
Keduanya turun dari pesawat saat mereka tiba di bandara, Lyona tersenyum melihat negara yang sangat dia inginkan. Apalagi sekarang dia pergi bersama dengan Jackson, sedangkan lelaki tampan itu sedang menarik troli barang bawaannya dengan barang bawaan Lyona.
Jackson tersenyum lebar melihat bagaimana ekspresi wajah Lyona, "Kamu sepertinya suka sekali dengan negara Eropa. Apa kamu belum pernah ke negara ini?"
Lyona menatap Jackson saat pria itu sudah berada di samping, "Ini negara yang ingin aku kunjungi, tapi aku tidak punya waktu untuk datang ke sini. Tapi sekarang aku sudah menginjakan tempat ini, itu karena kamu yang membawaku ke sini."
Lyona melilitkan kedua tangannya di leher Jackson dengan menatap mata Jackson yang masih tertutup kacamata hitam, "Makasih ya sayang sudah membawaku ke tempat ini."
Jackson mengangguk, Lyona menggandeng lengan Jackson dengan Jackson sibuk membawa troli barang. Tiba di hotel keduanya mencari kamar yang berada di lantai lima belas, kamar yang khusus untuk satu orang sedangkan Lyona ingin meminta dua kamar.
"Apa kalian suami istri?" ucap lelaki tampan yang berbicara dengan bahasa inggris.
"Ya." balas Jackson saat pria ini menyela pembicaraan Lyona, Jackson memberikan buku nikah palsu kepada resepsionis pria itu dan membuat Lyona mengerutkan kening.
Setelah selesai bertransaksi Jackson membawa Lyona mencari kamar mereka, "Kamu kenapa bicara kalau kita ini suami istri. Apa kamu tidak takut ketahuan kalau kita bukan suami istri, tapi bagaimana kamu mendapatkan buku nikah palsu itu?"
Sambil mendorong troli Jackson tetap menjawab perkataan Lyona, "Karena aku sudah meminta Revan melakukan perintahku, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi."
"Tapi-" Lyona menghentikan ucapannya saat mereka tiba di kamar, kamar yang di pesan Jackson sangatlah bagus.
Kasur ukuran besar, ada satu lemari yang begitu besar dengan meja rias di dalam sana. Di tambah lagi kamar mandi yang terbuat dari marmer, satu lagi yang membuat Lyona sangat menyukai kamar hotel ini pemandangannya sangat pas untuk malam hari.
"Gimana kamu suka hotel ini?" tanya Jackson yang memeluk tubuh Lyona saat mereka berada di balkon.
"Suka banget cocok denganku." balas Lyona membuat Jackson tersenyum, lalu pria itu mencium pipi Lyona.
Jackson membawa Lyona tidur di kasur ukuran besar, Lyona memakai piyama seksi setelah mengganti pakaian sedangkan Jackson hanya memakai celana putih pendek tanpa memakai kaos. Jackson selalu begitu kalau bersama dengan Lyona, apalagi Lyona sangat menyukai bentuk tubuhnya yang begitu menggoda ini.
"Apa kita tidak ingin melakukan itu baby?" Lyona malas dengan pertanyaan Jackson yang terus melakukan ****, dia sadar namanya juga pria pasti menginginkan ****.
"Untuk sekarang aku capek banget Jackson, kamu ini kenapa tidak ada lelahnya."
"Karena aku sering olahraga makanya tidak mudah lelah." balas Jackson membuat Lyona malas dengan jawaban Jackson.
"Baiklah, hari ini tidak ada namanya ****. Tapi aku ingin menciummu saja sebelum tidur." Lyona mengangguk dan tersenyum atas permintaan Jackson kali ini.
__ADS_1
Jackson mencium bibir Lyona dengan lembut, hanya sekedar ciuman saja tidak ada hal lain. Karena dia tidak ingin membuat Lyona kelelahan yang semakin memburuk.
Setelah ciuman panas itu berakhir Jackson memeluk pinggang Lyona, mereka tidur sambil berpelukan dengan Lyona menghadap ke kanan.
Tepat tengah malam Lyona terbangun, ia mencoba melepaskan tangan Jackson yang berada di tubuhnya. Berhasil melepaskan tangan besar itu, Lyona berhasil turun dari ranjang tanpa mengganggu tidur Jackson.
***
"Apa dia tidak curiga kamu keluar dari hotel? Nanti kalau dia bangun dan tidak ada kamu di sampingnya gimana." kata lelaki yang berdiri di depan pintu kamar hotel dan melihat Lyona keluar dari kamar.
"Sudah tenang aja dia tidak akan tahu." Lyona menarik tangan lelaki itu, ia membawa pria itu ke salah satu kamar yang memang di sewa oleh pria tampan ini.
Pria itu adalah Draco, kekasihnya Lyona yang sudah lama menjalin hubungan dengannya. Pria itu langsung memeluk Lyona dengan erat, seperti pelukan kerinduan.
Mungkin Draco sikapnya seperti anak kecil kalau sudah bersama dengan Lyona, tak hanya Draco saja semua pria akan seperti itu kalau sudah bersama pasangannya.
Hari ini Draco sangat tidak percaya kalau Lyona sangat agresif dari biasanya, mungkin akibat kelamaan tidak bertemu mungkin sikap Lyona berubah seperti ini. Tapi dia sangat menyukai sikap agresif Lyona, Draco tidak akan menyia nyiakan kesempatan kali ini.
