Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Kelicikan Lyona


__ADS_3

Sudah hampir berapa bulan ini dia melakukan rencana yang diberikan Alice, tapi dia tidak mendapatkan apapun kecuali meminta dari Jackson sendiri. Sekarang dia akan melakukan rencana untuk dirinya sendiri, ia mau kehancuran Jackson dan juga Amara secepatnya terjadi.


Dia tidak bisa menunggu lama lagi, apalagi dia sudah sangat merindukan Draco. Sedangkan Aurora sangat menantikan kepulangannya saat menemukan pintu dimensi waktu.


Tapi alat ini sama sekali belum berfungsi membuat Aurora frustasi, dia terus mencari tombol alat ini tapi ia tidak menemukan apapun.


"Ayolah aku mohon. Aku tidak ingin terlalu lama di sini, aku ingin kembali ke dunia asalku." gumam Aurora masih mencari tombol hidup mesin dimensi waktu yang terbesar.


Akhirnya Aurora memutuskan untuk menyerah, "Sudahlah mungkin bukan saatnya aku pulang walau aku sangat merindukan dunia asalku. Tapi aku sudah menyetel mesin ini, suatu saat akan bekerja dengan baik."


Aurora meninggalkan mesin dimensi itu, ia segera menemui Neo yang sudah berada di kantor. Pria tampan yang sibuk dengan dokumen menghentikan pekerjaan, saat ia mendengar panggilan dari handphone pribadinya.


Di sana tertera nama anak buahnya, ia memang sempat meminta anak buah untuk mencari identitas Alice. Tepatnya wanita asing yang menempatkan raga Alice, setelah berhasil menemukan identitas Aurora ia mencarinya melalui laptop.


Semua dokumen mengenai Aurora berhasil dia dapatkan, membuat Neo sangat penasaran siapa wanita ini sebenarnya.


"Jadi namanya Aurora." gumam Neo yang menganggukkan kepala saat membaca data Aurora di layar komputer.


"Aurora, dia seorang CEO seperti diriku. Entah kenapa wanita ini tiba tiba datang dan masuk ke raga Alice, sedangkan Alice sudah lama tidak ada."


"Apa mungkin Aurora masuk ke raga Alice untuk membantu membalaskan dendam Alice. Tapi entah kenapa Aurora mau melakukan pekerjaan ini, apa dia tidak ingin kembali ke dunia asalnya." batin Neo terus memikirkan Aurora.


Wanita asing yang sudah lama bersamanya, dan sekarang wanita itu juga sudah menjadi kekasihnya. Mungkin awalnya dia sangat bingung dengan sikap Alice, tapi sekarang ia sudah menyadari kalau Alice yang dia temui bukan Alice yang asli melainkan Aurora.


Saking sibuknya Neo memandangi layar komputer tiba tiba saja suara pintu, Neo bergegas menutup layar komputer tersebut dan tersenyum saat melihat siapa yang datang ke ruangannya.


"Ada apa dengan pria ini? Kenapa saat aku masuk dia sangat ketakutan seperti itu." batin Aurora menatap Neo dengan tatapan curiga, bagaimana tiba curiga pria ini tiba tiba menutup komputer membuatnya penasaran.


"Kamu sudah datang. Gimana kondisi kamu sekarang?" tanya Neo yang melihat Alice duduk di sofa.


"Aku sudah membaik. Sekarang apa aku boleh bekerja seperti biasa?" Alice melirik Neo saat lelaki itu beranjak dari tempat duduk.

__ADS_1


"Tidak usah sayang kamu istirahat dulu aja, urusan kantor biar aku saja." kata Neo yang sudah duduk di samping Alice.


Neo tersenyum dengan tangan terus mengelus kepala Alice saat wanita ini bersandar di dadanya, "Aku rasa kamu wanita yang baik, aku tidak merasa takut kalau kamu bukanlah wanita jahat. Semoga kedatangan kamu ke sini bisa membantu Alice, dan kamu bisa menerima takdirmu ini Aurora."


Sedangkan Lyona sedang sibuk memanjakan diri, sudah tiga hari ini ia selalu sibuk dengan pekerjaan apalagi Jackson selalu minta dirinya untuk melayani nafsunya itu. Mau gimana lagi ia harus melakukan hal tersebut, supaya rencana ini berjalan sempurna.


***


Lyona tersenyum saat mendapatkan pesan dari Jackson, sedangkan pria itu sibuk mengirimkan pesan kepada Lyona di saat pria itu sedang berduaan dengan Amara.


Amara duduk santai di samping Jackson, dengan menonton film romantis kesukaannya. Sedangkan Jackson tidak tertarik dengan film yang di tonton Amara, sesekali Amara menyuapi Jackson dengan buah segar yang sudah di potong.


"Sayang hari ini kan hari libur kenapa kamu tidak ajak aku jalan jalan ke luar." ucap Amara menatap Jackson terus memandangi handphone.


"Sayang." Jackson menyimpan handphone tersebut, lalu menatap Amara dengan tatapan lembut.


