Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Hari Ini Aku Kalah! Akan Ku Pastikan Aku Akan Menang Darimu


__ADS_3

Beberapa hari ini Alice sudah terbiasa tinggal sendiri di rumah sebesar ini, walau dia tahu kalau Jackson tidak pernah datang untuk menemuinya. Karena pria brengsek itu sedang sibuk bermain dengan istri keduanya, walau begitu dia tidak mempermasalahkannya karena ia masih punya Neo yang akan menjadi tempat bersandarnya.


"Sayang, hari ini jadikan jalan-jalan?" tanya Amara dengan perasaan senang, dia mendatangi Jackson yang sibuk bekerja diruang kerja.


"Kita lihat waktunya aja ya. Aku tidak bisa ninggalin pekerjaan hanya gara-gara keinginan kamu itu." jawab Jackson tanpa melihat Amara yang kini berdiri di depannya.


"Tapi kamu udah janji sama aku." Jackson menghentikan pekerjaan lalu dia memilih menatap Amara.


Jackson sedikit gila dengan perlakuan Amara yang semakin hari semakin gila, semenjak menikah dengan Amara wanita ini selalu membuatnya kesulitan. Apalagi semua keinginan Amara harus di turuti kalau tidak wanita itu akan marah.


"Baiklah, tapi aku urus pekerjaan ini dulu baru kita jalan-jalan." urai Jackson dengan terpaksa menuruti keinginan Amara, wanita itu tersenyum dengan memeluk tubuh Jackson.


Sudah satu minggu ini dia tidak pernah melihat keadaan Alice, dia tidak tahu bagaimana keadaan istrinya itu. Sebenarnya hari ini dia ingin menemui Alice tapi selalu saja dihalangi oleh Amara.


Setelah urusan pekerjaan selesai Jackson dengan Amara berkunjung ke sebuah mall di pusat perkotaan, mall yang terdapat banyak sekali barang mewah yang amat Amara sukai. Apalagi mall ini tempat favorit Amara yang sering wanita itu kunjungi untuk memanjakan mata.


"Sayang, hari ini aku bolehkan belanja?" tanya Amara yang menatap Jackson saat lelaki itu hanya menatap kearah lain.


"Aku rasa kamu jangan belanja terus Amara, belanjaan yang kamu beli waktu itu belum kamu pakai. Jadi kamu beli yang kamu butuhkan aja, aku gak mau mengeluarkan uang terlalu berlebihan." kata Jackson dengan lembut membuat wanita itu kesal dengan ucapan Jackson.


"Itukan aku sudah bosan. Hari ini aku ingin mencari edisi terbaru, kamu gak tahu aja banyak wanita yang menginginkan edisi terbaru itu. Kamu malah melarang ku membeli apapun yang aku inginkan." kata Amara dengan menggoyangkan lengan Jackson sambil memohon supaya Jackson menuruti apa yang dia inginkan.


Jackson menghela nafas dengan berkata, "Baiklah." hanya itulah yang bisa dikatakan Jackson, walau dia tahu keinginan Amara tidak bisa ditolak apalagi wanita itu selalu saja membuatnya stres.


Belum lagi masalah pekerjaan yang baru-baru ini ada masalah, ditambah Amara yang selalu membuatnya pusing. Dulu saat menikah dengan Alice, wanita itu tidak pernah meminta sepersen pun uang darinya. Malah Alice menerima uang pemberiannya tanpa komplen sedikitpun, tapi saat bersama dengan Amara wanita ini selalu membuatnya kehabisan uang.


***


Di sisi lain Alice sedang sibuk bersama dengan Neo, pria itu mengajak Alice jalan-jalan saat mereka selesai membelikan hadiah untuk Alice. Neo habis membelikan Alice sebuah villa dengan hadiah hasil kerja kerasnya selama menjadi sekretaris pribadinya.

__ADS_1


Wanita cantik, pintar seperti Alice tidak mungkin tidak memberikan apapun untuk wanita itu. Apalagi sekarang Alice sudah menjadi kekasihnya, mau tidak mau Neo harus melakukan sesuatu untuk kekasihnya.


"Kamu tidak apa-apa ajak aku ke tempat seperti ini?" tanya Alice yang melihat Neo dari mobil saat mereka tiba di sebuah mall.


Neo melirik Alice saat sabuk pengaman itu terlepas dari tubuh, "Gak apa-apa sayang, kamu berhak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Apapun yang kamu inginkan aku akan mengabulkannya."


"Tapi Neo aku takut merepotkan kamu dan aku takut hanya memanfaatkan kamu saja."


Neo dengan cepat menggeleng sambil menyentuh pipi Alice, "Hei! Dengerin aku sayang, kamu sama sekali tidak merepotkan aku. Malah kamu yang selalu membantuku selama di kantor, jadi ini hadiah untuk kamu dan untuk pacarku ini."


"Baiklah, kalau itu mau kamu aku akan membeli apapun yang aku inginkan. Tapi jangan salahkan aku ya kalau uang kamu habis gara-gara aku belanja di sini."


Neo terkekeh mendengar ucapan Alice, lalu keduanya keluar dari mobil menuju mall tersebut. Keduanya berkeliling dengan mesra, apalagi mereka di satu mall yang sama dengan Jackson dan juga Amara.