Draco dengan cepat menyerang Lyona dengan mencium bibir kekasihnya, ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman panas. Tidak hanya itu saja tangan nakalnya mencari sesuatu untuk dimainkan.
"Bagaimana bisa Draco bercinta sehebat ini. Apa memang faktor rindu atau bagaimana membuat Draco hampir membuatnya melayang ke angkasa." pikir Lyona di saat adegan panas itu masih berlanjut.
Tak hanya itu saja Draco merasakan yang sama dengan Lyona, sekarang Lyona yang memainkan perannya di ranjang. Keindahan tubuh Lyona membuat Draco tidak tahan, apalagi dalam keadaan telanjang bulat seperti ini.
Keindahan yang dimiliki Lyona sangatlah luar biasa, sampai dirinya sangat menyukai apa yang dilakukan Lyona.
"Kau benar benar hebat sayang." ucap Draco di selang percintaan mereka, Lyona sempat menatap Draco dan kembali melanjutkan kegiatan panas mereka.
Tepat jam lima pagi Lyona sudah kembali ke hotel setelah pertempuran yang begitu hebat bersama dengan Draco, kenikmatan yang ia lakukan dengan Draco adalah kenikmatan yang memang dia rindukan. Dan kenikmatan itu sudah di salurkan setelah melakukannya bersama.
"Sayang, kamu sudah bangun?" ucap Jackson yang mencoba membuka mata dan mengumpulkan nyawa setelah bangun tidur, Lyona tersenyum dengan membawa segelas coklat hangat.
"Ini coklat panas untuk kamu." Lyona memberikan coklat panas itu dan diterima oleh Jackson, pria itu tersenyum menikmati coklat panas buatan Lyona.
Ia meletakan kembali gelas tersebut dan menarik tangan Lyona untuk duduk di pangkuannya, saking nikmatnya memeluk tubuh Lyona tanpa sengaja Jackson melihat leher jenjang Lyona yang memiliki bekas seperti bekas ciuman.
__ADS_1
"Apa semalam kita melakukan itu?" Jackson menatap Lyona membuat wanita ini mengerutkan kening atas perkataan Jackson.
"Di leher kamu ada tanda ciuman apa kita melakukan itu semalam?" sebelum menjawab Lyona sempat memberikan gelas ke Jackson supaya gelas itu di letakan di tempat yang sama dengan gelas Jackson.
"Ya sayang, bagaimana kamu bisa lupa dengan tanda buatan kamu sendiri."
"Tapi aku tidak ingat apapun setelah aku tidur bersama denganmu." balas Jackson yang mengingat semalam.
Lyona tersenyum dengan mencubit hidung Jackson yang sangat mancung, "Karena setelah itu kamu langsung tidur makanya kamu tidak ingat apapun lagi."
Mungkin seperti itu atau mungkin dirinya lupa dengan adegan panas yang mereka lakukan bersama, Lyona tersenyum puas atas kelicikannya. Membodohi Jackson sangatlah mudah, sampai pria ini saja percaya dengan apa yang ia katakan.
Asik bersantai berduaan sambil menonton film tiba tiba saja handphone Jackson berbunyi, ia mengambil benda pipih itu dan melihat siapa yang menghubunginya di saat dia sedang berduaan dengan Lyona.
"Siapa sayang?" tanya Lyona menatap Jackson.
"Amara."
"Angkat aja." timpal Lyona mengizinkan Jackson untuk mengangkat panggilan tersebut.
Jackson sama sekali tidak meminta Lyona untuk menjauh, ia malah mengangkat telepon itu di depan Lyona.
"Sayang kamu kemana aja baru bisa angkat telepon." ucap Amara dari balik telepon tersebut, suara wanita itu sedikit khawatir.
Jackson melirik Lyona yang sibuk memakan cemilan, "Aku lagi ada pekerjaan di Eropa. Aku harus mengambil proyek kerja sama itu jadi aku datang ke sana untuk mengambil proyek besar ini."
"Apa kau datang bersama dengan sekretaris kamu itu?" kali ini Amara bertanya saat Lyona kini menatap Jackson.
Jackson yang tatap Lyona menarik tangan kekasihnya, ia meminta Lyona duduk di pangkuannya.
"Ya sayang. Lyona kan sekretaris aku di kantor masa aku tidak ngajak dia untuk membahas proyek besar ini." Jackson sibuk mengelus kepala Lyona dengan lembut dan Lyona bersandar di dada bidang Jackson.
"Kamu bisa gak pecat sekretaris kamu itu, ganti dengan yang baru. Maksud aku kamu cari sekretaris pria seperti kamu dengan Revan, aku tidak suka kamu mencari sekretaris wanita. Aku sedikit khawatir kalau ada Lyona bersama kamu." kata Amara yang sibuk berdiri sambil memandangi pemandangan di jendela kamar.
Ada helaan nafas di balik telepon itu, Jackson yang memberikan helaan nafas itu membuat Lyona mengerutkan kening saat mendengar helaan nafas yang sangat kasar.
__ADS_1
"Ada apa, sayang?" tanya Lyona pelan membuat Jackson menatap ke arah Lyona.