membuat Jackson bergegas untuk pergi, awalnya dia ingin mandi tapi melihat pertempuran semalam membuatnya tidak mood, apalagi ia melihat dua wanita masih tertidur pulas.


Tiba di depan pintu, dia melihat seorang wanita sibuk berada di dapur dengan memakai pakaian seksi. Dia yakin kalau wanita itu adalah Alice, tapi dia mau kemana pagi-pagi begini.


"Aku pulang." ucap Alice melihat Jackson, lalu dia memilih fokus dengan kegiatannya.


"Bi tolong buatkan suami saya kopi ya." ucap Alice kepada bibi yang berada di samping.


Jackson yang menikmati kopi sempat mencium harum masakan yang dibuat Alice, ini pertama kalinya dia melihat Alice masak. Mungkin karena dia terlalu sibuk berselingkuh dibelakang Alice, dia tidak tahu kalau istrinya pintar masak.


"Kamu yang buat ini semua." ucap Jackson yang matanya melihat banyak makanan, lalu matanya tertuju melihat Alice sedang menarik kursi untuk dia duduk.


"Sejak kapan kamu pintar masak." kata Jackson kembali membuat Alice menatap pria brengsek di depannya.


"Sejak kamu selingkuh." batin Alice, bukan Aurora yang menjawab melainkan Alice si pemilik tubuh.


"Aku sudah lama bisa masak mungkin kamu saja yang tidak tahu." jawab Alice tanpa melihat kearah Jackson, dia sekarang fokus dengan sarapan yang ada di depan matanya.


Jackson mengambil satu persatu lauk yang dibuat Alice, dia tidak menyangka ternyata Alice sangat jago memasak. Ini masakan paling enak yang dia rasakan, mungkin dia jarang makan di rumah sampai ia berpikir kalau masakan Alice sangat menggugah selera.

__ADS_1


Alice sempat melihat Jackson yang sangat menikmati masakan yang dia buat, mungkin dia bertanya-tanya kenapa dirinya bisa masak. Mungkin pemilik tubuh ini yang mengajarinya masak, sedangkan Aurora sama sekali tidak pernah ke dapur. Membuat sarapan saja tidak bisa apalagi masak, makanya Aurora lebih suka makanan yang dibuat pembantu.


Tetapi pemilik tubuh inilah yang memberitahunya segala macam masakan, "Hari ini aku tidak akan pulang cepat, aku ingin menghadiri pernikahan teman kuliahku."


Jackson menatap Alice, "Baiklah, kalau gitu biar aku antar kamu ke sana. Aku belum pernah bertemu dengan temanmu selama kita menikah."


Alice sempat terdiam mendengar kalimat yang diucapkan Jackson, Alice sempat bilang kalau Jackson tidak pernah mau ikut acara apapun. Untuk pergi ke acara penting saja dia lebih pergi sendiri tanpa membawanya, tapi kali ini Jackson yang berinisiatif untuk mengantarnya.


Selama perjalanan Jackson dan juga Alice tidak saling bicara, mereka berdua sama-sama menikmati pikiran mereka masing-masing. Sampai suara Jackson mengganggu pikirannya.


"Acara dimana? Sampai kapan?" tanya Jackson membuat Alice terheran dengan pria di sampingnya ini.


"Nanti aku tunjukan arahnya kamu fokus menyetir saja." jawab Alice membuat lelaki itu mengangguk.


Tibalah mereka berdua di tempat acara pernikahan yang didirikan oleh sahabat Alice, keduanya keluar dari mobil menuju gedung tersebut. Tetapi saat sampai di depan pintu Jackson menahan tangan Alice, membuat pemilik tangan itu melihat bagaimana Jackson menyentuh tangannya.


"Kita masuk ke dalam bersama, aku tidak mau sampai temanmu tahu kalau kita bukan sepasang suami istri."


"Bukannya kamu tidak pernah ikut campur masalahku, kenapa sekarang kamu mau mencampuri semua urusanku." balas Alice yang melihat bagaimana Jackson menatap wajahnya.


"Karena aku tahu kalau di dalam ada Neo. Aku gak mau istriku ini sampai bersama dengan pria lain." Alice memutar matanya dengan malas, berdebat dengan Jackson cukup melelahkan akhirnya dia memutuskan untuk mendengarkan apa yang dikatakan Jackson.


Jackson tersenyum puas dengan sikap Alice, wanita ini masih tidak berani melawan apapun yang dia berikan. Apalagi dengan bangganya Jackson berada di sebelah Alice, dia ingin menunjukan kalau dirinya lelaki yang pantas untuk Alice bukan Neo.


"Hai! Beb." sapa Alice saat dia sudah berada di depan pengantin.


Wanita cantik itu tersenyum melihat sahabatnya datang ke acara penting, dia juga tidak menyangka kalau Alice akan datang bersama dengan suaminya.


"Selamat ya beb. Gua ikut senang lihat lu nikah." ucap Alice kembali saat keduanya sudah melepaskan pelukan.


"Makasih. Gua malah senang lu datang sama suami lu." sahabat Alice sempat melirik Jackson saat pria itu sibuk mengucapkan selamat kepada mempelai pria, "Beb, suami lu gak berbuat macam-macam 'kan sama lu." bisik wanita itu pelan tepat di telinga Alice.

__ADS_1


Alice tersenyum mendengar ucapan sahabatnya, "Lu tenang aja gua baik-baik aja."


"Syukur deh kalau lu gak papa, kalau lu sampai kenapa-napa bilang sama gua jangan sungkan." Alice mengangguk lalu tersenyum saat mendengar ucapan sahabatnya.


__ADS_2