"Kenapa sayang?"


"Harusnya aku yang tanya itu sama kamu, kamu ini bukannya perhatikan aku malah sibuk main handphone. Aku tanya sama kamu kenapa kita gak jalan jalan, aku sudah bosan di rumah terus sekali kali ajak aku ke luar." oceh Amara kesal melihat sikap Jackson.


"Hari libur begini kamu masih bekerja? Kenapa gak suruh sekretaris pribadi kamu aja yang mengerjakan pekerjaan kamu, kenapa harus kamu yang melakukan semuanya." protes Amara saat melihat Jackson terus memikirkan pekerjaan.


"Maaf sayang aku gak bisa. Aku gak mungkin menyuruh dia terus, apalagi sekarang dia sedang menikmati hari libur bersama keluarganya. Masa aku sebagai bos ganggu libur dia."


"Tapi-"


"Sudah ya aku berangkat dulu kamu hati hati di rumah." Jackson mengecup kening Amara dengan lembut barulah pria itu memutuskan pergi.


Satu minggu ini Lyona sedang menyiapkan diri untuk mempercantik diri, karena Jackson akan mengajaknya liburan selama dua minggu. Lelaki itu sudah memesan tiket liburan ke Eropa negara yang sangat Lyona dambakan.


"Kamu sudah memesan tiket liburanku dengan Lyona?"

__ADS_1


"Sudah pak. Bapak dengan Lyona besok berangkat pagi jam 4, jadi bapak bawa barang barang saja saya sudah memesan semuanya." kata Revan dari balik telepon.


"Kalau gitu aku minta sama kamu jangan beritahu Amara tentang ini, aku ingin berduaan dengan Lyona. Aku serahkan urusan kantor sama kamu sampai aku selesai liburan dengan Lyona, aku tidak mau liburanku berantakan hanya ada masalah." pinta Jackson yang memberikan perintah kepada Revan.


"Baik pak." panggilan telepon terputus, tinggal dirinya menyiapkan semuanya.


Sekarang dia sudah tidak sabar bertemu dengan Lyona, karena dua hari ini ia tidak bertemu dengan Lyona. Karena wanita itulah yang memintanya untuk berjaga jarak, katanya Lyona akan memberikan kejutan untuknya saat liburan nanti.


Jackson sudah tidak sabar apa kejutan yang diberikan Lyona nanti, apapun kejutan itu dia akan menantikannya.



Lyona sudah sangat cantik dengan penampilannya, sekarang dia sedang menunggu kedatangan Jackson, pria tampan yang akan datang ke bandara dan pergi bersama untuk liburan. Bibir itu menampakan senyuman saat menemukan Jackson, pria tampan itu memakai setelan kemeja berwarna putih dengan jas biru dongker.



Di tambah dengan kacamata hitam yang menempel di wajahnya, sangatlah tampan saat orang lain tidak menyadari kalau pria itu adalah bosnya. Mungkin orang lain melihatnya sepasang kekasih, ia tepatnya begitu tapi Lyona adalah wanita simpanan Jackson walau begitu dia sangat menyukai posisinya sekarang.


"Hari ini kamu cantik sekali sayang. Aku sampai terpana akan kecantikan kamu." Lyona memeluk tubuh Jackson dengan tersenyum manis.


"Makasih sayang kamu juga tampan sekali kaya bukan kamu. Kamu lebih cocok jadi duda dari pada jadi suami orang." bisik Lyona dengan pelan membuat Jackson terkekeh.


"Ya sudah kalau gitu kita berangkat sekarang aja." Lyona mengangguk, mereka berdua melangkah masuk ke dalam pesawat sedangkan tempat duduk mereka sangat dekat.


Jackson melepaskan jasnya dan memakainya ke tubuh Lyona, Lyona tersenyum mendapat perhatian khusus dari Jackson. Ia juga memeluk tubuh Jackson dengan erat, sedangkan Jackson yang dipeluk seperti itu hanya menerimanya saja.


Jackson mencium bibir Lyona saat dagu Lyona di sentuh olehnya, ia memainkan perannya untuk mencium bibir Lyona dengan lembut sampai adegan panas itu terus dilakukan oleh mereka berdua.


Lyona sangat tidak percaya kalau Jackson sangat ahli dalam adegan ini, ia semakin hari semakin kesusahan bernafas kalau seperti ini.


"Maaf ya sayang aku gak tahan melihat bibirmu ini." ucap Jackson menghapus bekas ciumannya di bibir Lyona.

__ADS_1


"Nggak apa apa aku senang melakukan itu sama kamu, tapi kalau kamu melakukan itu di sini aku jadi malu di lihatin orang." ucap Lyona memandangi wajah Jackson.


Jackson tersenyum dan mencium kening Lyona dengan lembut, "Baiklah." Jackson kembali mengelus puncak kepala Lyona dengan lembut, sedangkan Lyona menyukai perlakuan Jackson yang seperti ini.


__ADS_2