Tetapi keduanya tidak saling bertemu, Alice selalu meminta persetujuan dari Neo untuk membantunya memilih pakaian. Tidak hanya itu saja Alice membelikan sesuatu untuk Neo, sebagai hadiah karena kekasihnya itu mengajaknya belanja.


"Apa bagi Jackson Amara yang selalu diutamakan, sedangkan dia sudah satu minggu lebih menunggu kedatangan Jackson. Tetapi pria itu tidak pernah menjenguknya, menganggap dirinya sebagai istri saja tidak apalagi mendapatkan cinta dari suaminya itu." batin Alice dengan perasaan sedih.


Kesedihan yang tampak di wajah Alice sangat jelas di rasakan oleh Aurora, wanita itu merasakan hal yang sama dengan Alice. Tapi bedanya Alice sudah tidak ada sedangkan dirinya yang menempatkan posisi Alice.


"Sudahlah kenapa kau bersedih, lagian kamu masih ada Neo yang menemani kamu Lice. Aku sudah berjanji akan membantu kamu, jadi hapus air mata kamu itu. Kamu tidak berhak mengeluarkan air mata demi lelaki brengsek seperti Jackson." gumam Aurora dalam hati, seakan-akan dirinya sedang berbicara dengan Alice.


"Lice sudah belanjaannya?" tanya Neo yang tidak sengaja menepuk pundak Alice, wanita itu berbalik dan mengangguk.


Selesai belanja Alice memutuskan untuk pergi dari mall ini, awalnya Neo ingin mengajaknya makan tapi Alice menolaknya dengan lembut. Dia tidak mau bertemu dengan Jackson apalagi berhadapan dengan Amara, wanita ular berbisa itu.


Alice tersenyum mematikan saat rencananya akan segera dia mulai, mungkin dulu baru permulaan dari rencananya tapi kali ini rencana yang dia buat sekarang adalah rencana sesungguhnya. Dia mau menghancurkan Amara lebih dulu baru dia menghancurkan Jackson.


Pulang dari mall Jackson mendapatkan pesan dari Alice, wanita itu memintanya untuk pulang. Sepertinya wanita itu butuh bantuannya, tapi bagaimana caranya dia bisa kabur dari sini. Apalagi sekarang dia masih bersama dengan Amara di tempat makan seafood.

__ADS_1


"Sayang, kamu dari tadi lihat hp mulu. Memangnya siapa yang ngirim pesan sama kamu?" tanya Amara dengan menatap Jackson sambil mengunyah makanan.


Jackson dengan cepat menyimpan handphone itu kembali, "Bisalah urusan pekerjaan. Oh ya sayang hari ini aku tidak bisa tinggal sama kamu ya."


"Loh kenapa sayang." jawab Amara dengan memberikan nada serius.


"Teman lamaku ngajak main, boleh ya malam ini aku nginap di rumah temanku." Jackson berharap kalau Amara mengizinkannya, dia juga tidak mau kalau Amara mencurigainya.


"Boleh sayang." Jackson tersenyum senang mendengar ucapan Amara, dia tidak ingin kalau Amara curiga kalau sebenarnya dia mau menemui Alice bukan pergi ke rumah temannya.


Selesai mengantar Amara balik ke apartemen, Jackson segera menemui Alice di rumah. Tiba di sana Alice sedang sibuk menyiapkan makan malam, apalagi saat lelaki itu turun dari mobil. Dia merasa shock dengan penampilan Alice yang berbeda dari biasanya, seperti bukan Alice melainkan orang lain.


"Alice." panggil Jackson membuat Alice tersenyum menatap suaminya.


Wanita itu memintanya untuk datang menghampiri Alice, dengan perasaan terkejut Jackson menghampiri Alice dengan tatapan masih tertuju pada kecantikan Alice.


"Ini kamu Lice?" tanya Jackson yang kini menatap Alice tidak percaya, apalagi dia seperti melihat wanita cantik yang notabenenya istrinya sendiri.


Alice tersenyum dan menatap Jackson, "Ya, siapa lagi kalau bukan aku."


"Dari pada kamu bengong aja lebih baik ikut makan malam bersama denganku." tutur Alice dengan menarik tangan Jackson buat duduk, tidak hanya makanan saja yang Alice siapkan minuman sudah tersedia di meja.


Alice menuangkan minuman itu ke dalam gelas, apalagi minuman ini sangat susah di temukan. Karena malam ini dia mau menjebak Jackson dan mulai menghancurkan pria ini.


"Sebelum makan kita bersulang dulu, sudah lama bukan kita tidak seperti ini. Makanya aku ngajak kamu ke sini untuk merayakan hari anniversary pernikahan kita, kamu tidak lupakan dengan ulang tahun pernikahan kita?" kata Alice dengan menatap Jackson.


"Aku mana mungkin lupa sama hari spesial kita Lice, maaf ya aku tidak ada waktu untuk kamu." tutur Jackson membuat mata lelaki itu melihat tangan Alice saat tangan wanita ini menyentuh tangannya.


"Nggak apa-apa sayang aku tahu kamu sibuk jadi aku memaklumi kamu. Mari kita bersulang untuk merayakan anniversary pernikahan kita yang ke lima tahun." ucap Alice dengan mengangkat gelas yang kini berada di tangannya, begitupun dengan Jackson yang mengikuti instruksi dari Alice.

__ADS_1


__ADS_2